GETPOST.ID, Medan– PT Industri Karet Deli (IKD), produsen ban nasional dengan merek Swallow, Delium, dan Deli Tire, resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 10 MWp di fasilitas produksinya di Kota Medan, Sumatera Utara. Instalasi ini menjadi PLTS Atap terbesar di sektor industri di Provinsi Sumatera Utara hingga saat ini.
PLTS Atap tersebut memiliki kapasitas terpasang 10.004.630 Watt peak (Wp) dan menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih nasional sekaligus penerapan prinsip keberlanjutan di sektor industri manufaktur, khususnya industri otomotif.
PLTS Atap yang rampung dibangun pada 2025 ini diproyeksikan mampu menghasilkan energi bersih sekitar 12–13 GWh per tahun. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan langsung untuk mendukung kebutuhan operasional pabrik, sehingga mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.
Dari sisi lingkungan, keberadaan PLTS Atap ini diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon hingga 10.000 ton CO₂ per tahun, atau setara dengan penanaman sekitar 450.000 pohon.Direktur PT Industri Karet Deli, Darkiat Tjangnaka, mengatakan bahwa pengoperasian PLTS Atap ini menjadi tonggak penting dalam transformasi energi perusahaan.
“Peresmian dan pengoperasian PLTS Atap berkapasitas 10 MWp ini merupakan langkah strategis dalam mendukung operasional pabrik secara lebih efisien, sekaligus memperkuat ketahanan pasokan listrik perusahaan,” ujar Darkiat dalam keterangan pers, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan, perusahaan akan terus mengkaji peluang pengembangan kapasitas PLTS Atap seiring dengan pertumbuhan kebutuhan energi dan kemajuan teknologi. “Kami meyakini bahwa industri masa depan adalah industri yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tegasnya.
Peresmian PLTS Atap ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Medan, Wakil Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Kedutaan Besar Belanda, Perwakilan Uni Eropa, PT PLN (Persero), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Provinsi Sumatera Utara, KADIN, APINDO, jajaran manajemen PT Industri Karet Deli, serta PT Greenroof Energy Indonesia selaku pengembang proyek.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Medan, Citra Effendy Capah, mengapresiasi langkah PT Industri Karet Deli yang dinilai sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan di sektor industri.
“Inisiatif ini menunjukkan sinergi positif antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Medan Utara, Hiro Pingkir Pardede, menilai pengembangan PLTS Atap di lingkungan industri sebagai bentuk nyata dukungan pelanggan terhadap transisi energi serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sebagai pelanggan industri besar dengan daya terpasang 22,86 MW, PT Industri Karet Deli dinilai memiliki potensi signifikan dalam pengembangan energi bersih secara terintegrasi, termasuk pemanfaatan kendaraan listrik di kawasan industri.
PLTS Atap ini dikembangkan oleh PT Greenroof Energy Indonesia, perusahaan patungan antara Norfund, lembaga investasi pembangunan milik Pemerintah Norwegia, dan Climate Fund Managers yang didukung Uni Eropa.
Proyek ini dirancang dan dibangun sesuai standar teknis, keselamatan, serta ketentuan ketenagalistrikan yang berlaku.
Melalui proyek tersebut, PT Industri Karet Deli menegaskan komitmennya dalam penerapan prinsip ESG serta kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengembangan energi terbarukan di sektor industri otomotif nasional.



