GETPOST.ID, Jakarta – Mobil New Veloz Hybrid EV saat ini menjdi model hybrid paling terjangkau di Toyota Indonesia saat ini.
Alhasil, banyak konsumen terpikat, apalagi MPV ini dilengkapi fitur- fitur canggih dan modern yang dapat membuat perjalanan semakin aman dan nyaman.
“Auto2000 menyambut baik kehadiran New Veloz Hybrid EV yang membuka kesempatan lebih banyak orang untuk memiliki mobil ramah lingkungan berteknologi hybrid. Dengan harga kompetitif, MPV direspons positif dan menjadi salah satu andalan penjualan kami di jajaran elektrifikasi lainnya bersama Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Yaris Cross Hybrid EV, dan lain-lain,” kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Selasa (26/5).
Namun, masih ada beberapa masyarakat yang belum mengetahui secara detail teknologi pada New Veloz Hybrid EV. Beberapa hal mendasar yang rupanya belum dipahami pelanggan sehingga menimbulkan keraguan ketika akan membeli.
Berikut beberapa pertanyaan awam dari calon pembeli New Veloz Hybrid EV:
1. Belum Tahu Mobil Hybrid Tidak Perlu Diisi Daya Ulang
Banyak pelanggan mengira semua mobil hybrid harus mengisi ulang baterai listrik, seperti mobil listrik. Padahal Veloz Hybrid EV tidak perlu di-charge karena menggunakan sistem self- charging. Baterai akan terisi otomatis, saat mobil berjalan dan pengereman, jadi pengguna cukup isi bensin saja, tanpa mengubah kebiasaan.
2. Ragu Daya Tahan Baterai Hybrid
Pertanyaan yang paling sering muncul soal baterai, apakah aman, berapa lama umur pakainya, dan bagaimana jika rusak? Tidak perlu ragu, baterai hybrid Toyota teruji dan memiliki garansi lama, serta dirancang untuk penggunaan jangka panjang. Perawatannya juga tidak jauh berbeda dari mobil biasa, sehingga tidak perlu khawatir sisi biaya. AutoFamily juga dapat melakukan konsultasi ke bengkel Auto2000 ketika ada yang perlu ditanyakan.
3. Takut Kesetrum
Beberapa pelanggan khawatir soal risiko kesetrum, karena ada sistem listrik tegangan tinggi. Sebagai informasi, semua komponen hybrid dirancang dengan standar keamanan tinggi, menggunakan sistem isolasi dan pengaman berlapis.
Selain itu, sistem otomatis memutus aliran listrik, jika terjadi kondisi tidak normal atau saat mobil tidak aktif. Jadi dalam penggunaan sehari-hari, terbilang aman dan minim risiko membahayakan.
4. Bingung Pemilihan Oktan Bensin
Pemilihan oktan bensin sebaiknya sesuai rekomendasi pabrikan di buku manual konsumen. Jika pelanggan ingin menggunakan BBM oktan lebih rendah, karena pertimbangan biaya, memang secara teknis masih tetap bisa membuat kendaraan berjalan, tapi berpotensi menimbullkan kendala jangka pendek maupun panjang.
5. Benarkah Veloz Hybrid EV Irit Bensin?
Keiritan bensin menjadi salah satu perhatian utama dan sering jadi alasan awal ketertarikan. Namun bukan satu-satunya faktor penentu karena tergantung skenario dan gaya berkendara di jalan. Tapi memang jauh lebih irit ketimbang mobil bensin dengan kapasitas mesin sama.
6. Mempertanyakan Urusan Perawatan
Dari sisi pengguna, tidak ada perawatan khusus yang perlu dilakukan. Yang penting, pelanggan rutin servis bekala sesuai jadwal servis berkala dengan memanfaatkan layanan T-CARE maksimal setiap 6 bulan dan tidak mengabaikan indikator peringatan di dashboard, alhasil semua komponen termasuk sistem hybrid terjaga dengan baik dan bekerja secara optimal.
“Sejalan visi Life is Easy with Auto2000: Dekat, Nyaman, dan Lengkap, Auto2000 siap membantu kebutuhan pelanggan yang ingin memiliki New Veloz Hybrid EV, termasuk jika masih ragu atas teknologi hybrid. Urusan pembelian juga lebih mudah berkat jaringan diler yang tersebar luas dan aplikasi Auto2000 Digiroom, disertai ragam promo menguntungkan pelanggan,” pungkas Nur Imansyah Tara.



