Tembus Longsor, Tim Medis PMI Akhirnya Tangani Korban Gempa di Sengari, NTT

Tim kesehatan PMI di lokasi bencana gempa bumi di Sengari, NTT.

GETPOST.ID, Manggarai Timur – Tim kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI) akhirnya berhasil menembus wilayah Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah Sengari ini sulit diakses akibat jalan tertutup material longsor, setelah terdampak gempa bumi yang mengguncang Flores pada Agustus 2026. Kedatangan tim medis PMI pun disambut antusias warga yang selama beberapa hari menanti layanan kesehatan di tengah keterbatasan akses dan fasilitas medis.

Read More

Tim kesehatan PMI terdiri dari dokter dan perawat gabungan PMI Provinsi DKI Jakarta dan Rumah Sakit PMI Bogor. Mereka diperbantukan untuk memperkuat pelayanan medis bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Di lokasi, para relawan langsung mendirikan pos pelayanan kesehatan darurat dan mengoperasikan klinik lapangan di area terbuka yang juga menjadi lokasi pengungsian warga.

Dari pendataan awal, ratusan warga mendapat pemeriksaan dan pelayanan kesehatan. Sebagian di antaranya mengalami luka ringan hingga sedang akibat tertimpa reruntuhan bangunan, material konstruksi, dan batuan yang longsor dari perbukitan saat gempa terjadi.

Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani mengatakan, PMI DKI terus bersiap memperkuat operasi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana, termasuk menyiapkan tenaga kesehatan dan relawan.

“PMI DKI selalu terpanggil dan bersiap untuk operasi kemanusiaan lebih besar. Kami terus menunggu arahan dan berkoordinasi dengan PMI Pusat agar langkah yang dilakukan benar sesuai  kebutuhan di lapangan,” kata Beky dalam siaran pers, Selasa (18/8).

Menurut dia, dukungan PMI DKI tidak hanya berupa pengerahan personel. PMI juga membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.

“Selain menyiapkan tenaga kesehatan dan relawan, PMI DKI juga melakukan open donasi membantu korban di sana,” ujarnya.

Menurutnya, setiap bantuan yang dikirim disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di lokasi bencana. “Tim kami yang berada di lokasi bencana selalu melaporkan kondisi di lapangan. Dengan begitu, bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga di sana.”

Korban Luka Berat Dievakuasi Helikopter

Di lapangan, penanganan korban dilakukan melalui proses triase untuk menentukan tingkat kegawatan dan prioritas pertolongan. Korban dengan luka berat maupun kondisi kritis mendapat tindakan medis darurat di lokasi.

Setelah kondisi memungkinkan, pasien kemudian dievakuasi menuju fasilitas kesehatan rujukan yang memiliki kemampuan penanganan lebih lengkap. Namun, kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur membuat proses evakuasi melalui jalur darat belum dapat dilakukan secara optimal. Sejumlah ruas jalan masih tertutup material longsor dan mengalami kerusakan.

Dalam kondisi tersebut, korban dengan kondisi serius dievakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter. Para pasien diterbangkan secara bertahap menuju rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tim kesehatan PMI di lokasi bencana gempa bumi di Sengari, Manggarai Timur, NTT.
Jalan Terputus, Warga Mengungsi

Gempa yang melanda sejumlah wilayah Flores, NTT, turut berdampak terhadap infrastruktur di Kabupaten Manggarai Timur.

Di Sengari dan wilayah sekitarnya, sejumlah ruas jalan antarwilayah terputus, akibat longsoran tebing dan retakan tanah. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan mobilisasi tim penyelamat, tapi juga menghambat distribusi bantuan kemanusiaan ke masyarakat.

Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari rusak berat hingga roboh. Banyak keluarga memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke tenda-tenda darurat di ruang terbuka.

Di tengah situasi tersebut, kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan. Mereka juga membutuhkan air bersih, makanan siap saji, selimut, perlengkapan keluarga, dan fasilitas sanitasi darurat. Ketersediaan sanitasi menjadi perhatian penting di lokasi pengungsian.

Kondisi tempat pengungsian yang padat dengan fasilitas terbatas berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.

 

PMI Terus Jangkau Wilayah Terisolasi

PMI bersama unsur SAR gabungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai organisasi kemanusiaan lainnya masih terus berupaya menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh layanan kesehatan, evakuasi, serta bantuan kebutuhan dasar, meski berada di daerah yang sulit diakses.

Pengerahan dokter dan perawat dari PMI DKI Jakarta dan Rumah Sakit PMI Bogor menjadi bagian dari respons kemanusiaan PMI terhadap dampak gempa di Flores. Pelayanan diberikan dengan memprioritaskan kebutuhan paling mendesak, terutama bagi korban luka dan kelompok masyarakat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Beky mengatakan, PMI akan terus melakukan koordinasi dan memantau perkembangan situasi di lapangan untuk menentukan dukungan lanjutan yang diperlukan.

“Prinsipnya, kami akan terus berkoordinasi. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapangan akan menjadi dasar bagi kami dalam menentukan bantuan berikutnya,” kata Beky.

Operasi kemanusiaan hingga kini masih berlangsung. Pendataan korban, pemeriksaan kesehatan, evakuasi pasien, serta distribusi bantuan terus dilakukan secara bertahap seiring terbukanya akses menuju sejumlah wilayah terdampak.

Bagi warga Sengari, kehadiran tim kesehatan PMI bukan sekadar menghadirkan layanan medis. Di tengah jalan yang terputus dan situasi pascabencana yang penuh keterbatasan, kedatangan para relawan menjadi tanda bahwa bantuan kemanusiaan terus berupaya menjangkau mereka yang berada di wilayah paling sulit sekalipun.

Related posts