GETPOST.ID, Jakarta- Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia akan menyelenggarakan Kongres Nasional IV IPK Indonesia yang berlangsung pada 27-28 November 2021. Kongres tahun ini akan diselenggarakan secara luring berlokasi di Yogyakarta dengan mengangkat tema “Peran Psikolog Klinis untuk Kesehatan Jiwa Masyarakat lndonesia”.
Di masa pandemi ini tingkat kesehatan jiwa pada masyarakat memprihatinkan mengingat kondisi perubahan prilaku dan norma sehingga dibutuhkan psikologis klinis agar dapat beradaptasi. Oleh sebab itu, area layanan psikolog klinis mulai dari promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Era Masyarakat 5.0 dengan tanpa mengurangi nilai dan standar yang sudah ditetapkan.
Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia. Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si.,Psikolog dalam press conference daring Kamis, 25 November 2021, mengatakan,“Kebutuhan terhadap layanan kesehatan mental tidak lagi sebagai kebutuhan sampingan namun sebagai kebutuhan yang fundamental yang artinya peran psikolog klinis justru akan selalu dibutuhkan. Psikolog klinis membahas berbagai kondisi internal dan eksternal dari manusia agar dapat mendukungnya untuk bertumbuh dan menghindar (terhindar) dari berbagai hal merugikan dalam kehidupan. Oleh sebab itu, layanan psikologi yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak hanya berbatas pada cara lama dan baku serta harus dengan tatap muka.”
Baca:
– 16 Ribu Kasus Bunuh Diri Setiap Tahunnya di Indonesia, IPK Luncurkan Ehfa.id
– Ini Dia Buku Panduan Singkat Pertolongan Pertama Kesehatan Mental
– Ini Alasan Orang Melakukan Bunuh Diri Secara Live di Media Sosial
Lebih lanjut Dr. Gamayanti menjelaskan bahwa Indonesia masa kini, secara dinamis juga terus bergerak masuk ke dalam dinamika Era Masyarakat 5.0. Terlihat dari dunia maya dan digital menguasai keseharian masyarakat sehingga memicu munculnya fenomena masalah kesehatan mental yang disebabkan kemajuan teknologi.
Sehingga dampaknya juga dirasakan psikolog klinis dalam menjalankan peran sebagai praktisi dalam menangani kesehatan mental masyarakat dan atau akademisi yang mempromosikan serta mengedukasi kesehatan mental di tengah masyarakat.
Kongres Nasional IV IPK Indonesia yang akan dilangsungkan terdiri atas rangkaian kegiatan ilmiah dan sidang organisasi yang bertujuan untuk membuat perencanaan strategis terkait peran IPK sebagai organisasi profesi maupun peran psikolog klinis secara umum dalam menghadapi tantangan di masa mendatang, memfasilitasi continuing education untuk meningkatkan pengetahuan serta kompetensi anggota, serta mengevaluasi perjalanan organisasi IPK Indonesia dan memilih kepengurusan yang baru.
Pada acara ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang akan menyampaikan sambutan dan prosesi pembukaan Kongres Nasional IV IPK Indonesia secara resmi.
Kongres Nasional IV IPK Indonesia rencananya akan diawali dengan pidato oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (dalam konfirmasi) Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, serta Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK) yang akan disampaikan secara daring.
Kongres Nasional IV IPK Indonesia akan menghadirkan sejumlah narasumber kunci yang memyampaikan paparannya. Gubernur Provinsi Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP, akan menyampaikan paparan tentang ‘Kondisi Psikososial Masyarakat dan Peran Psikolog Klinis dalam Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Masyarakat’.
Selain itu, Prof. Dr. Elisabeth Kristi Poerwandari, M.Hum., Psikolog, Guru Besar Ilmu Psikologi Klinis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia akan mengangkat topik ‘Isu Kesehatan Jiwa dan Peran Profesi Psikolog Klinis dalam Meningkatkan Kesehatan Jiwa Masyarakat Di Era 5.0.’
Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah Mada menyampaikan paparan tentang ‘Perkembangan Diagnosa dan Proses Layanan Psikologi Klinis dalam Menghadapi Masyarakat Di Era 5.0’.
Alia F
IPK Indonesia Gelar Kongres Nasional, Layanan Psikologis Klinis Sesuaikan dengan Kondisi yang Dinamis



