GETPOST.ID, Jakarta – Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merotasi jabatan Ketua DPRD DKI Jakarta memantik perhatian publik dan menuai beragam respons.
Keputusan tersebut ditandai dengan pencopotan Khoirudin dari posisi Ketua DPRD DKI Jakarta dan menunjuk Suhud Alynudin sebagai penggantinya, berdasarkan Surat Keputusan DPP PKS No 179/SKEP/DPP-PKS/ 2026 tentang Penggantian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Periode 2024-2029.
Keputusan ini cukup mengejutkan publik, meski ini masalah internal di PKS.
Pasalnya, sejak menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta per Oktober 2024, Khoirudin mampu menjalankan perannya dengan baik, termasuk komunikasinya yang positif dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan masyarakat Betawi, yang menjadi masyarakat inti Jakarta. Sehingga pembangunan kota dan program-program Pemprov DKI Jakarta dapat berjalan cukup lancar.
Alhasil, keputusan ini menuai tanggapan dari sejumlah tokoh masyarakat Betawi. Selama ini rekam jejak Khoirudin terbukti bagus dan cukup berpihak pada kepentingan masyarakat Jakarta dan kaum Betawi. Berbagai program yang menyentuh pelaku seni dan budaya lokal, serta perhatian terhadap p ersoalan layanan publik juga menjadi catatan baik Khoirudin.
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid sebelumnya menyatakan pergantian tersebut merupakan hal wajar dalam dinamika organisasi partai. Sebab jabatan di DPRD merupakan bentuk penugasan partai kepada kader.
“Tour of duty itu hal wajar di partai. Karena posisi di DPRD itu merupakan penugasan yang diberikan oleh partai kepada kadernya,” ujar Kholid.
Pelukis maestro Betawi, Sarnadi Adam, mengaku terkejut atas pergantian tersebut.
Ia menilai momentum pergantian terasa mendadak, mengingat Khoirudin belum lama ini masih aktif menghadiri kegiatan seni, termasuk membuka pameran tunggal lukisannya.
“Namun apa pun alasannya, karena ini merupakan keputusan internal partai, saya tentu harus menghargai,” ujar Sarnadi dalam siaran pers, Jumat (1/5/2026)
Ia menggambarkan Khoirudin sebagai sosok pemimpin yang memiliki perhatian terhadap pelaku seni dan budaya Betawi. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tapi juga diwujudkan melalui kehadiran langsung dalam berbagai kegiatan seni.
“Beliau sosok yang hebat, mau merangkul kami sebagai pelaku seni budaya. Bahkan, beliau juga menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian budaya Betawi melalui kegiatan seni lukis,” tuturnya.
Sarnadi juga mengenang momen ketika Khoirudin membuka pameran tunggal lukisannya di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, awal April lalu. “Sebagai seniman Betawi, saya sangat bangga, pameran lukisan saya dibuka langsung oleh Ketua DPRD DKI.”
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, Khoirudin sempat berjanji akan memberikan dirinya kesempatan untuk pameran lukisan Betawi di lobi Gedung DPRD DKI Jakarta pada peringatan HUT DKI Jakarta pada Juni mendatang.
Harapan juga disampaikan kepada pimpinan baru. Sarnadi berharap Suhud Alynudin dapat melanjutkan perhatian terhadap pelaku seni dan budaya Betawi.
“Saya berharap semoga beliau yang baru dapat memberikan perhatian yang sama kepada para pelaku seni dan budaya Betawi,” kata dia.
Sementara Ketua Forum Jurnalis Betawi (FJB) M Syakur Usman mengingatkan agenda-agenda pembangunan kota Jakarta yang perlu dikawal dan menjadi perhatian Ketua DPRD baru, sehingga kesinambungan dan keberlanjutan program tetap dijaga.
Menurut Syakur Usman, Bang Khoirudin sosok yang terbuka dan mau menjalin komunikasi secara jujur dengan para jurnalis. Hal ini tampak saat Bang Khoirudin mengundang FJB dalam beberapa agenda Ketua DPRD DKI Jakarta, seperti buka puasa bersama, halal bihalal, dan terakhir pembukaan pameran tunggal pelukis Sarnadi Adam.
“Bang Khoirudin punya komitmen tinggi untuk membantu pembangunan aspek sumber daya manusia (SDM) masyarakat Betawi, maka itu FJB menyayangkan sekali tugasnya sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta berlangsung singkat, kurang 2 tahun,” kata Syakur Usman.
Komitmen Tinggi pada Jakarta dan Betawi
Senada, tokoh masyarakat Betawi asal Kota Bambu, H Muhammad Nuh, menilai Khoirudin sebagai sosok pemimpin yang rajin dan dekat dengan masyarakat.
“Beliau orang yang rajin dalam menjalankan tugas. Bahkan setiap undangan dari masyarakat, beliau selalu menyempatkan diri untuk hadir, terutama dalam kegiatan masyarakat Betawi,” ujar Babe M Nuh, yang juga Ketua Harian Persatuan Masyarakat Jakarta Muhammad Husni Thamrin (Permata MHT).
Ia juga menyoroti kepribadian Khoirudin yang dinilai memiliki adab dan akhlak yang baik serta aktif dalam kegiatan keagamaan seperti majelis taklim.
Meski demikian, ia menegaskan keputusan pergantian merupakan ranah internal partai yang harus dihormati. Namun, dia berharap sosok pengganti dapat melanjutkan kontribusi yang telah dirasakan masyarakat, khususnya warga Betawi.
“Semoga pengganti beliau akan memberikan kontribusi yang sama terhadap masyarakat Betawi,” pungkasnya.
Sementara, tokoh silat tradisi Betawi asal Rawa Belong Abdul Manaf, juga menyayangkan pergantian Ketua DPRD DKI Jakarta dalam tempo singkat. Sebab Bang Khoirudin cepat berkomunikasi dengan masyarakat Betawi sebagai masyarakat inti Jakarta, begitu dilantik sebagai Ketua DPRD pada 2024.
Setelah itu, dia juga mampu menjalin komunikasi yang baik dengan banyak tokoh dan komunitas Betawi sehingga publik mengetahui kebijakan-kebijakan yang tengah dirancang oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Komunitas silat cingkrik di Rawa Belong mengingat betul komitmen Bang Khoirudin untuk memajukan tradisi Betawi terutama main pukulnya,” ujar Bang Manaf, guru besar Sanggar Silat Cingkrik S3 Rawa Belong.
Polemik pergantian ini Ketua DPR DKI Jakarta mencerminkan dinamika politik di tingkat daerah yang tidak hanya berkaitan dengan struktur kekuasaan, tapi juga menyangkut harapan dan kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpin kota Jakarta, kota global berbasis budaya Betawi.
Pergantian Ketua DPRD ini sudah disetujui dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta pada Kamis (30/4/2026). Selanjutnya hasil rapat paripurna ini akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri RI untuk menjadi keputusan.



