GETPOST.ID, Jakarta – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengincar pangsa pasar lebih 30% pada tahun ini di segmen kendaraan komersial, tumbuh dari tahun lalu yang 29%.
Presiden Direktur IAMI Masayasu Hideshima menjelaskan kami siap menunjukan bisnis berkelanjutan melalui serangkaian peluang, yang menguntungkan dan tetap mempertahankan strategi fokus kepada pelanggan. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di kisaran 5%, lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan global 3,1%, hingga penurunan suku bunga acuan dinilai membuka peluang pembiayaan lebih kompetitif bagi pelaku usaha.
“Tahun 2026 menjadi fase penguatan untuk langkah berikut Isuzu di Indonesia dengan memaksimalkan produktivitas manufaktur. Mulai meningkatkan komponen lokal dan modernisasi fasilitas pabrik. Ini nilai lebih IAMI bersaing dan makin kompetitif,” ujar Hideshima saat jumpa pers di Jakarta, kemarin petang (26/2).
Menurutnya, IAMI juga akan tetap mempertahankan strategi berdasarkan Customer Centric Value dengan meningkatkan pemahaman, sekaligus relasi kepada pelanggan Isuzu, melalui peningkatan operasional dan pelayanan diler sampai menyediakan program-program pendukung .
Selain itu mengedepankan Solution Driven Success Value dengan menekankan pentingnya uptime dan implementasi teknologi elematics Isuzu Link, agar pelanggan mendapat pelayanan terbaik setiap saat.
“Melalui serangkaian strategi tahun ini, kami menargetkan kendaraan Isuzu berkontribusi terhadap pangsa pasar kendaraan komersial di Indonesia2026. Optimistis ini juga diiringi semangat Isuzu
menjadi Real Partner, Real Journey bagi Isuzu Partner setiap perjalanan bisnisnya,” jelasnya.
Kinerja Isuzu 2025
Pada tahun lalu (2025), Isuzu mencatat pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 29%. Ini bukti konkret resiliensi Isuzu di tengah persaingan yang makin sengit dan tantangan sepanjang tahun. Performa ini tak lepas dari kendaraan-kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan; Isuzu TRAGA menunjukan performa luar biasa dengan berkontribusi 47,5% terhadap total penjualan. Sementara Isuzu ELF berkontribusi 23,7% dan Isuzu GIGA mencapai 18,2%.
Pertumbuhan bisnis IAMIjuga ditunjukan melalui Isuzu Unit in Operation (UIO), yang terus meningkat setiap tahun. Peningkatan ini diimbangi dengan kebutuhan dukungan purnajual.
Strategi layanan purnajual berpusat melalui penambahan armada Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), dari 156 unit menjadi 162 unit, yang siap menghampiri konsumen di berbagai lokasi. Kemudian pertumbuhan Bengkel Mitra Isuzu (BMI) dengan standarisasi Isuzu Indonesia (dari 165 unit menjadi 175 unit), dan dukungan penuh jaringan part shop menjadi 2.097 titik.
Pelanggan juga masih mendapat dukungan penuh dari 4 unit Part Depo, memastikan konsumen segera mendapat suku cadangnya, hingga layanan Mechanic & Part on site di area-area khusus, seperti pertambangan atau perkebunan.
Alhasil, di layanan purnajual ini, penjualan suku cadang IAMI tumbuh 4,6%, terus meningkat selama 5 tahun terakhir. Selain itu, IAMI dengan fasilitas Isuzu Karawang Plant sebagai basis produksi, menunjukan ekspor lebih dari 8.000 unit ke 25 negara di berbagai kawasan termasuk Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.



