MarkPlus: Kenaikan Harga Mobil di Indonesia Tidak Masuk Kantong Kebanyakan Rakyat +62

Pameran Wuling Octofest di Tangerang dan Jakarta.

GETPOST.ID, Jakarta – MarkPlus Inc menyampaikan studi terkini tentang industri otomotif Indonesia termasuk pasar mobil hybrid dan listrik. Studinya menunjukkan 56% konsumen menganggap harga jual mobil baru terus meningkat di luar kemampuan pendapatan mereka.

Sementara 50% merasa pajak mobil terlalu tinggi, 37% menghadapi suku bunga leasing memberatkan, dan 26% lainnya lebih memilih mobil bekas dengan harga sama.

Read More

Iwan Setiawan, CEO MarkPlus Inc dan Marketeers, mengatakan  hasil ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan keterjangkauan dan nilai dalam pasar mobil baru untuk menarik minat konsumen.

“Tantangan utamanya, kenaikan harga mobil baru tidak seimbang dengan pertumbuhan pendapatan rumah tangga, serta peningkatan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang mempengaruhi niat pembelian masyarakat melalui kredit kendaraan bermotor. Pada 2024, harga mobil baru naik 37% sejak 2014, sedangkan pendapatan rumah tangga hanya naik 28% di periode sama. Akibatnya, harga mobil baru lebih tinggi daripada pendapatan tahunan rata-rata rumah tangga, yang menekan daya beli dan menyebabkan konsumen semakin selektif dalam memilih kendaraan,” ujar Iwan.

Iwan memaparkan hasil studi itu dalam acara Automotive Industry Roundtable dengan tema Navigating The Future of The 4W Industry di MarkPlus Main Campus, Jakarta, Rabu (6/11). Acara ini hasil kolaborasi MarkPlus dengan Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT).

Menurut Iwan, industri otomotif Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang mempengaruhi daya beli konsumen. Dengan penjualan mobil baru yang cenderung stagnan di level sekitar 1 juta unit beberapa tahun terakhir, industri otomotif perlu beradaptasi dan berinovasi untuk tetap relevan di tengah perubahan pasar yang dinamis.

Segmen atas menantikan mobil yang luar biasa, sedangkan segmen bawah menghadapi tekanan daya beliu.

“Diperlukan strategi-strategi baru yang dapat membantu pelaku industri menghadapi tantangan pasar sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul pada segmen kendaraan listrik,” jelasnya.

Iwan Setiawan, CEO MarkPlus Inc dan Marketeers.

Pasar Mobil Hybrid dan BEV

Di segmen mobil hybrid, lanjut dia, Toyota mendominasi dengan pangsa pasar kuat, mencapai 67%. Sementara di segmen mobil listrik baterai (BEV), Wuling memimpin dengan pangsa pasar sebesar 47%. Dominasi Toyota di pasar hybrid dan tingginya penerimaan konsumen terhadap Wuling di pasar kendaraan listrik, mencerminkan tren menarik dalam preferensi konsumen Indonesia.

Di segmen BEV,  terjadi perubahan preferensi konsumen. Menurut analisis MarkPlus, mayoritas konsumen ndonesia masih melakukan riset online untuk membeli mobil, meski tetap memilih membeli secara offline di diler. Ini menunjukkan perlu strategi omnichannel kuat untuk memberikan pengalaman konsumen yang seamless.

Optimasi SEO, penggunaan media sosial, serta situs web dengan konten mendalam mengenai produk akan membantu  menarik minat konsumen sejak tahap awal perjalanan pembelian. Selain itu, konsumen di segmen BEV lebih memilih memverifikasi secara fisik, sebelum membeli yang menegaskan pentingnya jaringan showroom dan diler fisik yang andal.

“Di tengah berbagai tantangan, pergeseran ke arah mobil listrik menawarkan jalan baru yang sejalan dengan aspirasi masyarakat yang semakin sadar lingkungan. Pentingnya strategi yang menyeluruh bagi perusahaan otomotif menghadapi masa depan penuh tantangan dan peluang di Indonesia, pungkas Iwan.

Indra Prabowo, Ketua Umum FORWOT, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir di acara ini semoga dapat memberikan pemahaman mendalam tentang perubahan tren dan tantangan pasar otomotif nasional, serta memfasilitasi diskusi strategis yang memperkuat kolaborasi di antara para pelaku industri. “Kami berharap kegiatan ini menjadi sumber inspirasi dan solusi nyata bagi rekan-rekan yang hadir dalam menghadapi dinamika pasar terus berkembang.”

Acara ini berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi tanya jawab bersama para peserta. Ditutup dengan informasi mengenai MarkPlus Conference 2025 yang akan diadakan pada 4–5 Desember 2024.  Yang mana salah satu sesi mengangkat tema Reaching Consumers Everywhere: The Power of Omnichannel Approach dari perspektif brand langsung.

Related posts