GETPOST.ID, Jakarta – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) menggelar program “Sekolah Kebangsaan: Pengindraan Hoaks untuk Pemilu” di Ciputat, Tangerang Selatan, kemarin (8/10).
Kegiatan ini diikuti 110 mahasiswa jurnalistik UIN Jakarta dan diadakan selama dua hari. Mahasiswa turut antusias dalam mengikuti kegiatan Sekolah Kebangsaan Tular Nalar.
Kampus sebagai salah satu ujung tombak agen perubahan, memiliki peran penting persoalan kebangsaan. Karena itu, peran mahasiswa dan dosen dituntut memiliki kemampuan menyampaikan informasi yang akurat dan menangkal narasi yang mengandung elemen Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) saat pemilihan umum kepala daerah (pemilu) yang sedang berlangsung.
Sekolah Kebangsaan Tular Nalar bertujuan memberikan bimbingan kepada peserta melalui pengalaman belajar terstruktur dan menyenangkan. Acara ini membagi peserta ke tujuh kelompok, masing-masing beranggotakan tujuh pemilih pemula untuk pilkada 2024. Tujuannya, membekali mereka dengan pengetahuan tentang pemilu, demokrasi, pengenalan hoaks, serta pemahaman dampak dari penyebaran informasi salah.
Setiap kelompok dibimbing seorang fasilitator yang akan menyampaikan materi secara terstruktur dan menarik mengenai keempat segmen utama. Setelah materi utama disampaikan, peserta akan mengikuti uji pemahaman dengan kuesioner sebelum dan sesudah sesi, untuk mengukur sejauh mana mereka memahami materi, setelah mendapatkan informasi para fasilitator.
Wakil Dekan III FDIKOM Muhtadi mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara kegiatan dalam sambutannya saat membuka acara.
“Kami berharap kegiatan ini mengedukasi mahasiswa agar tidak terpapar hoaks saat pilkada 2024. Dan semoga membantu mahasiswa berpikir kritis dan mengantisipasi hoaks yang akan menerpa selama pilkada,” ujar Muhtadi dalam siaran persnya.
Bintan Humeira, Kepala Program Studi Jurnalistik FDIKOM UIN Jakarta, menambahkan kegiatan ini diharapkan bermanfaat untuk mahasiswa dan masyarakat umum.
“Prodi Jurnalistik berharap program seperti ini dapat berdampak positif bagi peserta dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Apalagi sedang ada momentum pilkada serentak 2024. Besar harapan mahasiswa dan masyarakat mampu membedakan mana informasi benar dan hoaks,” jelasnya.
Rifqi Titah, salah satu peserta Sekolah Kebangsaan Tular Nalar, mengungkapkan kegiatan semacam ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama mahasiswa yang baru mengikuti pemilu.
“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini, sebagai pemilih baru di pilkada nanti saya jadi tahu apa saja yang harus saya siapkan,” ujarnya.



