GETPOST.ID, Tangerang – Penjualan compact SUV bergaya coupe Suzuki Fronx sudah tembus 4.000 unit per Rabu (23/7) di Indonesia, sejak peluncuran pada akhir Mei lalu alias durasi kurang dua bulan.
Donny Saputra, Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan dari 4.000 unit SPK ini, sekitar 67 persen dipesan untuk varian tertinggi, Fronx SGX. Sekitar 22 persen varian GX dan sisanya varian bawah, GL.
“Pasar terbesar Suzuki Fronx saat ini adalah pasar Jabodetabek, yakni 32 persen. Kemudian pasar Jawa Tengah sebesar 13 persen, Jawa Timur dan Jawa Barat masing-masing 10 persen. Sementara pasar Sumtra dan Kalimantan adalah 10 persen dan 9,” ujar Donny saat jumpa pers di booth Suzuki-GIIAS 2025, ICE-BSD City, Tangerang, kemarin.
Menariknya, lanjut dia, pasar Fronx tumbuh di semua daerah di Indonesia.
Suzuki Indonesia mengakui volume permintaan pemesanan Fronx sangat tinggi saat ini, bahkan melebihi volume produksinya di pabrik Suzuki di Cikarang, Bekasi.
Maka itu, SIS berkoordinasi langsung dengan pihak pabrikan supaya dapat memenuhi pertumbuhan permintaan Fronx saat ini.
Tujuannya agar distribusi unit kendaraan ke konsumen dapat lebih cepat alias waktu tunggu (inden) tidak lama. Saat ini indennya masih normal sekitar satu bulan termasuk waktu pengiriman rata-rata 2 pekan di seluruh Indonesia.
“Bagi yang ingin memesan Fronx sekarang tidak perlu khawatir, karena indennya tidak lama!,” tegas Donny.
Compact SUV Fronx mempunyai dua varian mesin: K15B dan K15C. Mesin K15B dipakai untuk Fronx varian GL, sedangkan K15C untuk varian GX dan SGX (hybrid).
Di balik kap mesin varian SGX dan GX, Suzuki Fronx mengusung K15C yang dipadukan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Alhasil mampu menghasilkan tenaga sebesar 74 kW per 6.000 rpm dengan torsi maksimal 135 Nm per 4.400 rpm.



