GETPOST.ID, Samarinda – Hyundai Motor Group memulai bisnis di sektor Advanced Air Mobility (AAM) di Indonesia dengan melakukan proof of concept (PoC) di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, akhir Juli lalu.
Di PoC ini, Hyundai Motor Group memperkenalkan solusi mobilitas komprehensif, mengintegrasikan platform Mobility-as-a-Service (MaaS), yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia. Dipamerkan pengalaman pemesanan dan pembayaran terintegrasi untuk layanan mobilitas darat-udara, termasuk AAM, dengan menggunakan Shucle, platform layanan mobilitas yang responsif terhadap permintaan.
Demo ini berjalan sukses ini sekaligus menyoroti potensi signifikan AAM membentuk masa depan mobilitas, terutama di ibu kota baru yang direncanakan di Kalimantan Timur, yang digambarkan kota ramah lingkungan di masa depan.
Hyundai Motor Group juga berhasil menyelesaikan penerbangan perdana di luar negeri dari Optionally Piloted Personal Air Vehicle (OPPAV), demonstrator teknologi AAM yang dikembangkan bersama Korea Aerospace Research Institute. Grup ini memimpin pengembangan powertrain listrik pesawat tersebut, memanfaatkan keahlian elektrifikasi yang terbukti di sektor otomotif. Menggunakan teknologi Distributed Electric Propulsion, yang secara independen menggerakkan beberapa motor dan baterai.

Hyundai Motor Group juga memamerkan S-A2, generasi terbaru pesawat AAM. Diperkenalkan di CES 2024, S-A2 mengikuti konsep visioner awal perusahaan, S-A1. Pengembangan S-A2 terus dilanjutkan untuk mencapai komersialisasi pada 2028.
Cheolung Kim, AAM Business Development Officer Hyundai Motor Group AAM Division, memperkenalkan layanan mobilitas Group’s Ground-Air Integrated serta konsep desain dan fitur utama S-A2 kepada para hadirin.
“Pengembangan pasar AAM memerlukan lebih sekadar inovasi pesawat. Upaya ini menuntut kolaborasi seluruh industri penerbangan,” kata Kim dalam siaran persnya.
Hyundai Motor Group dan Supernal akan terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk komersialisasi AAM pada 2028. Kami juga akan mempertahankan kemitraan strategis dengan pemerintah dan institusi Indonesia untuk memimpin ekosistem AAM masa depan.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi besar untuk aplikasi AAM di masa depan. Menyadari potensi pertumbuhanluar biasa, Hyundai meneken Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perhubungan Indonesia dan Otorita Ibu Kota Nusantara pada 2022 untuk berkolaborasi dalam pengembangan solusi mobilitas masa depan.



