GETPOST.ID, Jakarta – Pembalap Rifat Sungkar tengah menanam penerusnya. Menyandang nama keluarga Sungkar, salah nama klan penting dalam sejarah motorsport Indonesia.
Dimulai dari Helmy Sungkar sebagai generasi pertama, diturunkan ke Rifat Sungkar, yang berhasil di berbagai ajang balapan baik nasional maupun internasional.
Kini estafet tersebut akan berlanjut ke sang cucu Helmy Sungkar: El Mayka Sungkar (12 tahun), anak sulung Rifat dan Sissy Priscillia.
El Mayka Sungkar disiapkan sebagai pembalap masa depan dari Sungkar Family melalui program bertajuk The Legend Continues.
Program ini bukan sekadar latihan balap, melainkan roadmap pembinaan karakter, mental, disiplin, dan nilai-nilai kehidupan yang selama ini menjadi fondasi keluarga Sungkar di dunia motorsport.
Menariknya, program ini mendapat dukungan dari Telkomsel 5G, untuk memastikan proses latihan berjalan dengan optimal.
Tahun pertama program The Legend Continues, dimulai pada 2025 lalu dan memberikan landasan awal yang memuaskan. Dan pada tahun ini, program akan berlanjut dengan berbagai perencanaan yang lebih matang, termasuk pemanfaatan teknologi terkini untuk mendukung proses pembinaan El Mayka.
“The Legend Continues bukan program menciptakan tekanan kepada El Mayka agar menjadi seperti saya. Ini perjalanan untuk memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses. Saya ingin dia memahami menjadi pembalap bukan hanya soal kecepatan, tapi juga tentang karakter dan tanggung jawab,” ujar Rifat Sungkar dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (2/6).
Lima Fase Pembinaan
Rifat menjelaskan, program The Legend Continues dirancang dalam lima fase pembinaan jangka panjang, yang akan dijalani El Mayka sejak usia 11 tahun hingga 17. Berikut gambarannya:
Fase pertama, foundation (2025–2026), tahap awal El Mayka mengenal dunia reli sebagai navigator dan learner. Di fase ini, ia mulai belajar membaca pace note, navigasi, membangun komunikasi di bawah tekanan, hingga memahami disiplin dan tanggung jawab sebagai bagian tim balap.
Fase kedua Transition (2027), El Mayka mulai diarahkan mengikuti kompetisi junior kelas pemula. Fokus utama bukan mengejar kemenangan, melainkan membangun pengalaman, konsistensi, dan adaptasi menuju pembalap lebih mandiri.
Tahap Tiga Development (2028–2029), kemampuan teknik, strategi balap, kerja tim, dan mental bertanding El Mayka akan diuji di level nasional junior. Pada fase ini, ia juga mulai diarahkan untuk membangun identitasnya sendiri sebagai pembalap muda.
Tahap Empat Preparation (2030), El Mayka mulai memasuki persiapan profesional sebagai advanced driver. Tanggung jawab sebagai atlet makin besar, termasuk penguatan leadership dan relasi profesional dalam dunia motorsport.
Tahap Lima Continuation (2031), ketika El Mayka diproyeksikan siap bersaing di level nasional maupun internasional junior, sebagai independent racer yang membawa nilai-nilai keluarga Sungkar dengan caranya sendiri.
Rifat Sungkar menegaskan seluruh tahap ini bukan tentang menciptakan “Rifat Sungkar berikutnya”, melainkan memberi ruang bagi El Mayka untuk tumbuh sesuai jalannya sendiri.
“El Mayka adalah generasi ketiga keluarga Sungkar di motorsport, tapi saya tidak ingin dia hidup di bawah bayang-bayang siapa pun. Saya ingin dia tumbuh dengan caranya sendiri, menemukan passion-nya sendiri, dan suatu hari nanti berdiri di lintasan sebagai dirinya sendiri, bukan sekadar anak dari seorang Rifat Sungkar,” lanjutnya.
Melalui The Legend Continues, plus dukungan Telkomsel 5G, keluarga Sungkar menunjukkan warisan terbesar dalam motorsport bukan hanya trofi dan kemenangan, taapi nilai, proses, dan keberanian untuk memulai perjalanan dari nol dengan memanfaatkan teknologi terdepan. Program ini menjadi simbol keberlanjutan sebuah legacy yang dibangun lintas generasi demi masa depan motorsport Indonesia.



