Irna Mutiara Bangun IFI: Cetak Desainer Muslim Profesional dengan Investasi 70 Juta per Tahun

Desainer Irna Mutiara

GETPOST.ID, Jakarta– Desainer Irna Mutiara, salah satu tokoh penting dalam perkembangan modest fashion Indonesia, mendirikan Islamic Fashion Institute (IFI) di Bandung sejak tahun 2016 sebagai wujud komitmennya membangun pendidikan mode berbasis nilai-nilai islami. Berangkat dari pengalamannya puluhan tahun di industri fashion, Irna Mutiara melihat perlunya sebuah lembaga yang tidak hanya mengajarkan teknik desain, tetapi juga memahami prinsip syariah dalam busana muslim.

IFI berkembang pesat sebagai lembaga pelatihan profesional yang fokus pada pengembangan keterampilan di  bidang fashion muslim. Programnya mencakup desain busana, pembuatan pola, teknik konstruksi, hingga  manajemen brand dan bisnis fesyen. Lembaga ini juga menjadi ruang pembinaan bagi para pelaku UMKM dan talenta muda yang ingin masuk ke industri modest fashion.

Read More

“Yang masuk ke sini pesertanya beragam ada yang lulus SMA, SMK, atau lulusan S1, S2 atau S3 bahkan ada yang sudah punya brand dan bisnis,” kata Irna Mutiara ditemui di event JMFW beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Irna mengatakan untuk pelaku bisnis yang telah memiliki brand juga mempelajari mengenai konsep fashion ke depannya. “Yang sudah punya desain menjadi lebih terstruktur dan rapi,” tambah Irna.

Salah satu materi penting yang selalu Ia tekankan adalah kemampuan brand owners untuk mengenali dan merumuskan DNA karya mereka. Bagi Irna Mutiara, kekuatan sebuah brand terletak pada karakter visual, filosofi, dan nilai unik yang konsisten muncul dalam setiap desain. Karena itu, IFI memberikan pembelajaran mendalam tentang bagaimana menemukan ciri khas, mengolah konsep desain, hingga menerjemahkannya menjadi koleksi yang selaras dengan identitas brand.

Pendekatan ini membuat para pemilik brand tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu membangun kepribadian desain yang otentik dan mudah dikenali pasar. Hal itu menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan brand busana muslim yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Melalui IFI, Irna Mutiara terus berkontribusi melahirkan desainer dan pemilik brand yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki arah identitas yang jelas dalam karyanya. Dengan begitu, industri modest fashion Indonesia semakin kuat, matang, dan siap bersaing secara global.

Irna Mutiara mengungkapkan bahwa biaya pelatihan di IFI mencapai Rp70 juta untuk program satu tahun. Angka tersebut mencerminkan kurikulum komprehensif yang mencakup teknik desain, pembuatan pola, manajemen brand, pengembangan identitas visual, hingga pemahaman mendalam mengenai prinsip modest fashion.

Dengan biaya tersebut, peserta mendapatkan pengalaman belajar terstruktur, bimbingan langsung dari praktisi profesional, serta akses ke berbagai materi dan fasilitas yang dirancang untuk membentuk desainer maupun pemilik brand yang benar-benar siap terjun ke industri. Hingga saat ini sudah ada 350 lulusan IFI yang tersebar di seluruh Indonesia dan di antaranya telah memilki brand besar.

“Kita tidak hanya mengajarkan desain tapi juga mengarahkan mereka untuk produk yang modest. Di Indonesia banyak wastra, bahkan ada ratusan. Ini bisa diolah studen dari luar daerah bagaimana wastra batik, sulaman atau tenun bisa diolah jadi produk modern. Sekarang ini target marketernya bebeda, bukan lagi di masa lalu. Ada tranfer tradisional ke modern,” ujar Irna yang memberikan kesempatan bagi lulusan sekolahnya dengan membawa ke luar negeri dan terlibat di event fashion di Indonesia.

Related posts