PANDI Incar Kenaikan Domain .ID dan Tingkatkan Kualitas Tata Kelola

Jumpa pers kinerja dan target PANDI 2026 di Jakarta.

GETPOST.ID, Jakarta – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menargetkan jumlah nama domain .id tumbuh menjadi 1,5 juta domain pada tahun ini.

Selain kenaikan jumlah nama domain, pada tahun ini PANDI juga meningkatkan kualitas pengelolaan dan tingkat keamanannya. Alhasil, domain.id makin mampu menjadi ruang digital aman, terpercaya, dan bermanfaat luas bagi masyarakat.

Read More

Domain .id terus menunjukkan tren pertumbuhan sepanjang 2025. Per Desember 2025, total domain .id yang terdaftar mencapai 1,43 juta domain. Jumlah ini lebih tinggi dari target PANDI (1,35 juta domain).

Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat, pelaku usaha, institusi pendidikan, komunitas, hingga sektor pemerintah terhadap domain .id sebagai identitas digital Indonesia. Apalagi aktivitas ekonomi dan sosial di ruang digital, domain .id  menjadi simbol kedaulatan, kepercayaan, serta keberpihakan pada ekosistem digital yang aman dan inklusif.

Ketua PANDI John Sihar Simanjuntak menjelaskan, pertumbuhan ini buah dari kerja bersama seluruh pemangku kepentingan ekosistem internet nasional.

“Peningkatan jumlah nama domain .id menunjukkan masyarakat Indonesia makin percaya pada domain .id. Bagi PANDI, pertumbuhan bukan hanya soal angka, tapi lebih penting adalah domain .id mampu menghadirkan ruang digital yang aman, berdaulat, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat tata kelola, kolaborasi, dan inisiatif keamanan menjaga kualitas ekosistem domain .id” ujar John saat jumpa pers kinerja PANDI 2025, kemarin (29/1).

Tahun 2026, PANDI menargetkan pertumbuhan domain .id sebanyak 1.5 juta nama domain terdaftar. Kenaikan ini turut diimbangi dengan program keamanan siber, edukasi publik, penguatan tata kelola, dan kolaborasi dengan berbagai mitra strategi. Alhasil, pertumbuhan domain tidak hanya meningkat secara kuantitatif, tapi juga terjaga kualitasnya.

PANDI targetkan 1,5 juta nama domain pada 2026.
Tanggung Jawab Sosial PANDI

Sepanjang 2025, PANDI melalui .id Academy secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi digital yang menjangkau 51.626 peserta dari beragam segmen, meliputi mahasiswa, tenaga pendidik, pelaku UMKM, komunitas, dan  instansi pemerintah.

Program literasi digital ini direalisasikan melalui total 272 kegiatan yang terdiri atas 122 webinar, 118 workshop, 6 kuliah umum, yang dilaksanakan secara daring maupun luring di berbagai wilaya Indonesia, mencakup Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.

Program .id Academy juga bekerja sama dengan berbagai lembaga strategis, antara lain Staf Khusus Kepresidenan Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Teknologi Komunikasi dan Informatika Pendidikan (Tekkomdik) DIY, Direktorat APD Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTKIP) Sumatra Barat.

Salah satu kegiatannya, pelatihan untuk UMKM, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Garut. Acara pelatihan ini meliputi sesi diskusi panel yang membahas peran AI dan teknologi sebagai alat bantu dalam digitalisasi UMKM saat ini yang diisi oleh Staff Khusus Presiden Bidang UMKM & Teknologi, Tiar Karbala, Ketua Pengurus APJII Wilayah Jawa Barat, Geary Muhammad, serta Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang.

Kolaborasi ini memperluas jangkauan literasi digital sekaligus memperkuat sinergi antara PANDI dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan Pendidikan dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia digital.

Selain memberikan pembekalan pengerahuan dan keterampilan digital, .id Academy juga berfokus pada penguatan kapasitas individu agar mampu berperan sebagai penggerak literasi di lingkungannya sekitar. Melalui skema Training of Trainers (ToT) yang sudah dilakukan sebanyak 18 kali selama 2025, peserta didoronf untuk tidak hanya memahami materi, tetapi juga membagikan kembali pengetahuan tersebut kepada komunitas yang lebih luas. Pendekatan ini memungkinkan manfaat literasi digital terus berlanjut dan berkembang secara organik, sekaligus mendukung pemanfaatan domain .id yang lebih luas di berbagai sektor.

Selain itu, PANDI juga mengalokasikan dana Rp 500 juta untuk program beasiswa  selama satu tahun akademik 2025/2026 yang mencakup semester ganjil dan semester genap. Program beasiswa ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan lima perguruan tinggi, yakni Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Teknologi Del ( IT Del), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Telkom University (Tel-U), dan Insitut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS). Setiap kampus tersebut menerima alokasi dana sebesar Rp 100 juta untuk  semester genap dan semester ganjil.

Melalui program beasiswa ini, PANDI berupaya memberikan dukungan nyata kepada mahasiswa sekaligus membangun fondasi penguatan sumber daya manusia digital secara berkelanjutan. Kolaborasi dnegan perguruan tinggi diharapkan dapat membantu menyiapkan talenta digital yang berkontribusi di ekosisstem digital yang terus berkembang.

IDADX Perkuat Keamanan Domain .id

Seiring meningkatnya jumlah pengguna domain, tantangan keamanan digital turut berkembang. Untuk memastikan kualitas ruang digital nasional tetap terjaga, PANDI menyelenggarakan Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX), yakni sebuah platform pertukaran data penanganan penyalahgunaan nama domain di Indonesia.

IDADX dirancang untuk menghimpun dan menyelaraskan data penyalahgunaan nama domain, mendukung proses identifikasi, notifikasi dan mitigasi, memperkuat kolaborasi registrar, ISP, regulator, dan komunitas, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap domain .id.

Dalam kerangka ini pula, PANDI bekerjasama dengan CleanDNS agar terintegrasi dengan IDADX. Dengan integrasi tersebut, penanganan domain terindikasi phishing, penipuan daring, malware, atau konten ilegal dilakukan melalui mekanisme yang lebih transparan, terkoordinasi, dan berbasis data.

 

Related posts