Peran Penting Olla Ramlan di Drama Series Walid: Heaven’s Reign

VIU_WALID_CAST POSTER_OLLA RAMLAN

GETPOST.ID, Jakarta-  Olla Ramlan terlibat dalam drama series Walid: Heaven’s Reign, yang merupakan kelanjutan dari serial Bidaah yang viral tahun lalu, resmi tayang perdana mulai Selasa (26/02/26).

Olla Ramlan yang dipercaya memerankan karakter sangat penting. Olla mengaku sangat antusias saat menerima tawaran dari Viu. “Aku baru saja selesai dengan drama dari Viu, Secret High School, lalu aku ditawari series ini. Tapi waktu itu tidak langsung diberi tahu, apakah aku akan jadi istrinya Walid yang ke berapa atau sebagai karakter lain, aku pun masih bertanya-tanya. Tapi aku antusias karena tahu respon masyarakat yang luar biasa terhadap Bidaah,” ujar Olla.

Read More

Berperan sebagai Raras Kartika, Olla menjalani proses syuting selama 20 hari dengan perasaan campur aduk. “Ada lokasi syuting di kawasan Perak, Malaysia, yang berada di tengah hutan, dan aku harus menempuh jalan kaki sekitar 70 meter untuk ke kamar mandi yang dipakai bersama kru lain. Tidak ada VIP, jadi semua antre. Kami syuting selalu pagi hari dan di sana dingin banget. Tanpa air panas di kamar mandi. Bahkan aku ada adegan mandi di air terjun dalam waktu cukup lama dan harus tetap berdialog sekaligus memastikan kualitas audio dengan kru,” tambahnya.

Kondisi pondok tempat ia menginap pun berdinding kayu dengan sela-sela yang bisa dimasuki serangga sekitar. “Nyamuk luar biasa dan serangga di sana juga membuat aku takut dan tidak bisa tidur. Jadi aku sempat tertekan dan menangis,” kata Olla.

Episode perdana langsung dibuka dengan situasi  genting, yaitu Walid berada dalam pelarian dari aparat kepolisian!

Ia tidak sendirian. Ada pihak yang membantu Walid keluar dari penangkapan sebelum akhirnya dibawa menuju wilayah pedalaman. Tempat tersebut diyakini para pengikutnya sebagai lokasi aman yang sulit dijangkau aparat dan dianggap sebagai perlindungan terakhir bagi sang pemimpin.

Ketidakhadiran Walid di tengah Jemaah Jihad Ummah segera memunculkan pertanyaan besar. Sosok yang selama ini menjadi pusat keputusan tidak lagi berada di garis depan. Siapa yang akan mengendalikan kelompok ketika  pemimpinnya berada dalam pelarian?


Related posts