Strategi Bukan Kaleng-kaleng Suzuki Fronx Made in Indonesia

GETPOST.ID, Tangerang – Mobil sport utility vehicle (SUV) merupakan segmen mobil yang selalu tumbuh di pasar otomotif Indonesia. Padahal kondisi pasar secara nasional cenderung menurun.

Segmen SUV-B tumbuh 6 persen menjadi 72.468 unit periode Januari-April 2025, menurut data AndreAuto Page. Bahkan penjualannya pada April saja naik 155 persen menjadi 36.234 unit.

Read More

Di tengah tren segmen pasar SUV, jenama otomotif global asal Jepang, Suzuki, menambah persaingan dengan meluncurkan All New Suzuki Fronx. Ini mobil Compact SUV yang kuat bergaya coupe.

Suzuki Fronx bermain di segmen Compact SUV, menjadi pesaing baru Toyota Raize, Daihatsu Rocky, Honda WR-V, dan Chery Tiggo Cross.

Menariknya, Suzuki Indonesia tidak setengah-setengah memasarkan mobil anyar ini. Strateginya bukan kaleng-kaleng untuk mengincar posisi utama di segmen pasar SUV nasional.

Salah satu strategi ciamik Suzuki adalah produksi Fronx di Indonesia, supaya punya daya saing kuat di pasar otomotif nasional. Sebab produksi lokal merupakan salah satu kunci sukses di pasar otomotif Indonesia yang semakin kompetitif dengan kehadiran merek-merek baru terutama asal China.

Untuk memproduksi All New Fronx di Indonesia, Suzuki bekerja sama dengan sekitar 200 vendor lokal. Alhasil, tingkat komponen dalan negeri (TKDN) Fronx cukup tinggi. Dampaknya, layanan purnajual Fronx  kepada konsumen di Indonesia lebih andal dan cepat. Alhasil konsumen punya peace of mind saat memiliki Fronx.

Produksi Lokal Investasi Rp 1 Triliun

Total Suzuki Indonesia menginvestasikan lebih Rp 1 triliun untuk memproduksi All New Fronx di pabrik Cikarang, Bekasi. Jawa Barat.

“Investasi baru tersebut untuk investasi komponen Fronx dan penambahan peralatan baru, karena Fronx merupakan produk baru di lini produksi pabrik Cikarang. All New Fronx diproduksi di lini yang sama untuk produksi Ertiga dan XL-7,” ujar Shodiq Wicaksono, Direktur PT Suzuki Indomobil Motor, seraya menambahkan pabrik Suzuki Cikarang punya volume produksi 54 ribu unit per tahun.

Suzuki Fronx jadi produk utama Suzuki Indonesia di GIIAS 2025.

Donny Saputra, Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan produk Suzuki yang sukses di pasar otomotif nasional adalah model lokal alias diproduksi di pabrik Indonesia.

Produk-produk sukses Suzuki Indonesia itu adalah New Carry, Ertiga, XL-7, dan kini Fronx.

Tak heran, Suzuki Indonesia berani menargetkan tinggi penjualan Fronx, yakni 2.000 unit per tahun. bahkan target penjualannya lebih tinggi dari pasar Jepang.

Minoru Amano, Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Sales dan PT Suzuki Indomobil Motor, saat wawancara eksklusif dengan Getpost.id mengatakan, Fronx mulai tahun ini menjadi produk utama Suzuki di Indonesia.

“Bukan masa depan, mulai sekarang Fronx jadi produk utama Suzuki Indonesia. Dari sekarang Fronx, seperti kami punya model utama Carry, Ertiga, dan XL-7. Kami harus menjaga mereka. Dan Fronx harus menjadi produk utama,” kata Amano-san.

Diluncurkan akhir Mei 2025, tampaknya harapan Amano-san terjawab dengan tingginya penjualan Fronx pada Juni. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan Fronx di Juni 2025, yakni 1.782 unit.  Tertinggi di segmen Compact SUV, mengalahkan Toyota Raize, Honda WR-V, dan Chery tiggo Cross.

Bahkan per Kamis (24/) lalu, Donny Saputra menegaskan pemesanan Fronx tembus lebih dari 4.000 unit. Lebih tinggi daru targetnya, 2.000 unit per bulan.

“Pasar terbesar Suzuki Fronx adalah Jabodetabek, yakni 32 persen. Kemudian pasar Jawa Tengah s13 persen, Jawa Timur dan Jawa Barat masing-masing 10 persen. Sementara Sumatra dan Kalimantan adalah 10 persen dan 9,” ujar Donny dijumpa di GIIAS 2025, ICE-BSD City, Tangerang.

 

 

Related posts