GETPOST.ID, Jakarta- Tidak banyak kafe yang buka pada pukul 07.00 pagi. Di kawasan elit daerah Jakarta Selatan, Senopati di deretan rumah mewah tersebut terselip sebuah rumah yang sudah berubah fungsi menjadi restoran, yakni Nur Corner. Resto ini milik Nur Asia yang dikenal sebagai istrinya Sandiaga Uno, mantan Menteri Pariwisata. Pada ahad pagi, di sepanjang jalan Senopati terlihat sudah banyak orang yang jogging dan jalan pagi. Nur Corner pun juga sudah ramai didatangi pengunjung yang ingin sarapan sehabis berolahraga. Mobil di parkir di sepanjang pinggir jalan raya. Pagi itu Getpost.id mencoba menikmati beberapa makanan di Nur Corner.
Konsep rumahnya yang nyaman, di penuhi dengan piring hias dengan nuansa Betawi di dindingnya. Saat memasuki ruangan indoor, pengunjung di sambut meja yang diletakkan di tengah ruangan. Meja dipenuhi dengan buku dan guci sehingga terlihat estetik. Lalu di sebelah kiri ada rak yang berisi produk makanan UMKM kering seperti keriping singkong, keripik pisang, kerupuk dan lainnya. Juga ada gelas dan tumbler yang dibubuhkan lukisan unik. Di tengah ruangan berdiri rak yang diisi dengan guci-guci indah, bisa dibilang ini agak riskan jika ada yang pecah. Rak itu menjadi pembatas untuk pelayan resto beraktifitas. Di sampingnya ada beberapa sofa besar, layaknya ruang tamu.
Sedangkan produk UMKM fashion terlihat di lemari rak yang posisinya agak ke dalam menuju tangga, sebrang rak guci itu. Ada mukena traveling yang dijual mulai harga Rp175 ribu-Rp180 ribu. Tunik dengan bordir, baju muslim serta sendal dan sepatu untuk wanita. “Kami mau Nur Corner bisa menjadi wadah berhimpun UKM-UKM untuk memasarkan produknya. Tentu produk ini harus lolos kurasi, dari kemasannya, rasanya. Tujuannya supaya produk UKM ini naik kelas,” kata Nur Asia, dikutip dari detikfood.com.
Nur Asia memanjakan pengunjung restonya dengan kenyamanan dan kebersihan, terlihat dari toilet yang didesain elegan, mushola yang bersih ditata hiasan dinding yang berkelas dipadu dengan karpet bersih dan deretan mukena yang digantung, tentunya dilengkapi dengan pendingin ruangan. Di sudut dalam resto tersebut, di mana ada mushola, toilet dan westafel ditata dengan apik. Di bagian westafel juga disediakan sabun cuci tangan, tisu sekaligus hand lotion yang wangi. Ada cermin besar dengan desain kayu didinding pembatas toilet dan mushola.
Konsep restonya homey, adem dengan banyak tanaman dan pepohonan di teras, didukung dengan berbagai makanan rumahan. Jadi berasa ada di rumah. Pelayanan di Nur Corner terbilang gercep (gerak cepat), sekali pesan dalam hitungan menit makanan sudah datang.
Untuk menu. Nur Corner menyediakan makanan rumahan mulai dari bubur ayam, berbagai jenis soto, ketupat sayur Betawi, hingga ke jajanan tradisional seperti lupis, singkong, pisang goreng, cireng, batagor dan berbagai pilihan menu lainnya. Untuk harga terbilang mahal, wajar mengingat restonya berada di kawasan elit Jakarta Selatan. Untuk bubur ayam yang dikenal enak lantaran langganan Sandiaga Uno, konon dulunya dijual di kawasan Driving Range Senayan. Untuk bubur ayam dihargai Rp45 ribu. Untuk soto Betawi Rp65 ribu, soto ayam Rp55 ribu. Untuk cake juga banyak pilihan misalnya 1 slice cake cokelat Rp45 ribu, Cake carrot Rp35 ribu.
“Bubur ayamnya lumayan, jujur aja kurang gurih, saya nilai 7,5 lah. Saya suka pernak-pernik Betawi di dindingnya itu,” kata Usman warga Rawa Belong.
Sedangkan Ira, pengunjung lain, mengatakan batagornya pas di lidahnya hingga memesan 2 porsi. “Cocok banget sama batagornya di sini,” katanya sambil mengatakan cirengnya bikin nagih.
Berawal dari garasi, kini Nur Corner bertransformasi menjadi kafe yang nyaman. Bangunan yang ada sekarang dulunya adalah kantor milik keluarga Sandiaga Uno. Di dinding terlihat foto proses bangunan before dan after. Proses renovasi baru rampung di akhir bulan Oktober 2021 jadi Nur Asia Uno melakukan Grand Opening Nur Corner dengan desain baru pada 31 Oktober 2021.



