PANDI Perkenalkan Platform E.ID, Layanan Identitas Digital Terverifikasi dan Aman

Pengurus PANDI menjelaskan tentang platform E.ID di Jakarta.

GETPOST.ID, Jakarta – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) memperkenalkan platform baru bernama E.ID.

Ini dompet identitas digital yang dirancang untuk memudahkan individu dalam menyimpan, mengelola, dan menggunakan berbagai kredensial digital yang terverifikasi dalam satu platform terintegrasi. Kredensialnya mencakup hasil KYC, verifikasi email dan nomor telepon, kartu pegawai, kartu pelajar, sertifikat pelatihan, hingga ijazah yang dapat dibuktikan keasliannya secara cepat dan aman kepada pihak lain.

Read More

Mohamad Shidiq Purnama, Wakil Direktur Utama E.ID, menjelaskan platform E.ID berbasis teknologi blockchain dan mengacu pada standar Verifiable Credential W3C, sehingga E.ID menjamin keamanan, integritas, dan keaslian data identitas melalui mekanisme tanda tangan digital dari penerbit kredensial (issuer).

Selain itu, penerapan E.ID ini sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), yang mana pemilik identitas memiliki kontrol penuh atas data yang dibagikan, termasuk hak untuk menyetujui atau menolak permintaan akses, membatasi jenis data yang dibagikan, serta menentukan durasi penggunaannya.

“Platform digital E.ID bisa menjadi jawaban bagi kasus-kasus ijazah asli misalnya, karena pemiliknya tidak hanya diuji lewat nama atau nomor ijazah, melainkan nomor telepon dan email, serta lain-lain,” ujar Shidiq saat dijumpai di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, dengan pendekatan ini, E.ID tidak hanya menyederhanakan pengelolaan identitas digital yang kompleks dan rentan penipuan, tapi juga mendorong terciptanya ekosistem layanan digital lebih efisien, terpercaya, dan berorientasi pada perlindungan data pengguna.

Platform E.ID dapat bermanfaat bagi kalangan perhotelan atau penyelenggara konser atau event organizer, karena tamu atau konsumennya tidak perlu menunjukkan kartu identitas atau dokumen pribadi lainnya kepada petugas. Semua cukup lewat platform E.ID.

Sebelumnya, PANDI mempunyai layanan lain bernama S.ID.

Ini platform digital pengelolaan link dan microsite untuk toko online (shop). Pada tahun lalu, S.ID telah digunakan oleh 1,9 juta pengguna dan lebih 150 juta kunjungan per bulan. Menjadi salah satu platform digital lokal dengan pertumbuhan paling agresif di Indonesia.

Related posts