Tips Cegah Microsleep Saat Berkendara Jarak Jauh di Liburan Akhir Tahun

Auto2000

GETPOST.ID, Jakarta – Jelang akhir tahun, biasanya diisi dengan berbagai rencana liburan oleh banyak keluarga di Indonesia. Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk melepas penat, setelah kesibukan sepanjang tahun, sekaligus mempererat hubungan keluarga.

Berbagai destinasi wisata baik dalam negeri maupun luar negeri,menjadi tujuan liburan akhir tahun.

Read More

Bagi yang berlibur dengan kendaraan bermotor pribadi, perlu memperhatikan beberapa hal agar liburannya berjalan lancar, aman, dan berkesan.

Bila berkendara jarak jauh sering kali menjadi tantangan, terutama ketika rasa lelah mulai menyerang. Salah satu ancaman terbesar pengemudi adalah microsleep. Faktor ini sering menjadi penyebab kecelakaan.

Apa itu microsleep?

Adalah kondisi seseorang tertidur sesaat tanpa disadari saat menyetir, biasanya hanya berlangsung beberapa detik. Meski singkat, microsleep  berakibat fatal, terutama saat Anda mengemudi dengan kecepatan tinggi.

Ada beberapa tanda Anda mengalami microsleep. Antara lain melewatkan rambu lalu lintas atau belokan, mobil keluar jalur tanpa disadari, dan perasaan “hilang” beberapa detik tanpa ingat apa yang terjadi. Nah berbahaya kan!

Suzuki Grand Vitara hybrid cocok untuk perjalanan jarak jauh.

Berikut ini cara mencegah microsleep agar perjalanan Anda tetap aman dan nyaman versi asuransi mobil Roojai:

1. Istirahat Cukup Sebelum Perjalanan

Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup sebelum berkendara. Kurang tidur adalah penyebab utama microsleep. Idealnya, tidur selama 7–8 jam di malam sebelum pergi, sebab  akan membantu tubuh tetap bugar.

2. Berhenti Setiap 2 Jam untuk Istirahat

Ketika berkendara jarak jauh, tubuh Anda memerlukan jeda untuk mengembalikan energi. Berhentilah setiap 2 jam sekali untuk meregangkan otot, berjalan sebentar, atau bahkan tidur siang selama 15–20 menit jika diperlukan.

3. Hindari Berkendara di Waktu Rawan Mengantuk

Sebisa mungkin hindari berkendara di malam hari atau di waktu tubuh cenderung mengantuk, seperti pukul 1–5 pagi dan 1–3 siang. Pada waktu ini, ritme sirkulasi tubuh membuat Anda lebih rentan mengantuk.

4. Hidrasi dan Nutrisi yang Tepat

Konsumsi makanan bergizi dan pastikan Anda cukup minum air selama perjalanan. Dehidrasi dan makanan berat sulit dicerna dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Hindari makanan yang tinggi gula, karena meskimemberikan energi instan, efeknya tidak bertahan lama.

5. Manfaatkan Stimulasi Seperti Musik atau Udara Segar

Mendengarkan musik dengan tempo cepat atau berbincang dengan penumpang dapat membantu menjaga kewaspadaan. Selain itu, buka jendela sesekali untuk mendapatkan udara segar, jika Anda mulai merasa mengantuk.

Fitur Bluelink di Hyundai Stargazer.

6. Gunakan Teknologi untuk Keamanan

Beberapa kendaraan modern dilengkapi dengan fitur peringatan lane departure atau deteksi kelelahan pengemudi. Teknologi ini bisa menjadi penyelamat jika Anda mulai kehilangan konsentrasi.

7. Ketahui Batasan Diri Anda

Jika Anda merasa tanda-tanda awal microsleep, seperti kelopak mata yang berat, sering menguap, atau sulit fokus, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Segera cari tempat aman untuk berhenti dan beristirahat.

 

Related posts