GETPOST.ID, Semarang – Varian tertinggi All New Hyundai Kona Electric Signature Long Range ternyata model yang paling laris sejak dirilis Juli lalu. Varian tertinggi ini dijual Hyundai Indonesia sekitar Rp 590 juta.
“Volume Kona Electric Signature Long Range paling laris dengan kontribusi sekitar 80 persen dari jumlah SPK 1.500 unit alias sekitar 1.200 unit,” ujar Budi Nur Mukmin, Chief Marketing Officer PT Hyundai Motors Indonesia, saat media test drive Kona Electric di Semarang, Kamis (26/9).
Menurut Budi, hasil ini cukup mengejutkan: varian termahal justru paling laris dibeli konsumen mobil listrik Indonesia.
Rupanya bagi konsumen mobil listrik Hyundai, faktor harga jual tidak melulu jadi alasan untuk membeli mobil listrik. Mereka cenderung membeli mobil listrik karena faktor kualitas, kenyamanan, dan sebagainya.
“Dari jumlah 1.500 unit SPK itu, sekitar 600 unit sudah didistribusikan kepada para konsumen,” jelasnya.
All New Kona Electric menjadi kebanggaan Hyundai Indonesia, karena sel baterainya diproduksi sendiri di Karawang, Jawa Barat. Termasuk desainer baterainya, juga berasal dari Indonesia di PT HLI Green Power.
SUV kompak teknologi baterai lectric vehcel (BEV) ini punya dimensi panjang 4.350 mm, lebar 1.825 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.660 mm.
All New Hyundai KONA Electric dipasarkan dalam lima varian di Indonesia. Kelima varian itu adalah Signature Long Range seharga Rp 590 juta, Signature Standard Range Rp 575 juta, Prime Long Range Rp 560 juta, Prime Standard Range Rp 515 juta, dan Style Rp 499 juta.
Varian Standard Range punya baterai berdaya 48,9 kWh, sedangkan Long Range 66 kWh. Untuk tenaga maksimum, Standard punya tenaga 114,6 kW, sedangkan Long Range 160 kW. Masing-masing dengan torsi maksimum 255 Nm.
Menariknya, fitur canggih Hyundai Bluelink di Kona Electric mendapat peningkatan. Yang mana pengguna dapat melakukan pembaruan software dengan lebih praktis melalui over-the-air (OTA) update. Peserta dapat mencoba fitur View Around My Vehicle pada Hyundai Bluelink. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat visual kendaraan secara 360° saat kendaraan sedang dalam keadaan mati.



