Strategi BYD di 2026: Operasikan Pabrik Subang dan Bangun 150 Diler

Presdir BYD Indonesia Eagle Zhao menjelaskan perkembangan terkini pabriknya di Subang, Jawa Barat.

GETPOST.ID, JakartaBYD Indonesia menyiapkan sejumlah strategi besar pada tahun depan (2026), menyusul pertumbuhan penjualan signifikan sepanjang 2025.

Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, mengatakan  dengan fokus pada kebutuhan dan pengalaman konsumen, BYD melihat pertumbuhan pasar ini didorong makin beragamnya pilihan kendaraan listrik yang relevan untuk penggunaan sehari-hari, serta dukungan ekosistem yang terus dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Read More

BYD meyakini bahwa sektor mobil listrik (EV) semakin berperan sebagai penggerak baru yang menjaga industri tetap bertumbuh selaras dengan arah perubahan di tahun yang akan datang.

“Perkembangan pasar EV di Indonesia di tahun ini menunjukkan dinamika positif dengan pertumbuhan di berbagai segmen, bahkan melampaui prediksi awal. Menatap 2026, kami melihat perkembangan pasar otomotif Indonesia dengan optimisme di segmen EV yang menunjukkan daya tahan dan potensi jangka panjang. Dengan produk BYD dan DENZA di berbagai segmen, kami berupaya mengambil bagian menjaga pergerakan industri otomotif nasional terus aktif, adaptif dan bertumbuh,” kata Eagle saat media gathering di Sentul, Bogor, kemarin.

Berikut ini strategi dan rencana BYD-Denza Indonesia 2026

1. Menambah jaringan diler nasional lebih merata. BYD secara bertahap akan terus memperluas jangkauan jaringan dan pusat layanan di berbagai wilayah. Tujuannya mendekatkan pelayanan kepada pelanggan, menghadirkan pengalaman kepemilikan lebih baik dan nyaman, serta memastikan dukungan purnajual konsisten dari barat hingga timur Indonesia.

Pada 2026, BYD Indonesia menargetkan membangun diler resmi menjadi 150 outler, naik dari 80 outlet pada tahun ini.

Diler BYD Harmony Slipi resmi beroperasi.

2. BYD berupaya memperkuat industri otomotif nasional melalui pengembangan industri lokal. Fasilitas produksi BYD Indonesia direncanakan mulai beroperasi pada awal 2026. Pabrik BYD Indonesia ini tidak hanya untuk menghadirkan kapasitas produksi dan efisiensi pasok lebih baik, tapi juga mendukung stabilitas ketersediaan kendaraan listrik bagi pasar domestik.

Pabrik baru BYD ini terletak di Subang, Jawa Barat. Lokasi ini dipilih karena lebih dekat dengan pelabuhan ekspor Patimban-Subang.

3. Pengembangan industri lokal ini diharap memperkuat rantai pasok nasional, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pelaku industri, mendorong transfer pengetahuan dan teknologi untuk penguatan sumber daya manusia dan keterampilan di industri otomotif. Alhasil, pertumbuhan EV tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari penguatan industri otomotif Indonesia secara lebih menyeluruh.

“Penguatan jaringan lokal ini menjadi elemen penting kepercayaan jangka panjang konsumen terhadap kendaraan listrik. Akses layanan mudah, ketersediaan suku cadang, dan dukungan teknis andal menjadi faktor yang dipertimbangkan masyarakat memilih EV sebagai kendaraan utama. BYD Indonesia melihat hal ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendorong adopsi EV berkelanjutan,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations BYD Indonesia.

Untuk melengkapi upaya tersebut, BYD terus membangun rantai nilai bisnis yang terintegrasi melalui kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, mulai dari perusahaan pembiayaan hingga penyedia layanan mobilitas dan juga ride-hailing untuk jangkauan yang lebih masif.

Kolaborasi ini ditujukan mempermudah masyarakat dalam mengakses kendaraan listrik, baik dari sisi pembiayaan, penggunaan, maupun layanan pendukung. Alhasil, pengalaman beralih ke EV dapat berlangsung secara lebih inklusif dan terjangkau.

 

Related posts