GETPOST.ID, Seoul – Kia Corporation mengumumkan kinerjanya di kuartal kedua tahun ini. Penjualan globalnya mencapai 795.183 unit, turun 1,6% dari tahun sebelumnya.
Meski demikian, pendapatan per kuartal perusahaan naik 5% menjadi 27,57 triliun won Korea. Laba operasional juga tumbuh menjadi 3,64 triliun won, dengan marjin laba operasional 13,2%. Sementara laba bersihnya 2,96 triliun won.
Penjualan per kuartal turun sedikit akibat penghentian sementara produksi di beberapa pabrik Kia untuk meningkatkan fasilitas untuk produksi kendaraan listrik. Namun, profitabilitas perusahaan masih bertumbuh positif karena harga bahan baku yang stabil, nilai tukar menguntungkan, tingkat insentif di industri, dan penambahan lini produk yang berpusat pada model dengan high-value-added.
Dari penjualan global 795.183 unit, penjualan Kia di Korea Selatan sendiri tercatat 138.150 unit di kuartal II, turun 8,4% secara tahunan. Ini akibat penurunan permintaan industri yang turun 9,5% menyusul efek dari pemotongan pajak konsumsi individu tahun lalu.
Namun, di pasar Amerika Utara, penjualan kendaraan rekreasi (RV) yang tinggi mendorong peningkatan penjualan Kia di luar Korea Selatan. Wilayah Amerika Latin dan Asia Pasifik juga bertumbuh penjualan. Memang penjualan di Eropa menurun, karena ada penurunan ekspor kendaraan subkompak. Ini akibat penghentian sementara produksi di Kia AutoLand Gwangmyeong, Korea Selatan.

Penjualan Kendaraan Listrik
Pada kuartal II ni, Kia mencatat penjualan ritel global 162.000 unit kendaraan listrik, termasuk mobil hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan baterai listrik (BEV). Jumlah ini naik 8,3% secara tahunan. Lepas dari fase adopsi EV secara global, Kia mencatat peningkatan penjualan untuk model HEV dan BEV unggulannya, EV9.
Kontribusi kendaraan listrik Kia terhadap total penjualannya naik 2,5% menjadi 21,4% di kuartal II. Peningkatan ini didorong permintaan tinggi untuk mobil hybrid dengan penjualan sebanyak 89.000 unit, tumbuh 7,5%.
Sementara penjualan BEV juga tumbuh 21,8% menjadi 54.000 unit, dan penjualan PHEV turun 15,3% menjadi 20.000 unit.
Di Korea Selatan, penjualan kendaraan listrik berkontribusi sekitar 40%, Eropa Barat 38,6%, dan Amerika Serikat 17,9%.
Prospek Selanjutnya
Kia berencana untuk memimpin segmen elektrifikasi dengan memperkenalkan model EV3 dan EV6 terbaru. Selain itu, Kia akan meningkatkan penjualan di Korea Selatan dengan menghadirkan kendaraan hybrid populer dan mempertahankan momentum penjualan melalui peluncuran K8 terbaru pada semester kedua tahun ini.
Di Amerika Serikat, Kia berencana meningkatkan brand value melalui tingkat insentif optimal.Terus meningkatkan volume penjualan dan profitabilitas melalui model-model baru, seperti Sorento Hybrid Facelift, Carnival Hybrid, dan K4.
Di Eropa, jenama asal Korea ini ingi memperluas jajaran mobil listriknya melalui peluncuran EV3 dan EV6 terbaru.



