Terpaksa Buka Puasa di Jalan saat Terjebak Macet, Ini Tips nya

Auto2000

GETPOST.ID, Jakarta– Waktu berbuka puasa biasanya bersamaan dengan saatnya pulang kerja, dan beberapa orang yang mulai kerja dari kantor harus pintar menyiasati untuk menyiapkan bekal berbuka. Terutama jika jalan yang dilalui mengalami kemacetan dan tidak ada pilihan rute lain yang lebih baik. 

Ini Tips jika terperangkap di jalan dan harus berbuka puasa di dalam kendaraan:

Baca:
Cara Mudah Test Drive Mobil Toyota di Auto2000
– 4 Alasan Jangan Pernah Tinggalkan Anak Sendirian di dalam Mobil
Belajar dari Macet Parah di Puncak, Benarkah Bisa Sebabkan Oli Mesin Menguap?

Read More

1. Bawa Bekal Makanan dan Minuman yang Memadai 

Sebagai langkah awal, biasakan untuk membawa bekal makanan dan minuman yang memadai untuk buka puasa. Paling mudah adalah air mineral atau air dalam kemasan dengan rasa yang manis dan menyegarkan. Hindari membawa minuman bersoda karena akan membuat perut tidak nyaman, apalagi jika diminum sebelum makan apapun. Pastikan minuman yang dibawa tidak terlalu panas atau dingin sehingga dapat langsung diminum.  

Tidak perlu membawa makanan berat seperti nasi dan lauk pauk karena akan merepotkan, selain membuat AutoFamily mengantuk karena kekenyangan padahal harus tetap berkendara. Cukup bawa makanan ringan seperti roti atau biskuit kegemaran. Hindari makanan yang getas dan mudah berantakan saat digigit karena akan berserakan dan membuat kabin kotor. 

2. Persiapkan Makanan dan Minuman Sebelum Jalan 

Sebelum jalan, siapkan makanan dan minuman yang simpel kemasannya supaya tidak membuat repot di jalan. Atur dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti pada panel pintu, konsol tengah, atau cup holder. Kalau sudah dipersiapkan dari rumah, dapat dimasukkan ke dalam stoples yang lebih aman dan awet. Pastikan kemasannya diletakkan dengan kuat supaya tidak mudah jatuh saat mobil bergerak, seperti ketika melakukan pengereman mendadak. 

Baca:
– Tiket MotoGP Mandalika telah Terjual Sebanyak 22.300

3. Jangan Asal Berhenti  

Menjelang Maghrib, usahakan untuk menepikan kendaraan ke tempat yang aman seperti rest area jalan tol, pom bensin, masjid, mini market, atau tempat keramaian lainnya. Jangan paksakan berhenti di tempat yang tidak layak seperti di bahu jalan tol meskipun hanya sejenak. Berhenti di pinggir jalan akan menghambat laju kendaraan lain dan dapat memicu kecelakaan yakni ditabrak dari belakang. Pastikan pula lokasi parkir aman dari tindak kriminal dan tidak mengganggu aktivitas pihak lain. 

4. Hindari Berbuka Sembari Mengemudi Mobil 

Perlu dicatat, bila memang tidak berhasil menemukan tempat berhenti, ketika sudah waktunya berbuka, jangan paksakan untuk membatalkan saat mengemudi, apalagi dalam kecepatan tinggi. Lebih baik tunda sejenak sampai benar-benar mobil dalam posisi berhenti yang aman.  

Kesempatan membatalkan puasa kemungkinan bisa dilakukan saat mobil berhenti ketika lampu lalu lintas berwarna merah, atau di tengah kemacetan yang cukup padat. Dalam kondisi seperti itu, minum atau makan sebutir kurma menjadi pilihan  karena lebih bertujuan untuk menyegerakan berbuka puasa. Inipun dilakukan dengan tetap fokus ke jalan dan tidak mengalihkan perhatian ke hal lain yang bisa mengganggu konsentrasi, seperti membuka ponsel.

“AutoFamily yang memiliki mobilitas tinggi  wajib menyediakan makanan dan minuman yang cukup untuk berbuka puasa di jalan. Hindari berbuka puasa sambil mengemudi, rencanakan waktu perjalanan dengan memperhatikan padatnya lalu lintas melalui aplikasi atau media social dan pemberitaan media massa sehingga ada cukup waktu untuk mencari tempat berhenti. Supaya tetap  nyaman bila  berbuka puasa di dalam mobil, pastikan kondisi mobil bersih dan prima, tentunya dengan rajin melakukan servis berkala,” jelas Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000.

Nayla

Related posts