Pameran Lab Indonesia 2026 Hadir di Venue Baru dengan Buyer Internasional

Suasana pameran Lab Indonesia 2024 di JCC, Senayan, Jakarta.

GETPOST.ID, Tangerang – Pameran dua tahunan, Lab Indonesia, siap digelar pada 15-17 April 2026 di venue baru: ICE-BSD City, Tangerang.

Pameran industri laboratorium ini bertema “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry: Innovation, Standards, and Global Competitiveness.” Memasuki edisi ke-8, Lab Indonesia, berkembang menjadi pameran industri laboratorium di Indonesia, yang mencakup sektor produk kimia untuk sektor medis, farmasi, pendidikan, dan penelitian ilmiah.

Lab Indonesia 2026 juga berperan sebagai platform bisnis strategis yang mempertemukan inovasi, penemuan, dan teknologi laboratorium dari berbagai negara untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan dan teknologi laboratorium terus meningkat, seiring pertumbuhan industri manufaktur dan berbagai program nasional, untuk meningkatkan kualitas produksi, pengendalian mutu, dan kepatuhan terhadap standar industri. Saat ini terdapat lebih 10.500 laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia, sementara pasar laboratorium klinis nasional diproyeksikan lebih USD 3,1 miliar pada 2027.

Kristi Wulandari, Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, penyelenggara Lab Indonesia 2026, mengatakan pameran tahun ini di lokasi baru, yakni ICE-BSD City dengan luas lahan sekitar 55 persen lebih besar dibandingkan pameran sebelumnya.

Lab Indonesia 2026 menargetkan lebih 300 perusahaan exhibitor dan sekitar 15.000 pengunjung profesional dari berbagai sektor industri. Selain itu, empat paviliun internasional dari China, Jerman, Korea, dan Malaysia juga dijadwalkan berpartisipasi. Diikuti perusahaan global dari 16 negara/wilayah; Amerika, China, Finlandia, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Prancis, Singapura, Swedia, Swiss, dan Taiwan.

“Besarnya partisipasi perusahaan internasional di Lab Indonesia 2026 menunjukkan Indonesia makin dipandang sebagai pasar penting bagi industri teknologi laboratorium. Kami berharap Lab Indonesia dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan industri dan riset di Indonesia,” ujar Kristi saat jumpa pers, kemarin (1/4).

Sementara, Saptogiri, Managing Director PT Wiralab Analitika Solusindo (peserta Lab Indonesia 2026), mengatakan kami meyakini masa depan laboratorium Indonesia ditentukan kemampuan memberikan hasil akurat, andal, dan sesuai standar regulasi, sembari tetap meningkatkan efisiensi serta mengadopsi teknologi analitik mutakhir.

“Melalui partisipasi di Lab Indonesia 2026, kami ingin menunjukkan komitmen terhadap transformasi ini. Sebagai peserta, kami hadir dan bermitra dengan berbagai pelanggan dan pemangku kepentingan untuk turut mendorong standar keunggulan laboratorium lebih tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Saptogiri.

Selain Wiralab, sekitar 53% peserta loyal menyatakan minat kembali berpartisipasi pada Lab Indonesia 2026. Komposisi peserta pameran juga menunjukkan dominasi perusahaan yang bergerak di bidang laboratory instruments dan scientific equipment, yang berperan penting dalam teknologi laboratorium modern.

Selain itu, solusi laboratory consumables, laboratory testing, research & development, serta quality assurance dan quality control juga menjadi sektor yang mendapat perhatian dalam pameran ini.

Mari kita pencapaian pameran Lab Indonesia 2024, program business matching mempertemukan lebih 150 buyers dengan para peserta pameran, serta menghasilkan lebih 720 pertemuan bisnis. Jumlah buyer juga meningkat 12,6%, sedangkan jumlah pertemuan bisnis juga naik 24,7%.

Jumpa pers Lab Indonesia 2026 di ICE-BSD CIty, Tangerang.
Platform Inovasi dan Riset

Menariknya, selain menghadirkan berbagai perusahaan teknologi laboratorium global, Lab Indonesia 2026 juga akan menjadi ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan industri, regulator, dan komunitas ilmiah untuk membahas arah perkembangan laboratorium di Indonesia. Sejumlah pakar dan perwakilan institusi yang dipastikan akan hadir di Lab Indonesia 2026.

Afrizal, Ketua Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Jakarta, menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar seperti keanekaragaman hayati, sumber daya mineral, serta SDM muda berbakat. Namun, menghadapi tantangan, seperti ketergantungan impor alat, minimnya hilirisasi riset, fragmentasi antar institusi, dan kurangnya kolaborasi dengan industri.

“Untuk mengatasi itu, diperlukan alur riset terintegrasi dari kampus, laboratorium standar, dan industri agar menghasilkan pengakuan global, serta peran strategis HKI sertifikasi kompetensi, menjembatani kolaborasi, dan standardisasi metode. Selain itu, kolaborasi antara industri dan akademisi serta dukungan media menjadi kunci menjadikan laboratorium kimia sebagai pusat inovasi menuju Indonesia Emas 2045,” kata Afrizal.

Wahyu Purbowasito, Deputi Akreditasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) sekaligus Sekretaris Komite Akreditasi Nasional (KAN) menambahkan, pameran Lab Indonesia bukan hanya tempat bertemu buyer dan klien dalam transaksi seputar peralatan laboratorium dan penunjangnya, melainkan berperan sebagai tempat update perkembangan teknologi terkini laboratorium, temu pelanggan, dan sharing pengalaman terhadap semua hal, termasuk update metode.

“Ini menjadi wadah yang mengisi kekosongan dalam hal pengelolaan laboratorium supaya lebih efektif dan efisien. BSN – KAN menyambut baik ajang ini dan secara aktif mendukung pelaksanaan pameran ini. Lab Indonesia menjadi contoh kerja sama G-to-B yang baik untuk mendorong pembangunan bangsa dengan penguatan infrastruktur mutu nasional guna mendorong daya saing produk Indonesia di kancah dunia,” paparnya.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Lab Indonesia menyediakan sejumlah fasilitas pendukung pameran, termasuk layanan free shuttle di beberapa titik strategis menuju ICE BSD City di Stasiun Rawa Buntu, Serpong – Tangerang Selatan; Citywalk Lippo Cikarang, Bekasi; Living Plaza Jababeka, Bekasi; Resinda Park Mall, Karawang; Botani Square, Bogor; Pulogadung Trade Centre, Jakarta Timur; Swiss-Belinn Modern Cikande, Serang – Banten.

Related posts