Raih Omset dengan Konsisten dalam Produk Branding, Begini Caranya

Qisthas Tsana memberikan arahan mengenai materi yang disampaikan didampingi oleh Elizabeth Hutagalung (Koordinator Konten Kemenparekraf), Anggota DPR RI Komisi X Himmatul Aliyah

GETPOST.ID, Jakarta– Qisthas Tsana No’man, yang dikenal sebagai seorang Personal Branding mengajak para pelaku usaha di kawasan Jakarta Pusat untuk belajar dan mencoba membuat konten di media sosial untuk produk yang dipasarkan. Di era serba digital ini memasarkan produk di online tentu sangat penting agar produknya laku dan mendapatkan omset yang besar.

“Yang penting konsisten. Jangan mikir ribet ngeposting setiap hari, idenya dari mana, mau posting apa, mending urus jualan di e-commerce si oranye dan hijau saja. Jangan seperti itu, harus konsisten dalam posting di media sosial yang berpengaruh kepada branding itu penting banget,” kata Qisthas dalam kegiatan Bimbingan Teknis dengan tema ”Strategi Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Branding dan Media Digital” yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Ekraf DKI Jakarta yang bekerjasama dengan Komisi X DPR RI, di Hotel Redtop Pecenongan, Jakarta Pusat Kamis 2 Juni 2022 .

Lebih lanjut Qisthas mengatakan jangan sering mengganti logo produk jika ingin dikenal oleh masyarakat. Logo dan warna sangat berpengaruh karena akan mudah dikenali oleh pembeli. Selain itu, penjual juga harus spesifik dalam memasarkan produknya. “Ada target market yang spesifik banget. Jangan untuk semua umur, justru itu membingungkan dan bukan pilihan pertama dari si pembeli,” kata wanita yang dikenal juga sebagai seorang desainer.

Read More
Salah satu produk UMKM yang dibuat dari lilitan koran. Foto: Getpost.id


Baca:
Kolaborasi Kemenparekraf dan Komisi X, UMKM Jakarta Pusat Dibekali Ilmu Branding dan Media Digital

Konsep penjualan sebuah produk kini ditentukan oleh penglihatan, artinya penjual harus pintar dalam hal visual. “Bagaimana produk tersebut terlihat menarik dan si pembeli tertarik untuk membeli dan mencobanya. Kalau dulu menjual barang berdasarkan dicium, dirasa dan didengar. Kalau kini hanya didengar dan dilihat,” tutur wanita kelahiran 1988 ini.

Qisthas mengajarkan para UMKM yang hadir dalam membuat konten dengan mencakup brand story, content pilar dan banking. Setelah diajarkan target market, Qisthas juga meminta para pelaku usaha untuk menjelaskan secara spesifik dari keunikan produk tersebut sehingga pembeli tertarik untuk membelinya.

Alia

Related posts