Tina Astari di Indonesia Women Fest: Kunci Keberhasilan dari UMKM itu Memiliki Inovasi dan Keunikan

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian UMKM Tina Astari Maman Abdurahman

GETPOST.ID, Tangerang- Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM Republik Indonesia Tina Astari Maman Abdurahman meresmikan pembukaan Indonesia Women Fest 2026 yang pertama kali diadakan di ICE BSD, Jumat (29/05/26).

Ajang tahunan ini mengangkat tema “Embracing Women in Every Way” yang menyoroti pentingnya ruang inklusif bagi perempuan untuk berkembang di tengah perubahan gaya hidup dan industri kreatif yang semakin dinamis. Dukungan terhadap pemberdayaan perempuan juga disampaikan oleh Tina Astari ketika berkunjung ke booth Badan Pengelola Dana Perkebunan. Tina tertarik melihat sendal yang dibuat dari enceng gondok dengan motif batik. Yang menarik motif batik tersebut dibuat dari pohon sawit, bukan malam yang biasa digunakan untuk membuat batik.

Read More

“Malamnya terbuat dari sawit dan ini unik,. Ini hal yang berbeda, memang dari sebuah usaha UMKM itu kuncinya untuk maju adalah berani memiliki keunikan dan inovasi dari sebuah produk,” kata wanita yang dulunya pemain sinetron ini.

Lebih lanjut Tina mengatakan bahwa event yang melibatkan UMKM di seluruh Indonesia ini tidak hanya berbicara perihal usaha mikro, namun lebih luas lagi seperti terbukanya kesempatan kolaborasi di Indonesia Women Fest 2026 ini.

“Festival ini memperlihatkan bagaimana bentuk kolaborasi dari tim penyelenggara yaitu Dyandara, dari pemerintah, UMKM dan Bank BRI. UMKM memang memiliki peran yang sangat penting karena jumlahnya mendominasi unit usaha dan menyerap sebagian besar tenaga kerja. Oleh karena itu, semakin banyak UMKM yang berkembang dan dikelola dengan baik, semakin besar pula kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia,” tutur Tina.

Di tengah kondisi ekonomi yang lesu tentunya mempengaruhi daya beli masyarakat. Menurut Tina, penurunan daya beli lantaran masyarakat lebih menyasar kepada belanja digital dibandingkan belanja konvensional yaitu offline.  Pergeseran ke online dapat memberi kesan daya beli turun bagi pelaku usaha offline .

“Sekarang banyak memakai sistem online, sekarang hampir semua orang belanja dengan satu jari. Jadi jika ada yang mengatakan toko offline sepi itu lantaran ada pergeseran gaya belanja masyarakat,” tambah Tina.

Konsumen memang sekarang ini menjadi lebih mudah membandingkan harga online dan offline sehingga persaingan menjadi lebih ketat .

Menurut Tina, UMKM dijalankan oleh 80 persen perempuan dan sebagian besar pembelinya juga perempuan. Hal tersebut sebagai bentuk saling mendukung (mutual support) dalam kegiatan ekonomi. Di Indonesia, peningkatan jumlah wirausaha perempuan sering dianggap positif karena dapat meningkatkan pendapatan keluarga, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal. Jadi, UMKM yang didominasi perempuan dengan basis pelanggan perempuan dapat menjadi contoh bagaimana suatu kelompok masyarakat saling mendukung melalui aktivitas ekonomi yang produktif.

 

Related posts