Rumah Makan Jati BSD, dari Kuliner Nusantara hingga Cocok untuk Venue Pernikahan Outdoor

Rumah Makan Jati BSD

GETPOST.ID, Tangerang Selatan– Meski makanan dari negara lain sudah menjamur di Indonesia, tapi masakan Nusantara selalu menjadi juara. Indonesia dikenal kaya akan beragam macam kuliner yang lezat dan khas. Ini yang menjadi salah satu alasan Rumah Makan Jati BSD tetap bertahan sejak 2011.

Rumah Makan Jati BSD ini menyajikan makanan khas dari Jawa, Sunda dan Betawi. Resto yang terletak di Jalan Ciater, Tangerang Selatan ini memiliki 10 makanan utama dari 30 menu yang disajikan. Sebut saja sop gurame, pecak gurame dan gurame asam manis.

“Ikan yang ada di resto ini semuanya ikan hidup, kita fresh langsung dari kolam,” kata Suyatno, pemilik dan pendiri Rumah Makan Jati BSD Tangerang Selatan, dalam live Instagram Asah Kebaikan, Sabtu 11 Juni 2022.

Baca:
Resto Pizza Bakar Kembang Sepatu, Tawarkan Inovasi Pizza dengan Rasa Beragam
Sambut Ramadan, Resto Pizza Bakar Kembang Sepatu Tawarkan Menu Nasi Kebuli dengan 3 Varian

Menu Rumah Makan Jati BSD (Foto: Getpost.id)


Beberapa sajian makanan dari ketiga daerah itu tak ketinggalan ada karedok yang dikenal dari Betawi, Tumis Buncis dari Sunda dan Garang Asam. Bahkan jengkol yang disajikan tiga masakan menjadi salah satu menu favorit. “Kadang orang rindu dengan masakan rumah. jadi kami membuat konsepnya seperti rumah dengan suasana kampung dengan banyak pepohonan yang rindang. Jadi pengunjung makan di sini gak terburu-buru untuk selesai, bisa santai dulu untuk melepas penat,” kata Suyatno.

Read More
Pandemi tetap Bertahan

Ketika banyak rumah makan gulung tikar atau tutup yang disebabkan pandemi sejak 2020, Rumah Makan Jati BSD tetap bertahan hingga saat ini. Menariknya, meski sepi pengunjung dan omset tidak sebanyak hari biasa, Suyatno tetap mempertahankan karyawannya untuk terus bekerja.

“Saya ada perjanjian khusus dengan karyawan, saya memberikan opsi, mau tutup atau terus bertahan. Jika terus bertahan saya nggak bisa menggaji penuh seperti biasa, tapi lebih ke bagi hasil, ” kata Suyatno mengenai model bisnis yang dijelaskan kepada 15 karyawannya.

Menu Gurame Asam Manis ala RM Jati BSD (Foto: Getpost.id)

Alhasil para karyawannya setuju dengan sistem tersebut mengingat pandemi saat itu sangat membuat banyak orang stres dan cemas. ” Kata mereka daripada di rumah stres, nggak ada uang dan bisa kena covid, akhirnya mereka setuju sistem seperti itu,” jelas pria yang tadinya sebagai importir.

Pada tahun kedua pandemi, restonya sudah bisa menerima acara pernikahan meski hanya 50 orang dengan prokes ketat. Dan kini, setelah semuanya terlihat menuju normal, Suyatno mengatakan jika resto mereka dijadikan pilihan untuk pernikahan lantaran tempatnya yang homies, outdoor dan nyaman. Konsep pernikahan outdoor pun menjadi favorit para calon mempelai sejak pandemi. Alasan utamanya karena biasanya venue outdoor lebih luas dari sebuah ruang aula, sehingga lebih mudah untuk menerapkan social distancing.

Venue RM Makan Jati (foto: Getpost.id)


” Konsep pesta pernikahan outdoor juga banyak dipilih sekarang karena sirkulasi udara, di masa pandemi,” kata pria yang mengatakan biaya mulai dari Rp 30 juta untuk membuat acara pernikahan di Rumah Makan Jati BSD.

Alia

Related posts