KPSTI Sambut Federasi Pencak Silat Belanda, Silat Makin Populer di Eropa

Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) menerima federasi silat Belanda.

GETPOST.ID, Jakarta – Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) menerima kunjungan kehormatan dari Nederlandse Pencak Silat Federatie (NPSF) di Padepokan Pencak Silat Indonesia-TMII, Jakarta Timur, kemarin (11/1).

Rombongan tamu dari Belanda dipimpin oleh Mr Bradley Jacobs, yang menjabat sebagai Cultural and Traditional Affairs Nederlandse Pencak Silat Federatie, didampingi Mrs Helen dan Mr Supriyanto.

Read More

Kehadirannya diterima langsung Ketua Umum KPSTI, Mahfudz Abdurrahman dan jajaran pengurus. Acara ini untuk mempererat silaturahim dan memperkuat kerja sama budaya dan pencak silat antara KPSTI dan komunitas pencak silat di Belanda, khusus pengembangan pencak silat tradisi sebagai warisan budaya takbenda.

Ketua KPSTI Mahfudz Abdurrahman mengatakan, KPSTI berdiri seiring dengan dibentuk Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kekayaan kebudayaan Indonesia merupakan modal penting menuju penguatan peran Indonesia sebagai pusat kebudayaan dunia.

“KPSTI mengembangkan pencak silat melalui empat aspek utama, yaitu bela diri, olahraga, seni budaya, dan mental spiritual dalam membangun karakter. Fokus kami  menjadikan kebudayaan lestari di masa depan, sekaligus mendorong pencak silat sebagai diplomasi budaya,” ujar Mahfudz, pada siaran pers.

Supriyanto yang telah 47 tahun mengajar tentang Indonesia di Belanda, menambahkan pencak silat mendapat ketertarikan besar dari masyarakat Belanda, khususnya pada aspek mental dan spiritual yang terkandung di dalamnya.

Rangkaian kegiatan diawali penampilan atraksi silat tradisi oleh rampak pencak, yang menampilkan kekayaan gerak, nilai seni, serta filosofi pencak silat sebagai budaya bangsa.

Acara ini turut dihadiri para tokoh pencak silat tradisi nasional, seperti Edwel Datuk Gampo Alam (Guru Gadang Silek Harimau), Tubagus Bambang (PPS Cingkrik Goning), Sudirman Yan (PPS Perisai Putih), Bawor (PPS Al Azhar), dan Zarkasih (Ketua Harian Putra Betawi).

Nurali, Ketua Harian KPSTI, menambahkan pentingnya upaya bersama untuk terus “membumikan pencak silat tradisi” agar tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern.

Mr Bradley Jacobs menyampaikan empat aspek pencak silat perlu terus dikembangkan di Belanda. Menurutnya, KPSTI memiliki peran strategis dalam pengembangan tersebut, mengingat di Belanda pencak silat diakui sebagai warisan budaya takbenda.

Melalui pertemuan ini, KPSTI berharap kerja sama antara Indonesia dan Belanda di bidang pencak silat tradisi makin erat, sekaligus memperkuat peran silat sebagai jembatan persahabatan dan pemahaman lintas budaya.

Related posts