Perhatikan Empat Variabel Ini Sebelum Membeli Mobil Listrik

Media test drive Hyundai Kona Electric ke Semarang.

GETPOST.ID, Tangerang – Mobil listrik semakin populer di Indonesia, karena biaya operasional dan
perawatan lebih murah dan sedikit, serta desain eksterior nan futuristik.

Tren mobil listrik diyakini makin bertumbuh, apalagi  makin banyak model EV dipasarkan dan lokasi charging station-nya juga makin bertambah di Indonesia.

Read More

Di tengah laju pasar mobil listrik, konsumen tetap perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum membelinya. Beberapa variabel yang penting jadi perhatian; lokasi produksi, teknologi, solusi layanan purnajual, dan infrastruktur pengisian daya.

Salah satu pemain besar mobil listrik, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), paham variabel itu dan berkomitmen menghadirkan mobil listrik yang relevan dengan aspirasi konsumen.

Salah satu model yang siap menjawab berbagai pertimbangan konsumen itu adalah All New KONA Electric, yang dibanderol mulai Rp 500 jutaan.

Menariknya, model ini menjadi kendaraan listrik pertama di Indonesia yang menggunakan baterai produksi dalam negeri, sekaligus langkah penting HMID mendukung pertumbuhan ekosistem dan industri manufaktur lokal.

Selain itu, All New KONA Electric dibekali dengan fitur-fitur canggih, layanan purnajual  berkualitas, dan kemudahan akses pengisian daya demi memastikan kenyamanan pengguna, serta ideal untuk mobilitas harian di dalam kota maupun luar kota.

Hyundai Kona Electric sudah diproduksi di pabrik Hyundai, Cikarang, Bekasi.
Manfaat produksi mobil listrik secara lokal

Produksi mobil listrik secara lokal penting untuk mendorong kemandirian industri dalam merakit EV
dan menjawab kebutuhan pasar. Karena itu, Hyundai memilih memproduksi All New KONA
Electric secara Completely Knock Down (CKD) di Indonesia, ketimbang Completely Built Up (CBU).

Begini penjelasannya, mobil CKD diimpor dalam bentuk komponen terpisah, tujuannya supaya dapat dirakit di negara tujuan (Indonesia). Sedangkan, mobil CBU diimpor dalam kondisi sudah jadi dari negara asalnya.

Impor CKD juga memberikan sejumlah keuntungan bagi konsumen Indonesia:

  1. Lead time lebih cepat, mobil diterima konsumen lebih pasti.
  2. Harga jual kompetitif karena ada dukungan insentif dan komponen lokal.
  3. Layanan purnajual lebih terjamin karena banyak suku cadang tersedia di dalam negeri. All New KONA Electric punya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 80% loh, tertinggi dari semua EV di Indonesia.

Produksi All New KONA Electric secara lokal menunjukkan komitmen Hyundai mendukung kemajuan ekosistem EV di Indonesia dari hulu ke hilir.

 

Cluster meter All New Hyundai Kona Electric.
Fitur Penting Mobil Listrik

Selain dirakit di Indonesia, sesuai namanya mobil listrik jamak mempunyai fitur bernama Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Untuk All New KONA Electric, fitur ADAS-nya bernama Hyundai SmartSense,  teknologi ADAS canggih untuk menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan pengguna.

Hyundai SmartSense di All New KONA Electric punya beragam fitur andalan, antara lain Lane Keeping Assist, Blind-spot View Monitor, dan Smart Cruise Control (SCC) with Stop & Go.

Menariknya, fitur seamless ke smartphone juga tersedia di All New KONA Electric: Hyundai Bluelink. Fitur ini memungkinkan pengguna mengontrol fitur-fitur di mobil langsung dari aplikasi ponselnya. Fitur-fitur Hyundai Bluelink tersebut; Remote Door Lock/Unlock, Remote Climate Control, dan Find My Car

Performa Jarak Tempuh

Soal jarak tempuh sangat penting bagi konsumen saat membeli mobil listrik. All New KONA Electric ternyata punya jarak tempuh hingga 420 km. Ini otentik karena berdasarkan kegiatan “Hyundai Media Drive: The all-new KONA Electric” dengan rute Jakarta – Semarang.

Dari media test drive yang juga diikuti Getpost.id tersebut, rata-rata baterai tersisa ada di kisaran 15-20%, alhasil jarak tempuhnya bisa bertambah 70-95 km!

Getpost.id menjajal All New Kona Electric di Brown Canyon, Semarang, Jawa Tengah.
Layanan Purnajual Mobil Listrik Hyundai

Layanan ini sangat penting, sebab mencakup semua kebutuhan perawatan kendaraan, mulai dari garansi suku cadang dan solusi servis berkualitas.

Alhasil, konsumen tidak perlu khawatir menjadi konsumen mobil listrik Hyundai. Berikut ini dukungan layanan purnajual untuk mobil listrik Hyundai:

  1. Jaringan dler resmi lebih 110 putlet di seluruh Indonesia.
  2. Teknisi bersertifikasi global, termasuk World Skill Champion untuk perawatan EV.
  3. Garansi baterai 8 tahun sehingga memberikan rasa tenang untuk jangka panjang.
  4. Lokasi pengisian mobil listrik Hyundai sangat banyak, bisa ditemukan di banyak tempat, mulai dari diler Hyundai hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di fasilitas publik.
  5. Pemilik EV Hyundai juga dapat mengisian daya baterai mobilnya di rumah. Sehingga bebas
    berkendara tanpa khawatir kesulitan mengisi daya kendaraan.
  6. Untuk charging ini, Hyundai Indonesia punya solusi berupa pemasangan home charger untuk penggunaan harian. Kemudian akses ke lebih 600+ charging points mitranya, dan charging subscription untuk fleksibilitas biaya dan kenyamanan berkendara.

 

 

Related posts