Isu Kenaikan Harga, Pereli Rifat Sungkar Ungkap Tips Hemat BBM

GETPOST.ID, Jakarta – Harga bensin yang fluktuatif membuat efisiensi bahan bakar makin penting bagi para pengguna kendaraan. Namun, hemat BBM bukan hanya soal jenis kendaraan, melainkan juga cara merawat mesin dan gaya berkendara.

Pembalap reli Indonesia, Rifat Sungkar,
membagikan tips sederhana agar hemat konsumsi bahan bakar saat berkendara.

Read More

Menurut dia, kunci utama efisiensi ada pada dua hal, yakni kondisi kendaraan dan perilaku berkendara.

Berikut sejumlah tips penting dari Rifat Sungkar:

 

1. Pastikan Mesin dalam Kondisi Optimal
Performa mesin itu menentukan bagaimana konsumsi BBM, apakah boros atau tidak. Mesin yang sehat akan bekerja lebih efisien dibandingkan mesin yang tidak optimal.

“Paling menentukan adalah putaran mesin. Kalau mesin dalam kondisi capek, konsumsi bensin pasti berbeda,” kata Rifat.

Untuk menjaga performa mobil, peraih 8 kali juara Rally Nasional itu menyarankan menggunakan pelumas yang tepat, melakukan servis injektor secara berkala, memastikan fuel filter dalam kondisi bersih dan menjaga sistem pengapian, termasuk busi.

“Mobil modern itu, walau canggih tetap membutuhkan perawatan agar tetap berada di titik optimal,” ujarnya.

2. Hindari Gaya Berkendara Agresif
Selain kondisi mesin, faktor terbesar kedua adalah perilaku pengemudi. Gaya
berkendara agresif menjadi penyebab utama konsumsi BBM menjadi boros.

“Kalau nyetirnya nempel mobil depan, rem-gas terus, itu pasti boros,” jelas Rifat. Maka itu, dia menganjurkan agar konsumsi BBM  lebih efisien dan hemat, maka gaya berkendara secara halus dan mengalir (flowing) saat menginjak pedal gas menjadi sangat diperlukan.

“Lalu tetap menjaga jarak aman dan hindari gaya berkendara stop-and-go yang terlalu sering. Itu semua dapat membantu kita menghemat BBM secara signifikan.”

3. Jaga RPM Tetap Rendah
Tips untuk menghemat konsumsi BBM adalah menjaga putaran mesin (RPM) tetap rendah namun dengan kecepatan secara optimal. Semakin tinggi tenaga, maka semakin besar energi yang digunakan.

“Prinsipnya bukan gaspol. Tapi bagaimana kecepatan itu setinggi mungkin di RPM serendah mungkin,” ujarnya.

Untuk jenis mobil transmisi otomatis, Rifat mengatakan sistem gearbox umumnya sudah dirancang mencari titik efisiensi terbaik. Sehingga konsumsi BBM dirancang lebih stabil. Jika mobil memiliki mode berkendara ‘eco’ bisa dicoba untuk digunakan.

4. Gunakan Gigi secara Tepat (Transmisi Manual)
Untuk kendaraan manual, Rifat masih memegang prinsip sama , yaitu gunakan gigi setinggi mungkin dengan RPM serendah mungkin. Kebiasaan menahan gigi di posisi rendah dengan RPM tinggi, justru membuat konsumsi BBM lebih boros.
“Kalau mau efisien, jangan pertahankan gigi rendah di RPM tinggi. Harus ada penyesuaian,” kata Rifat.

5. Ubah Mindset Berkendara
Lebih sekadar teknik, Rifat menekankan pentingnya perubahan pola pikir saat berkendara. Efisiensi energi dimaknai, mengorbankan sedikit tenaga demi konsumsi bahan bakar lebih hemat.

Dengan kombinasi perawatan kendaraan yang tepat dan gaya berkendara yang lebih bijak, efisiensi bahan bakar bukan sulit dicapai. Di tengah kondisi energi saat ini, langkah sederhana ini tidak
hanya menghemat biaya, tapi juga berkontribusi pada penggunaan energi lebih berkelanjutan.

Rifat menambahkan kapasitas tangki BBM kendaraan pada dasarnya dirancang sesuai kebutuhan mobilitas harian masyarakat. Untuk sepeda motor umumnya memiliki tangki berkapasitas 3–7 liter,
sedangkan mobil berkisar 35–60 liter tergantung jenisnya. Dengan konsumsi rata-rata, motor hanya membutuhkan sekitar 0,5–1 liter per hari untuk jarak 20–30 km, sementara mobil pribadi sekitar 3–5 liter
per hari untuk jarak 30–50 km. Artinya, dalam penggunaan normal, satu kali pengisian penuh sebenarnya cukup  beberapa hari, sehingga tidak perlu melakukan pengisian berlebihan atau terlalu
sering.

Related posts