GETPOST.ID, Jakarta -Pelajar asal Indonesia bernama Kenzio Muhammad Raharjo (12 tahun) meraih penghargaan Best Delegate dalam Asia World Model United Nations (AWMUN) X 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada bulan lalu.
AWMUN merupakan salah satu konferensi model United Nations (PBB) terbesar di Asia, yang mempertemukan delegasi dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu global. Setiap tahun ratusan peserta usia pelajar, mengikuti berbagai simulasi dewan PBB, seperti UNICEF, UNDP, WHO, dan UNESCO.
Saat ini Kenzio pelajar kelas 7 Spectrum International School.
Menariknya, di ajang ini Kenzio mewakili Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di UNICEF, memimpin pembahasan terkait pendidikan inklusif dan berkualitas bagi semua anak di dunia.
Setiap peserta berperan sebagai delegasi negara dalam simulasi sidang PBB. Di forum ini, para peserta berdebat, merumuskan resolusi, dan melakukan negosiasi untuk mencapai solusi bersama.
Kenzio berhasil mengidentifikasi berbagai tantangan dalam sistem pendidikan global, seperti ketimpangan akses, kesenjangan teknologi, dan kurangnya pelatihan bagi tenaga pendidik. Selain itu, dia menawarkan berbagai solusi inovatif, seperti pemanfaatan skema Public Private Partnership (PPP) untuk mendukung pendanaan pendidikan tanpa ketergantungan bantuan luar negeri.
Bahas Pendidikan di Dewan UNICEF
Dia juga menginisiasi pentingnya infrastruktur digital, seperti akses internet dan listrik demi mendukung program pendidikan berbasis teknologi. Keberhasilannya dalam memimpin diskusi dan membangun argumentasi kuat, menjadikannya salah satu delegasi paling berpengaruh di dewan UNICEF.
Dengan strategi diplomasi matang, Kenzio berhasil membentuk koalisi dengan delegasi lain dan meyakinkan forum terhafap urgensi solusi yang diusulkannya.
“Pendidikan bukan hanya hak, tapi juga investasi bagi masa depan. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan berkualitas akan menjadi generasi yang mampu membangun dunia lebih baik,” ujar Kenzio setelah menerima penghargaan, dalam siaran persnya.
Menurutnya, ajang MUN mengajarkan kami cara berpikir seperti pemimpin dunia. Kami belajar bukan hanya berbicara, tapi juga mendengarkan, memahami sudut pandang orang lain, dan bekerja sama untuk mencari solusi terbaik.
Kenzio merupakan satu dari delapan siswa Indonesia yang meraih prestasi di AWMUN X 2025.



