Toyota Carbon Fighter Soroti Insentif Pajak Mobil Hybrid

AXIC dan TCF saksikan produksi mobil hybrid di pabrik Toyota Indonesia.

GETPOST.ID, Jakarta – Apa yang diminta pabrikan otomotif akhirnya diberikan oleh pemerintah. Ya, pemerintah Indonesia memberikan insentif untuk mobil hybrid berupa diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen.

Insentif ini berlaku mulai Januari 2025, seperti penjelasan Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin (16/12).

Read More

Jadi, singkatnya mulai 2025, pemerintah Indonesia menanggung tarif PPnBM mobil hybrid 3 persen. Dengan kata lain, pembeli mobil hybrid membayar PPnBM lebih murah 3 persen dari ketentuannya.

Bagaimana pandangan Toyota Carbon Fighter (TCF) soal diskon pajak mobil hybrid ini?

Founder Toyota Carbon Fighter Deny Kristianto mengaku menyambut baik insentif pajak tersebut, karena menunjukkan perhatian pemerintah terhadap industri otomotif nasional yang sedang mengalami tekanan; kelesuan pasar pada tahun ini.

Kami ingin diskon pajak ini membuat masyarakat menjadi lebih tertarik memilih kendaraan elektrifikasi yang relevan saat ini di Indonesia, yakni mobil hybrid. Sebab mobil hybrid akan menjadi pilihan tepat di semua daerah di Indonesia, yang tanpa harus tergantung fasilitas stasiun catu daya baterai yang jumlahnya masih terbatas saat ini.

“Tentu diskon ini pun harus selaras oleh agen pemegang merek (APM) dengan meluncurkan program-program yang dapat meningkatkan gairah masyarakat menggunakan kendaraan elektrifikasi baik itu HEV, PHEV maupun BEV,” ungkap Deny pada Getpost.id, Selasa (17/12).

Kopdar Hybrid ala komunitas AXIC di Toyota xEV, Karawang, Jawa Barat.

Petisi Online: Insentif Lebih Besar

Menurutnya, TCF mengajak konsumen dan komunitas otomotif di Tanah Air untuk meningkatkan adopsi mobil hybrid demi mewujudkan cita-cita Net Zero Emission (NZE) secara bersama-sama tanpa harus menunggu 2060. Maka itu, TCF akan terus berupaya kepada pemerintah untuk mendapat insetif lebih besar lagi.

“Konkretnya, TCF membuat petisi online agar mendapat perhatian lebih pemerintah. Kemudian kami akan selalu konsisten melaksanakan kegiatan yang selaras dengan program penerapan karbon netral dalam kehidupan sehari sehingga pemerintah, APM, dan komunitas bersama masyarakat berjalan selaras serta saling mendukung. Hasil petisi kami, mobil hybrid yang beredar di Indonesia ini sudah mengurangi emisi karbon hingga 50%. Ini capaian  luar biasa,” papar Deny yang biasa disapa Devall bersemangat.

Harapan lainnya,  lanjut Devall, kebijakan ke depan terkait HEV adalah mendapatkan perhatian yang sama dengan BEV, tanpa melihat di sisi produsennya. Sebab insentif HEV memang belum terlalu besar dibandingkan BEV, yang gratis instrumen PPnBM –ini menjadi angin segar tersendiri bagi pelaku industri. Mobil hybrid (HEV) merupakan bagian yang dapat berperan penting di era elektrifikasi ini.

“Harapan kami regulasi ini harus berpihak pada masyarakat lebih luas. Sebab kami sebagai salah bagian masyarakat ikut mendukung dan menyukseskan kebijakan dengan menerapkan karbon netral sehari-hari seperti hemat air, hemat listrik, mengurangi sampah plastik dan memilah sampah anorganik, menggunakan energi terbarukan, dan menggunakan mobil listrik atau hybrid,” pungkas Devall.

Toyota Indonesia merupakan pabrikan yang paling banyak memasarkan mobl hybrid. Perhitungan kami ada 8 model, yakni Corolla Altis 1.8, Camry 2.5, Prius 1.8,  Yaris Cross 1.5S, Kijang Innova Zenix, Alphard, Vellfire, dan Corolla Cross.

Model hybrid Toyota yang paling laris adalah Kijang Innova Zenix.

 

 

Related posts