GETPOST.ID, Jakarta – Suasana riuh rendah di Gedung Serbaguna Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jakarta Selatan, saat Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) menjamu para tetua adat Tanah Datar, Sumatra Barat, Jumat (20/9).
Sekitar 40 orang anggota rombongan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Tanah Datar diagendakan bersilaturahim dengan jajaran pengurus LKB dan PBB Setu Babakan. Rombongan dipimpin Staf Ahli Bupati Tanah Datar Drs Erizanur M.Si dan Ketua LKAAM Aresno Datuk Andomo, S.Ag.
“Kami datang ke sini untuk belajar. Karena di Sumatra Barat saat ini sedang ada upaya untuk menggali kembali budaya tradisional dan adat istiadat yang hampir punah baik kuliner maupun budaya lainnya,” jelas Erizanur, dalam siaran persnya.
Dia melihat banyak kesamaan antara Betawi dan Minangkabau, sehingga proses saling belajar ini menguntungkan. Selama tiga tahun terakhir ini, upaya pelestarian dan pengembangan budaya di Sumatra Barat menampakkan banyak kemajuan.
Sebelum ke Setu Babakan, rombongan yang terdiri atas para pemangku adat ini juga melakukan kunjungan “belajar” ke Yogyakarta.

Pada kesempatan sama, Erizanur tak lupa mengundang segenap pengurus LKB untuk melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Tanah Datar. Dia mempromosikan, salah satunya, istana Pagaruyung, yang di masa lalu pernah terbakar, kini sudah dibangun kembali untuk mengembalikan keindahannya.
Sementara Datuk Andomo lebih banyak memperkenalkan lembaga kekerabatan adat yang dipimpinnya.
“Sama seperti LKB, tugas kami adalah melestarikan, mengembangkan, dan mengawasi pelaksanakan adat dan budaya Minangkabau di Tanah Datar,” sebut Datuk Andomo, seraya menambahkan, lembaga tidak secara langsung mengurusi adat di nagari (desa).
Karena urusan adat nagari dipegang oleh Kepala Adat nagari. Jika ada permasalahan adat dan permasalahan hukum misalnya, barulah lembaga kerapatan ambil peran. Diketahui, Kabupaten Tanah Datar sendiri memiliki 75 nagari.
Di pihak tuan rumah, Ketua Umum LKB Beky Mardani menjelaskan posisi LKB sebagai mitra strategis Pemprov DKI yang membawahi sanggar-sanggar Betawi di Jabodetabek.
Beky memaparkan peran penting dan manfaat PBB Setu Babakan yang kawasannya menyatu dengan masyarakat sekitar. Kata Beky, survei menunjukkan, 72 persen pengunjung Setu Babakan datang untuk melihat atraksi seni dan budaya Betawi. Maka itu, atraksi budaya masih menjadi daya tarik utama.
Dia tak menampik, jika kelak LKB melakukan kunjungan balasan ke Tanah Datar buat belajar.
“Apalagi Jakarta sedang menggodok realisasi lembaga adat yang diamanatkan UU DKJ,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala UPK PBB Setu Babakan Toni Bako menyambaikan salam hangat kepada semua anggota rombongan, tanpa kecuali. PBB Setu Babakan menyambut para tamu istimewa ini dengan cara istimewa pula. Selain disuguhi tarian dan jamuan, tamu juga dipersilakan berkeliling area Setu Babakan yang makin sore makin adem diterpa angin sepoi-sepoi.



