GETPOST.ID, Seoul– Drama perselingkuhan biasanya membuat penonton menunggu satu hal: kapan hubungan terlarang itu terbongkar. Namun, The Affair Was Just the Beginning, yang sedang tayang di Viu, hanya membutuhkan dua episode untuk menunjukkan bahwa perselingkuhan bukanlah masalah terbesar dalam ceritanya.
Dibintangi Kim Hye-soo, Cho Yeo-jeong, Kim Ji-hoon, dan Kim Jae-chul, drama ini awalnya mempertemukan penonton dengan dua keluarga yang tinggal bertetangga. Dari luar, mereka sama-sama terlihat mapan. Di balik pintu rumah masing-masing, keduanya sedang mendekati kehancuran.
Park Kyung-hee (Kim Hye-soo) adalah CEO perusahaan interior sekaligus influencer dengan sejuta pengikut. Popularitasnya dibangun dari gambaran kehidupan keluarga yang harmonis bersama sang suami, Jae-hong (Kim Ji-hoon). Rumah baru, karier sukses, dan keluarga sempurna menjadi bagian dari citra yang terus ia tampilkan kepada publik.
Di rumah seberang tinggal Su-jeong (Cho Yeo-jeong), dokter kulit yang selalu terlihat anggun dan tenang. Namun, ia tengah menjalani perceraian penuh konflik dengan suaminya, Bo-seong (Kim Jae-chul).
Kecurigaan Kyung-hee terhadap perselingkuhan Jae-hong menjadi pintu masuk ceritanya. Ia mulai mencari bukti, memasang pelacak, dan membuntuti sang suami. Semua tanda mengarah pada dugaan yang sama: Jae-hong menyembunyikan perempuan lain.
Akan tetapi, ketika Kyung-hee merasa akan menangkap basah suaminya, yang ia temukan justru bercak darah. Sejak saat itu, pertanyaan dalam cerita tidak lagi berhenti pada “siapa berselingkuh dengan siapa”, melainkan berubah menjadi: apa yang sebenarnya terjadi, siapa korbannya, dan seberapa jauh keempat orang ini terlibat?
Perselingkuhan Hanya Menjadi Pemantik
Perubahan arah tersebut terjadi sejak akhir episode pertama. Episode kedua kemudian membawa dua pasangan ini semakin jauh ke dalam rangkaian kebohongan, kepanikan, dan rahasia yang tidak dapat lagi mereka kendalikan.
Setiap karakter mengetahui sebagian dari peristiwa yang terjadi, tetapi tidak ada yang memiliki gambaran lengkap. Mereka saling mencurigai sekaligus membutuhkan satu sama lain untuk menutupi masalah yang terus membesar.
Di sinilah judul The Affair Was Just the Beginning menemukan maknanya. Perselingkuhan memang memicu kekacauan, tetapi segera terasa kecil ketika sebuah kemungkinan pembunuhan muncul dan menyeret kehidupan kedua keluarga tersebut.
Alih-alih menjadikan perselingkuhan sebagai pusat melodrama, serial ini menggunakannya untuk membawa penonton memasuki misteri kriminal. Ketegangan rumah tangga, persaingan dua perempuan, kebohongan para suami, dan ancaman terbongkarnya sebuah kejahatan bertabrakan dalam waktu yang hampir bersamaan.
Hasilnya bukan kisah cinta terlarang yang penuh ratapan, melainkan black comedy tentang empat orang dewasa yang terus mengambil keputusan buruk ketika hidup mereka mulai kehilangan kendali.
Mengapa Disebut “Drama Dopamin”?
Sejumlah media Korea menyebut The Affair Was Just the Beginning sebagai “drama dopamin”. Istilah ini tidak digunakan dalam arti medis, tetapi untuk menggambarkan tontonan yang terus memberikan kejutan dan rangsangan baru sehingga penonton terdorong melanjutkan episode berikutnya.
Formula itu sudah terlihat dalam dua episode pertamanya. Setiap kali penonton merasa telah memahami hubungan antar-karakter, informasi baru muncul dan mengubah dugaan sebelumnya. Konfliknya juga bergerak cepat: dari rumor perselingkuhan, aksi membuntuti pasangan, penemuan bercak darah, hingga kemungkinan terjadinya pembunuhan.
Namun, kejutan bukan satu-satunya sumber “dopamin” dalam drama ini. Humor gelap muncul ketika para tokohnya mencoba terlihat normal di tengah situasi yang semakin tidak normal. Kepanikan, kebohongan spontan, dan usaha mereka menyelamatkan diri justru menciptakan adegan-adegan komikal yang terasa ganjil sekaligus menegangkan.
Drama ini tidak memberi banyak waktu bagi penonton untuk merasa nyaman. Ketika satu konflik tampak mereda, persoalan lain segera muncul. Setiap karakter juga bisa berubah dari korban menjadi orang yang patut dicurigai hanya melalui satu informasi baru.
Pola inilah yang membuat ceritanya terasa sulit diprediksi. Penonton tidak hanya menunggu jawaban atas misteri pembunuhan, tetapi juga ingin mengetahui siapa yang sedang berkata jujur dan rahasia apa lagi yang belum terungkap.
Pertemuan Dua Aktris Setelah Lebih dari Dua Dekade
Daya tarik lain datang dari pertemuan Kim Hye-soo dan Cho Yeo-jeong setelah lebih dari dua dekade sejak membintangi drama sejarah Jang Hee-bin.
Kali ini, keduanya hadir sebagai dua perempuan dengan karakter yang bertolak belakang. Kyung-hee tampil ekspresif, penuh warna, dan terbiasa menguasai ruangan. Su-jeong terlihat lebih tenang, lembut, dan terkendali, tetapi sikap tersebut justru membuat motifnya semakin sulit dibaca.
Hubungan mereka juga tidak mudah didefinisikan. Kyung-hee dan Su-jeong bisa terlihat sebagai rival, tetangga yang saling mengawasi, dua istri yang sama-sama dikhianati, atau sekutu yang terpaksa bekerja sama. Ketidakpastian itu menjadi salah satu sumber ketegangan utama cerita.
Kim Ji-hoon dan Kim Jae-chul melengkapi kekacauan tersebut sebagai dua suami yang masing-masing menyimpan persoalan. Tidak ada karakter yang sepenuhnya tidak bersalah, tetapi belum ada pula yang dapat langsung ditetapkan sebagai dalang di balik semuanya.
Respons awal terhadap drama ini pun cukup kuat. Hanya dua hari setelah dua episode pertamanya dirilis di Korea, The Affair Was Just the Beginning menempati posisi kedua dalam daftar Top 20 Coupang Play. Media Korea juga menyoroti respons penonton yang menyebut akhirnya episode pertama mampu membalikkan dugaan mereka terhadap cerita.
Dengan delapan episode, drama ini masih memiliki banyak ruang untuk memperbesar misteri dan mempertemukan rahasia keempat karakter. Namun, dua episode pembukanya telah menyampaikan satu pesan dengan sangat jelas: jika penonton mengira persoalan terbesarnya adalah perselingkuhan, drama ini baru saja dimulai.



