GETPOST.ID, Istanbul– Istanbul adalah kota yang sangat indah, namun sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di dunia, kota ini juga memiliki berbagai modus penipuan (scam) yang cukup khas.
Salah satu anggota Backpacker International di Facebook, Edy menulisnya, Ahad (04/01/26).
Berikut adalah jenis-jenis scam yang paling sering ditemui di Istanbul dan cara menghindarinya:
1. Scam Semir Sepatu (The Shoe Shine Scam)
Ini adalah modus yang paling klasik di Istanbul, terutama di area Galata Bridge atau Sultanahmet.
- Modusnya: Seorang penyemir sepatu berjalan di depan Anda dan “tidak sengaja” menjatuhkan sikatnya. Saat Anda memanggilnya untuk memberi tahu, dia akan sangat berterima kasih dan menawarkan semir sepatu gratis sebagai tanda terima kasih.
- Jebakannya: Begitu selesai, dia akan meminta bayaran yang sangat mahal (bisa 10-20 kali lipat harga normal) dengan alasan layanan khusus atau semir mahal.
- Cara Hindari: Jika melihat sikat jatuh, abaikan saja atau cukup beri tahu tanpa berhenti berjalan. Jangan mau sepatunya disentuh.
2. Scam “Mari Minum” (The Let’s Have a Drink Scam)
Modus ini paling berbahaya karena melibatkan intimidasi fisik dan target utamanya biasanya adalah wisatawan pria yang sendirian.
- Modusnya: Seseorang yang terlihat ramah dan berpakaian rapi (seringkali mengaku sebagai turis juga) akan mengajak Anda mengobrol dan akhirnya mengajak minum ke sebuah bar “lokal” yang dia tahu.
- Jebakannya: Di bar tersebut, beberapa wanita mungkin bergabung di meja Anda. Saat tagihan datang, harganya bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah. Jika Anda menolak bayar, beberapa pria besar (pengawal) akan mengintimidasi Anda hingga Anda pergi ke ATM untuk menarik uang.
- Cara Hindari: Jangan pernah ikut orang asing ke bar atau klub, seberapa ramah pun mereka.
3. Scam Taksi (Taxi Tricks)
Sopir taksi nakal di Istanbul punya banyak trik untuk turis.
- Modusnya: * Argometer “Rusak”: Mereka menawarkan harga borongan yang jauh lebih mahal.
- Rute Memutar: Membawa Anda lewat rute jauh untuk menaikkan tarif.
- Tukar Uang: Anda memberikan uang 50 Lira, tapi dengan cepat mereka menukarnya dengan uang 5 Lira (yang warnanya mirip) dan menuduh Anda kurang bayar.
- Cara Hindari: Gunakan aplikasi seperti BiTaksi atau Uber. Jika terpaksa naik taksi kuning, pastikan argo menyala dan siapkan uang pas atau sebutkan nominal uang saat memberikannya (misal: “Ini 100 Lira ya”).
4. Scam Restoran (Menu Tanpa Harga)
Sering terjadi di area Sultanahmet atau dekat Galata Bridge.
- Modusnya: Restoran menawarkan makanan pembuka (meze), roti, atau air mineral yang seolah-olah gratis (pelayanan).
- Jebakannya: Saat tagihan datang, semua item tersebut dihargai sangat mahal. Atau, menu yang diberikan tidak mencantumkan harga.
- Cara Hindari: Selalu minta menu yang ada harganya. Jika ditawari makanan tambahan, tanya “Is this complimentary?” (apakah ini gratis?).
5. Scam Toko Karpet & Teh Gratis
- Modusnya: Seseorang akan mendekati Anda, berpura-pura ingin melatih bahasa Inggris/Indonesia, lalu mengajak Anda ke toko karpet milik “saudaranya” untuk minum teh.
- Jebakannya: Begitu di dalam, Anda akan terjebak dalam sesi penjualan yang sangat agresif dan sulit untuk keluar tanpa membeli sesuatu yang harganya dimahalkan.
- Cara Hindari: Tolak dengan sopan ajakan minum teh jika tujuannya adalah ke toko tertentu.
6. Love Scam
Kebanyakan yang jadi korban adalah wanita, modusnya berkenalan sampai terbuai kalimat manis.
Jebakannya: Barang bisa hilang, uang dikuras bahkan diperas.
7. Blue Mosque Close Scam
seolah-olah membantu jadi informan ke pengunjung yang lagi jalan menuju masjid Biru sambil mengatakan masjis tutup.
Jebakan: Setelah itu akan dibawa ke toko atau restoran lalu minta bayaran sebagai tour guide.
Tips Umum Agar Tetap Aman:
- Jangan Terlalu Ramah: Orang Turki memang ramah, tapi di area turis, keramahan yang berlebihan biasanya punya maksud terselubung.
- Gunakan Kartu Transportasi (Istanbulkart): Gunakan transportasi umum seperti Trem atau Metro untuk menghindari drama taksi.
- Waspada Skimming: Jika menggunakan kartu debit di ATM, pastikan mesin ATM berada di lokasi resmi (seperti di dalam bank) untuk menghindari alat perekam data kartu.
Beberapa anggota grup tersebut ikut berbagi kisah yang kurang lebih sama saat di Istanbul.
“Satu lagi hati-hati di kawasan Taksim atau naik metro rawan hipnotis. Dan menurutku ilmu hipnotisnya tergolong ganas. Aku mengalaminya, untuk kembali sadar itu sakit banget sampai aku teriak-teriak untuk nyembuhin total memori kepala. Butuh waktu berminggu-minggu dan hari yang dilalui tetap linglung, banyak melamun kepala bagai ditusuk jarum. Hp hilang diambil,” tulis akun Ay*** D**
“Tukang es krim yang diputar-putar itu juga scam. Biasanya kalau ada yang tertarik tapi ragu langsung ditarik setelah itu disuruh bayar mahal,”kata akun Rac*** Nu***



