Parfum “Skin to Skin with Ussy Pratama” hadir setelah kesuksesan tiga rangkaian parfum sebelumnya, yakni In Bed yang diluncurkan pada 2021, In Love pada 2023, serta In Extase pada 2024. Ketiga koleksi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan memperkuat posisi Ussy sebagai figur publik yang konsisten menghadirkan produk kecantikan dengan karakter kuat.
Mengusung konsep kedekatan dan kehangatan, “Skin to Skin with Ussy Pratama” dirancang sebagai wewangian yang menyatu dengan kulit, menghadirkan aroma yang lembut namun meninggalkan kesan mendalam. Parfum ini mencerminkan kedewasaan Ussy dalam berkarya sekaligus menjawab kebutuhan konsumen akan parfum yang nyaman digunakan dalam berbagai momen.
Peluncuran parfum keempat ini juga menjadi bukti konsistensi Ussy Sulistiawaty dalam membangun lini parfumnya secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai produk komersial, tetapi juga sebagai medium ekspresi diri. Melalui “Skin to Skin with Ussy Pratama”, Ussy berharap dapat menghadirkan pengalaman aroma yang lebih personal dan dekat dengan para penggunanya.
“Skin to Skin itu tentang kedekatan paling intim. Wangi yang benar-benar nempel di kulit, bukan cuma di baju. Aku mau ini jadi parfum yang bikin orang pengin dekat terus,” kata Ussy.
Sebagai pecinta parfum, Ussy dikenal selalu terlibat langsung dalam setiap proses kreatif — mulai dari konsep sampai karakter aromanya. Skin to Skin with Ussy Pratama pun diracik dengan pendekatan yang sangat personal: lembut, hangat, tapi tetap membekas.
“Parfum ini tentang koneksi yang intim. Jejak halus yang tertinggal di kulit seseorang dan di ingatan mereka. Daya tariknya tenang, tapi kuat — dan tetap terasa walau momennya sudah lewat,” lanjutnya.
Aroma yang Hangat & Membekas
Skin to Skin dibuka dengan aroma segar dan cerah dari ylang-ylang, bergamot, dan orange blossom. Kesan awalnya ringan, tapi langsung menarik perhatian.
Di tengah, hadir tuberose, jasmine, dan lily of the valley — perpaduan bunga putih yang sensual, feminin, dan elegan. Sementara di akhir, wangi patchouli, amber, dan cedarwood membungkus kulit dengan kehangatan yang lembut dan tahan lama.
Parfum ini diracik di Eropa bersama master perfumer, dengan sentuhan personal Ussy di setiap detailnya. “White flowers seperti tuberose dan jasmine itu aku banget. Klasik, feminin, ada sisi sensualnya. Lembut, tapi tetap punya kekuatan,” ujar Ussy.
Parfum keempat ini juga jadi salah satu mimpi Ussy yang akhirnya terwujud. “Bangga banget bisa bikin parfum dengan kualitas internasional dan membawanya ke Indonesia pakai nama sendiri,” katanya.
Lewat Skin to Skin with Ussy Pratama, Ussy terus menunjukkan langkahnya di dunia parfum Indonesia, menghadirkan wangi yang terasa dekat, personal, dan sulit dilupakan.



