Mengusung semangat Light on Your Skin, Light on Your Mind, Lightplus menghadirkan konsep fourth space yang mendorong Gen Z untuk beristirahat sejenak dari layar gawai dan kembali membangun interaksi secara langsung melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan. Konsep ini lahir dari meningkatnya kebutuhan generasi muda akan ruang yang mendukung kesehatan mental sekaligus membantu mereka mengenal kebutuhan diri, termasuk kondisi kulit.
Pengalaman tersebut dilengkapi dengan Lightplus Bespoke Skin Dictionary, teknologi terbaru dari Lightplus by Wardah yang membantu peserta mengenali karakter kulit, personal color and shade, serta personality untuk memperoleh rekomendasi yang lebih relevan.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti beragam aktivitas seperti journaling, crafting, beauty class, skin checking, personal color analysis, hingga menikmati pertunjukan musik dalam suasana piknik yang santai.
Nastiti Prawitasari, Brand Manager Lightplus by Wardah, mengatakan bahwa fenomena ini menjadi peluang bagi Lightplus by Wardah untuk menghadirkan pengalaman baru yang menjawab kebutuhan generasi muda akan ruang untuk berhenti sejenak dan recharge. “Melalui Lightplus Lightperience: Picnic 2026, Lightplus by Wardah menghadirkan berbagai aktivitas ringan yang dipadukan dengan produk berformula gentle, potent, dan proven, sehingga mereka dapat kembali menjalani kesehariannya dengan kulit dan pikiran yang terasa lebih ringan.”
Light on Your Skin, Light on Your Mind
Lightplus Lightperience: Picnic 2026 menghadirkan berbagai aktivitas yang dirancang untuk membuka kesempatan bagi peserta berinteraksi dan mengeksplorasi diri. Aktivitas tersebut meliputi journaling, crafting, dan beauty classes, yang mempertemukan mereka dengan komunitas yang memiliki
1 Exploring Self-Development Trends Among Gen Z and Millennials (2025)
ketertarikan yang sama. Suasana akan dimeriahkan dengan sesi interaktif bersama Xaviera Putri, Aqeela Calista, Amanda Rawles, serta performance dari Ify Alyssa, Idgitaf, Reality Club, dan berbagai aktivitas ringan untuk melepas penat, mulai dari Light Journaling Class, Light Crafty Class bersama influencer, hingga menikmati Light Bites hasil kolaborasi dengan Feel Matcha dan Petit Bite. Pengunjung juga dapat memilih berbagai paket aktivitas pengalaman yang mencakup kelas kreatif, personalisasi serta mendapat beragam benefit eksklusif dari Lightplus.
Mental Health Counselor, Sasya Sava menjelaskan bahwa interaksi tatap muka dapat membantu generasi muda membangun koneksi yang lebih bermakna di tengah tingginya intensitas penggunaan media sosial. “Media sosial memudahkan kita terhubung, tetapi belum tentu membuat seseorang merasa benar-benar dekat dengan orang lain. Kehadiran fourth spaces dapat membantu seseorang membangun sense of belonging melalui interaksi yang lebih autentik dengan orang-orang yang memiliki minat serupa. Pertemuan seperti ini bukan hanya tentang bersosialisasi. Ini juga dapat menjadi bentuk self-care yang membantu seseorang lebih hadir, merasa didengar, dan lebih nyaman menjadi dirinya sendiri,” jelas Sasya.
Menurut Sasya, kesempatan untuk hadir, berbicara, dan melakukan aktivitas bersama juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan emosional.
Sebagai representasi Gen Z sekaligus Face of Lightplus by Wardah, Xaviera Putri mengatakan bahwa kesempatan untuk berinteraksi secara langsung menjadi semakin penting di tengah padatnya aktivitas digital. “Media sosial sering membuat kita sibuk mengikuti berbagai ekspektasi hingga lupa menyediakan waktu untuk diri sendiri. Lightplus Lightperience Picnic menjadi ruang untuk bertemu orang baru, mencoba aktivitas yang ringan, dan menikmati kembali interaksi secara langsung,” ujar Xaviera.
“Melalui teknologi terbaru dari Lightplus by Wardah, peserta juga dapat lebih memahami kebutuhan kulit dan menemukan produk yang sesuai agar tetap nyaman dan percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari,” lanjutnya.
Brand Experience yang Lebih Personal
Salah satu pengalaman utama dalam Lightplus Lightperience Picnic 2026 adalah inovasi teknologi Lightplus Bespoke Skin Dictionary, yang dikembangkan melalui proses co-creation bersama Xaviera Putri sebagai representasi Gen Z. Melalui pengalaman ini, peserta diajak mengenali tiga aspek personal, yaitu kebutuhan kulit, personal color dan shade, serta personality. Hasilnya kemudian digunakan untuk memberikan rekomendasi produk dan aktivitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta.
Produk Skincare dan Makeup Ringan yang Mengerti Gen Z
Selain menghadirkan brand experience lewat fourth space ini, Lightplus by Wardah memperkenalkan rangkaian inovasi produk yang tak hanya potent, gentle, dan proven, namun juga dirancang untuk mendukung kebutuhan kulit dan gaya hidup aktif Gen Z. Salah satunya adalah Sensitive Relief Low pH Facial Wash, pembersih wajah dengan konsep Barrier-First Relief System yang membantu membersihkan kulit secara lembut sekaligus menjaga kenyamanan kulit sejak langkah pertama rutinitas skincare.
Diformulasikan dengan 5 Skin Soothing Actives; Probiotics, B5, Nano Ceramide, Centella Asiatica, Beta-Glucan, serta 2x Gentle Cleansing Technology; Low pH Formula dan Amino Surfactant, produk ini dirancang untuk membantu menjaga kelembapan dan kenyamanan kulit, termasuk kulit sensitif maupun kulit yang sedang mengalami peningkatan sensitivitas (sensitized skin). Lightplus by Wardah juga menghadirkan kombinasi Hydrashot Intensive Moisturizer dan Lite Skin Filter Cushion melalui hero combination “Longlast Glowing Combo”. Kombinasi ini membantu menjaga kelembapan dan kenyamanan kulit sekaligus memberikan tampilan glowing tahan banting untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.
“Kami percaya bahwa masa depan beauty industry tidak hanya ditentukan oleh produk yang relevan, tetapi juga oleh brand experience yang membantu generasi muda mengenal diri, mengetahui kondisi kulit untuk menentukan skincare dan makeup yang sesuai, juga didukung dengan aktivitas yang light on your skin, light on your mind. Melalui Lightperience Picnic, kami juga ingin terus menghadirkan fourth spaces yang dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di berbagai kota, kampus, dan komunitas di Indonesia,” tutup Nastiti.



