GETPOST.ID, Jakarta- Belum lama Mima Shafa anak sulung Mona Ratuliu dan Indra Brasco viral mengenai masalah kesehatan mental yang dihadapinya hingga mengaku ingin bunuh diri. Dengan berani, Mima mengungkapkan masalah yang dihadapinya terkait kesehatan mental yang dialaminya ke Instagram pribadinya. Banyak yang berkomentar dan lebih banyak memuji dengan keberanian gadis yang kini berusia 19 tahun itu.
“Sebelum Mima memutuskan mengungkapkan ke Instagram, dia sudah tahu risiko yang akan dihadapi. Tapi saya sebagai orang tuanya justru khawatir itu akan memicunya kembali, tapi ternyata tidak. Bahkan banyak yang menyadari jika mereka harus mencari pertolongan dan ke psikolog,” kata Mona yang menjadi narasumber di parenting talkshow bertajuk “Darurat Kesehatan Mental Remaja, Mengapa Kian Rentan?”yang diadakan oleh Farah.id pekan lalu.
“Ternyata banyak juga temannya yang mengalami hal saya sama dan akhirnya paham kalau dia harus ke psikolog. Tapi ketika si anak ngomong ke bundanya, malah dicemooh. Ngapain ke psikolog, lebay banget, sini curhat aja sama bunda,” cerita Mona.
Baca:
– Kesehatan Mental Remaja Makin Memprihatinkan, Efek Media Sosial?
Mona bercerita gejala yang dialami Mima di awal terkena mental health adalah pada usia 13 tahun. Saat itu Mima sering sekali mengeluh sesak nafas, sakit perut dan minta dijemput di sekolah. “Saya ingat saat itu ketika dia akan UN (Ujian Nasional), jadi karena keluhan dia, kita bolak balik ke UGD. Saat itu saya nggak tau kalau itu adalah kecemasan dan awal munculnya mental health,” kata Mona.
Baca Juga:
– Rentan Tertular Covid-19, Peran Vitamin D untuk Penderita Autoimun
Setelah itu Mima sering menangis tanpa sebab. Di malam hari Mima sering sekali datang ke kamar dengan mata sembab dan terlihat habis menangis hebat. “Aku mau tidur di sini, aku nggak tahu kenapa lagi sedih seharian, dan selalu menangis,” kata Mima yang ditiru Mona.
Lalu bulan berikutnya, masalah mental Mima kambuh lagi. Mima mengalami depresi berat bahkan mencoba menyakiti diri sendiri. Jam 3 pagi Mima minta pertolongan dan langsung dibawa ke UGD. “Itu masa yang sangat berat, penuh air mata. Suami nangis-nangis, sedangkan aku nggak bisa menangis, karena prioritas aku saat itu bagaimana menyelamatkan Mima,” cerita Mona.
Baca:
– Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Ini Strategi Pencegahannya
– Prevalensi Kanker Paru di Indonesia Meningkat, Ada Hubunganya dengan Vape dan Pengobatan dengan Imunoterapi PD-1
Setelah berhasil melewati masa kelam itu, Mona dan Indra kini bersyukur bisa melewat kondisi seperti itu lantaran berhasil mendapatkan pertolongan yang tepat. Kini Mima mencoba berbagi kisahnya untuk menolong orang lain.



