Pertagas Tegaskan Peran Strategis sebagai Penggerak Infrastruktur Energi Nasional di HUT ke-68 Pertamina

Dua Proyek Migas Pertagas Dukung Ketahanan Energi Indonesia

GETPOST.ID, Jakarta- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 PT Pertamina (Persero) yang jatuh pada 10 Desember 2025, PT Pertamina Gas (Pertagas) kembali menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama dalam penguatan infrastruktur energi nasional.

Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, Pertagas memiliki peran strategis dalam memastikan keandalan penyaluran energi gas bumi ke berbagai sektor industri, pembangkit listrik, hingga kebutuhan masyarakat. Melalui pengelolaan jaringan pipa gas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Pertagas berkontribusi langsung dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Read More

Sejalan dengan semangat HUT ke-68 Pertamina, Pertagas terus mendorong pengembangan infrastruktur gas bumi yang aman, andal, dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi aset pipa transmisi dan distribusi gas, peningkatan standar keselamatan operasi, serta penerapan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan layanan.

Konsistensi dalam menjaga kelancaran distribusi energi ini terlihat dari kinerja penyaluran yang terus meningkat. Hingga Oktober 2025, Pertagas telah menyalurkan lebih dari 488.666 MMSCF gas bumi dan 52,7 juta barel minyak bumi ke berbagai sektor industri dan kebutuhan publik. Kinerja tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 576 ribu MMSCF gas dan 63 juta barel minyak hingga akhir tahun, menegaskan kontribusi Pertagas terhadap ketahanan
energi nasional.

Penguatan distribusi energi itu akan semakin kokoh dengan hadirnya dua proyek prioritas Pertagas Group, salah satunya Proyek Pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang, jalur suplai baru yang menghubungkan dua terminal BBM penting bagi wilayah Jabodetabek.

Direktur Utama Pertamina Gas, Indra P. Sembiring, menjelaskan bahwa proyek pipanisasi ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan keandalan suplai BBM nasional. “Pipa BBM Cikampek–Plumpang akan menjadi tulang punggung logistik energi di kawasan dengan permintaan tertinggi di Indonesia. Ini langkah konkret untuk memperkuat ketahanan dan efisiensi distribusi energi,” ujar Indra.

Pelaksanaan pembangunan pipa proyek sepanjang 96 kilometer ini sudah mencapai 8 kilometer pipa tertanam dengan lebih dari 216.816 jam kerja selamat. Dengan target beroperasi pada 2027, jalur pipa ini akan memiliki keandalan mengurangi ketergantungan pada distribusi darat, menurunkan biaya logistik, sekaligus mengurangi jejak karbon distribusi BBM.

Di Aceh, penguatan infrastruktur energi juga berjalan signifikan melalui Revitalisasi Fasilitas LNG Arun yang dikelola anak usaha Pertagas Group, PT Perta Arun Gas (PAG). Proyek ini sedang memasuki fase akhir dengan pada bagian tangki F-6004 dan fasilitas pendukungnya.

Tangki LNG berkapasitas 127.000 m³ tersebut merupakan bagian utama dalam menjadikan Arun sebagai hub LNG kawasan Asia, berkat posisinya yang strategis dan kedekatannya dengan pasar internasional. Revitalisasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemanfaatan infrastruktur energi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional.

“Revitalisasi LNG Arun adalah bagian dari strategi beyond pipeline Pertagas Group untuk memperluas layanan, memperkuat portofolio, dan mendukung kemandirian energi Indonesia,” jelas Indra.

Related posts