Namanya Disebut di Mens Rea, Rhenald Kasali Ikut Berkomentar Soal Aksi Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono berkaitan dengan pertunjukan spesial komedinya bertajuk Mens Rea

GETPOST.ID, Jakarta- Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali ikut mengomentari Pandji Pragiwaksono berkaitan dengan pertunjukan spesial komedinya bertajuk Mens Rea. Pertunjukan komedi tunggal milik Pandji itu ditayangkan di Netflix dan menjadi show no 1 di Netflix Indonesia sejak awal penayangannya hingga kini. Beberapa orang melaporkan ke polisi mengenai penampilan Pandji yang dinilai menyinggung beberapa orang yang disebutkan.

Nama Rhenald juga disebut di panggung Mens Rea yang disandingkan dengan pemeran X Men. Menurt Rhenald, tokoh-tokoh yang disebut Pandji sudah sesuai dengan proposinya. “Politisi kita udah terbiasa menerima itu, dulu ada Fahri Hamzah yang mengundang komedian, itu biasa di roasting. Karena satir itu tujuannya adalah mencubit bukan untuk memeluk. jadi buat kalian yang ‘memeluk’ tokoh-tokoh cobalah dilepas-lepas,” kata mantan Komisaris Utama PT Pos Indonesia (Persero) dikutip dari akun Pandji di Threadnya, Minggu (11/01/26).

Read More

Rhenald juga memberikan contoh dengan mengunggah video Donald Trump. Dalam video tersebut terlihat Trump dihina oleha seorang host wanita yang mengatakan tidak heran jika banyak yang membenci Trump karena rambutnya jelek. Mirip dengan Justin Bieber yang terbakar. Tapi Trump malah menjawab, “Apa bedanya wet racoon (istilah bahasa slang yang dideskripsikan berantakan) dengan rambut Donald Trump? Wet Racoon tidak memiliki 7 miliar dolar di bank.”

Lebih lanjut Rhenald mengatakan sebaiknya melihat peristiwa ini seperti sebuah bangsa besar. Rhenald juga memberikan contoh penggalan ucapan dari Bung Karno, filusuf Voltaire dan Mark Twain. “Ada dari Mark Twain yang mengataka bahwa ‘tertawa itu bukan seseorang sedang meremehkan negara. Seringkali itu adalah cara paling waras untuk menyelematkannya,” ucap Rhenald.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali

“Jadi kuping kita boleh panas, mulut kita boleh udah nggak tahan tapi kita harus tetap waras. Jadi APH (Aparat Penegak Hukum) juga sedang bingung, ini perkara apa ya? Perkara kriminal? Perkara melawan hukum? Atau perkara baper?”

Beberapa netizen ikut berkomentar mengenai itu, dan merespon kenapa Gibran jika tersinggung tidak bereaksi seperti Donald Trump.

“Harusnya Gibran bisa meniru Trump, dengan kasih jawaban: Pandji boleh meroasting saya soal wajah saya yang ngantuk, tapi ingat Panji tidak punya paman di MK,” tulis akun Al****

“Perkara baper aja si. Menururt gue Pandji masih kurang keras buat mengkritik pemerintah dan pejabatnya,” kata akun Bu****

 

Related posts