GETPOST.ID, Jakarta– Tidak banyak seorang fashion desainer yang tertarik untuk mengupas kisah sejarah masa lalu yang dikaitkan dengan fashion. Nina Septiana yang dikenal sebagai seorang fashion desainer baju muslimah tertarik untuk mengangkat kisah wanita di masa lalu agar mendapatkan porsi lebih dalam nilai sejarah. Ini tentunya terkait kampanye yang digaungkan Nina Septiana dalam program #AkuBerdaya mengenai ketangguhan seorang wanita.
Bekerjasama dengan Sinta Ridwan, seorang filolog dan mahasiswi S-3 Arkeologi muda, ditemukan manuskrip kuno ditemukan wanita berdaya di masa lalu. Dari sinilah Nina Septiana meluncurkan HerStori, kolaborasi antara fashion dengan sejarah. Sebuah terobosan baru yang belum pernah ada selama ini melalui brand Esensia by Nina Nugroho.
Kekuatan utama dari Herstori adalah riset yang dilakukan secara mendalam. Tidak hanya dilakukan berdasarkan catatan sejarah yang telah terbukukan dalam sejumlah literatur, melainkan juga melalui manuskrip kuna dan terjun langsung mengunjungi situs peninggalan para perempuan berdaya tersebut.
‘’Selama ini sejarah perempuan Indonesia seolah terpinggirkan, kita sulit menemukan catatan mengenai mereka yang ternyata sejatinya adalah figur luar biasa. Tidak hanya di dalam keluarga, tetapi juga di panggung politik, ekonomi, agama, budaya dan sosial di lingkungan sekitarnya,’’ terang Nina Septiana, desainer brand Nina Nugroho. Sosok yang diangkat adalah mereka yang meninggalkan bukti-bukti budaya, kehebatan, pemikiran, upaya dan perjuangannya sebagai sosok yang berperan penting bagi segala aspek kehidupan.
Baca:
– Professional Women’s Week 2021 Sukses, Nina Nugroho Deklarasikan #Akuberdaya untuk Seluruh Wanita Indonesia
– Nina Nugroho Wujudkan Mimpi #Akuberdaya lewat Professional Women’s Week 2021
– Tidak Didukung Suami, Salah Satu Kegagalan Bisnis dalam Dunia Wanita
‘’Saya sebagai periset masa lalu, selalu memikirkan wahana untuk membawa kisah-kisah masa lalu dengan cara yang berbeda. Selama ini saya mengalihwahanakan apa yang saya temukan, gali dan telusuri ke dalam media baru yang dikemas dengan cara kekinian. Bagaimana menyajikan masa lalu dengan menarik perhatian sekaligus menambah referensi baru dengan mengangkat hal-ikhwal yang jarang dikemukakan,’’ kata Sinta Ridwan yang juga menyiapkan e-book, web series, ilustrasi, NFT, serta komik melengkapi koleksi Herstori.
Selama tahun 2022, Herstori akan mengangkat sejarah keberdayaan dari 12 perempuan yang hidup antara abad 7 – 15 M. Dalam chapter 1 diperkenalkan sosok Mahendradatta, perempuan yang lahir dengan nama Gunapriya Dharmapatni pada 961 M ini adalah putri raja Sri Makutawangsawardhana dari Wangsa Isyana (Kerajaan Medang) di Jawa Timur. Ia menikah dengan Udayana, raja Bali dari Wangsa Warmadewa. Ia melahirkan Airlangga yang kemudian menjadi raja di Kahuripan, sementara putra-putranya yang lebih muda adalah Marakata Pangkaja yang menjadi raja Bali menggantikan Udayana dan Anak Wungsu yang naik tahta setelah mangkatnya Marakata.
Baca:
– Kain Tenun Langka dari Suku Baduy Banten, Pilihan Koleksi Nina Nugroho untuk ISEF 2021
Dalam acara peluncuran brand Herstori yang diselenggarakan di Museum Nasional, pada Jumat, 18 Maret 2022, digelar sebuah Bincang Sejarah yang menghadirkan sejarawan Dr Yerry Wirawan yang selama ini banyak mengupas sejarah perempuan-perempuan di era yang lebih modern. Hadir pula Dr Muhammad Faisal, Direktur Youth Laboratory Indonesia, seorang youth researcher yang banyak melakukan penelitian mengenai kiprah anak-anak muda dari berbagai era.
Fashion fotografer, Saefie Adji Badas akan membahas Herstori dari kacamata seorang fotografer, diperkaya oleh pembahasan dari Bung Bung Mangaraja Negoro, seorang fashion stylist.
Trunk show koleksi Herstori dibawakan oleh 12 (duabelas) mahasiswi dari 11 kampus terkemuka di Jakarta. Mereka adalah para duta kampus yang diharapkan akan menjadi corong Herstori agar keberadaannya menjadi inspirasi bagi gaya berbusana anak muda.
Alia



