GETPOST.ID, Jakarta – BYD Indonesia akhirnya memasarkan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) juga, dengan meluncurkan BYD M6 DM (Dual Mode), semalam (18/5).
BYD M6 DM pun menjadi mobil pertama BYD Indonesia yang berteknologi PHEV, melengkapi varian M6 EV yang sudah lebih dulu mengaspal. Mulai hari ini, Selasa (19/5), Anda bisa melihat dan menjajal M6 DM di diler-diler resmi BYD Indonesia.
Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, mengatakan M6 DM akan dipasarkan dengan harga kompetitif dan sesuai dengan situasi ekonomi terkini. Rencananya pengiriman unit ke konsumen pada bulan depan: Juni 2026.
“Hari ini, kami membawa semangat sama melalui teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia. Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang berkembang positif agar makin meluas dan inklusif. Teknologi DM yang lebih fleksibel, efisien, dan makin mudah diakses masyarakat termasuk di berbagai wilayah Indonesia, sehingga dapat menjangkau lebih banyak kebutuhan dan lapisan pasar di tanah air,” ujar Eagle.
Informasi yang dihimpun Getpost.id, harga jual BYD M6 DM berkisar Rp 300 jutaan hingga Rp 390 jutaan.
Liu Xueliang, Vice President BYD Co Ltd dan General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, menjelaskan alasan BYD masuk ke segmen mobil PHEV. Kata dia, industri otomotif global kini tengah memasuki fase transformasi besar menuju era New Energy Vehicles (NEV). Di tengah perubahan struktur energi global, tantangan lingkungan, dan kebutuhan mobilitas masyarakat yang berkembang, BYD percaya teknologi yang benar-benar bernilai tidak hanya hadir sebagai inovasi, tapi juga harus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Karena itu, melalui pengembangan teknologi dual mode (DM), BYD ingin menghadirkan solusi transisi energi lebih fleksibel, efisien, dan mudah diakses masyarakat termasuk di Indonesia. Kami percaya kehadiran teknologi ini akan mencatat sejarah baru dalam percepatan NEV di Indonesia,” ujar Xueliang dalam sambutannya semalam.
Perbedaan Utama BYD M6 DM dengan BYD M6 EV
Berikut ini fitur utama dan unggulan BYD M6 DM:
- Teknologi dual mode (DM)-i
Karena berteknologi PHEV, BYD M6 DM membawa mesin bensin 1.5L Naturally Aspirated yang mampu merilis tenaga 72 kW dengan torsi 125 Nm. Mengusung teknologi baterai khas BYD: Blade Battery (LFP). - Kombinasi sempurna antara mesin bensi dan baterai M6 DM menawarkan konsumsi bensin yang tinggi. Dalam salah satu pengujian internal, teknologi BYD DM mampu menghadirkan jarak tempuh hingga 1.800 km dengan kombinasi antara penggunaan baterai dan bensin. Alhasil, konsumsi bensinnya mencapai 65 km/liter!
- Desain Eksterior Secara dimensi dan profil, M6 DM tampak mirip dengan versi EV. Namun, ada beberapa detail berbeda. Misalny, Md DM mempunyai radiatir gril bermotif trapesium untuk menyalurkan udara ke mesin bensinnya.

Karakter GASS
Menariknya, saat memperkenalkan teknologi Dual Mode di Indonesia, BYD juga memperkenalkan filosofi BYD DM GASS, representasi karakter utama teknologi DM yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang makin dinamis.
GASS adalah kepanjangan dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Melambangkan empat karakter utama teknologi DM BYD di Indonesia.
Karakter Gesit tercermin melalui respons tenaga instan dan halus untuk mendukung pengalaman berkendara lebih nyaman dalam berbagai kondisi perjalanan baik di perkotaan maupun kebutuhan akselerasi di jalan tol.
Sementara, Andal adalah kemampuan sistem DM menyesuaikan performa kendaraan terhadap berbagai kondisi penggunaan. Mulai dari perjalanan harian di area perkotaan hingga karakter jalan dan pola perjalanan lebih beragam di berbagai wilayah Indonesia.
Karakter Senyap menjadi bagian dari pengalaman berkendara berbasis listrik yang menghadirkan suasana kabin lebih tenang dan nyaman, dengan minim suara serta getaran selama perjalanan.
Dan terakhir, Super Irit diwujudkan melalui efisiensi energi lebih optimal, dengan konsumsi bensin yang rendah serta kemampuan perjalanan jarak jauh yang tetap mendukung fleksibilitas penggunaan kendaraan sehari-hari.



