Peluang dan Potensi Hyundai Subscribe, Layanan Sewa EV Cerdas ala Hyundai

IONIQ 5 jadi model EV yang dapat disewa dengan Hyundai Subscribe.

GETPOST.ID, Jakarta – Pasar mobil listrik atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia makin besar, berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2025.

Data wholesales Gaikindo 2025 menyebutkan, penjualan mobil listrik dari pabrik ke diler tumbuh 140 persen menjadi 103.930 unit. Alhasil, segmen BEV makin besar pangsa pasarnya, yakni sekitar 13% di pasar otomotif nasional.

Read More

Meski pasar mobil listrik bertumbuh setiap tahun, tak dipungkiri banyak konsumen otomotif Indonesia enggan, bahkan takut, membeli mobil listrik.

Lembaga riset Populix Juli 2025 memaparkan studi masyarakat Indonesia enggan memiliki mobil listrik (BEV). Hasilnya, ada tiga faktor utama masyarakat Indonesia enggan membeli mobil listrik. Pertama, layanan purnajual termasuk bengkel EV yang terbatas. Kedua, usia pakai baterai dan jarak tempuh .

“Faktor jumlah stasiun pengisian daya baterai dan waktu pengisian baterai lama jadi faktor tambahan keengganan membeli mobil listrik,” ujar Susan Adi Putra, Head fo Reserach Populix.

Keengganan ini ternyata bukan hanya milik Indonesia, tapi juga konsumen dunia.

Lembaga Deloitte baru merilis laporan bertajuk “2026 Global Automotive Consumer Study” pada Januari tahun ini. Laporan terbaru ini kembali menegaskan masih tinggi keengganan konsumen dunia memiliki BEV akibat beberapa variabel utama.

Variabel pertama, jarak tempuh (driving range). Bagi konsumen di Asia Tenggara (ASEAN), variabel ini paling tinggi, yakni 40 persen, setelah konsumen di Jerman dan Inggris Raya (48%).

Variabel kedua, waktu isi daya baterai. Variabel ini tinggi di semua konsumen dunia termasuk China, Jerman, India, Jepang, Korea Selatan, ASEAN, Inggris Raya, dan Amerika Serikat –rata-rata di atas 30%.

Top concern konsumen global terkait BEV adalah waktu isi daya baterai, jarak tempuh, dan baterai terkait harga atau performa. Menariknya, keamanan baterai juga jadi perhatian sejumlah responden di Korea Selatan, India, dan China,” tulis laporan tersebut.

Riset terbaru 2026 tentang mobil listrik dari Deloitte.

Fakta masih banyak konsumen yang enggan, bahkan takut, membeli mobil listrik tersebut dipahami oleh Hyundai Motors Group.

Karena itu, Hyundai Motors Group merilis layanan baru bernama Hyundai Subscribe di pameran IIMS Februari 2026.

Apa itu Hyundai Subscribe?

Alih-alih ngotot mengajak konsumen membeli mobil listtik, jenama asal Korea ini justru berpikir sebaliknya. Kenapa tidak sewa aja dulu!

Ya, Hyundai Subscribe adalah layanan sewa atau langganan mobil listrik dengan biaya bulanan, yang mencakup biaya asuransi, perawatan, dan pajak kendaraan. Alhasil, konsumen dapat menikmati mobil listrik dengan mudah dan tanpa takut di jalan.

Menariknya, layanan Hyundai Subscribe di Indonesia adalah layanan sewa mobil listrik Hyundai pertama di Asia Pasifik!

Kenny Lee, Presiden Direktur PT Hyundai Solusi Mobilitas, menjelaskan kami ingin memperkuat kehadiran EV premium Hyundai sambil tetap memprioritaskan aksesibilitas. Hyundai Subscribe menawarkan cara fleksibel bagi pelanggan untuk menikmati teknologi terbaru Hyundai, tanpa batasan kepemilikan tradisional.

“Saya bangga mengumumkan khusus untuk Hyundai, program ini diperkenalkan pertama kali di kawasan Asia Pasifik, dan Indonesia terpilih sebagai negara pertama,” ujar Kenny Lee, yang juga Presiden Direktur PT Hyundai Motors Indonesia.

Mobil listrik high performance Hyundai Ioniq 5 N dipasarkan di Indonesia.
Biaya Hyundai Subscribe

Wahyu Seto, Head of Hyundai Solusi Mobilitas, menambahkan tahap awal Hyundai Subscribe menawarkan dua model EV Hyundai, yakni IONIQ 5 dan IONIQ 5 N. Biaya sewa mulai Rp 15 juta per bulan dengan pilihan periode sewa mulai 12 bulan hingga 60 bulan (5 tahun).

Dengan biaya tersebut, pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya besar di awal dan mendapat beberapa manfaat tambahan. Antara lain mobil pengganti dalam keadaan emergency, layanan customer service 24 jam, dan gratis biaya pemeliharaan serta asuransi.

“Hyundai Subscribe dapat menjadi solusi bagi orang-orang yang enggan membeli mobil listrik saat ini, akibat rasa khawatir terhadap jarak tempuh, baterainya, dan sebagainya. Sebab layanan ini menawarkan solusi kepemilikan mobil listrik yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Pelanggan dapat menikmati mobil Hyundai dengan skema praktis tanpa komitmen jangka Panjang,” ungkapnya.

Manajemen Hyundai Motors Indonesia di IIMS 2026.
Komentar Konsumen

Om Tono, seorang profesional yang bekerja di kawasan industri Cikande, Serang, Banten, mengaku program Hyundai Subscribe menarik terutama bagi konsumen korporasi, terutama perusahaan-perusahaan yang berlokasi di Kawasan Ganjil-Genap Jakarta, karena mobil listrik bebas kebijakan ganjil-genap tersebut.

“Untuk kalangan korporasi, layanan Hundai Subscribe bagus, apalagi belum ada perusahaan lain (TRAC-Astra) yang menawarkan jasa sewa mobil listrik,” katanya pada Getpost.id.

Menurutnya, layanan sewa mobil listrik ala Hyundai ini cocok untuk kendaraan operasional dengan jarak tempuh tinggi, karena biaya energinya masih lebih hemat dibandingkan biaya bensin (BBM).

 

 

 

 

Related posts