GETPOST.ID, Cikarang – Hyundai mempunyai ekosistem kendaraan listrik (EV) paling lengkap pertama di Indonesia.
Selain pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) yang merakit mobil listriknya, pilar ekosistem EV lainnya, PT HLI Green Power (HLI) dan Hyundai Energy Indonesia (HEI).
Ketiga perusahaan inilah yang menjadi pilar kelengkapan ekosistem EV Hyundai di Tanah Air.
Lantas, apa sih peran HLI?
Untuk itu, kemarin (14/5), Getpost.id dan sejumlah media diajak untuk melihat langsung pabrik HLI di Karawang dan perannya dalam ekosistem EV Hyundai.
Jadi, pabrik HLI punya peran memproduksi sel baterai untuk EV Hyundai di Indonesia dan ekspor. Sel baterai yang diproduksi berupa lempengan pipih yang dilapisi alumunium.
Produksi 120 Ribu Sel Baterai per Hari
Ubaidah Jarrah, Professional Cell Technology Team HLI, menjelaskan produksi sel baterai meliputi tiga proses utama, yakni electrode manufacturing, cell assembly, dan formation.
Electrode manufacturing maksudnya, tahapan katoda dan anoda dicampur, kemudian dilapisi (coating) dan dipadatkan melalui roll pressing untuk membentuk elektrode yang pipih. Elektrode ini kemudian melalui teknik slitting, nothing, dan drying hingga menyerupai bentuk awal sel baterai.

“Setiap hari kami memproduksi 120 ribu sel baterai yang akan dirakit menjadi modul dan sistem baterai untuk EV Hyundai,” kata Ubaidah di lini produksi sel baterai HLI, Karawang.
Sayangnya, Getpost.id dilarang memfoto, apalagi membuat video, proses produksi sel baterai HLI. Kesan kami, proses produksi sel baterainya sangat modern dan canggih. Semuanya menggunakan robot/otomasi. Peran manusia hanya sebatas pengawas untuk mesin. Sementara kondisi pabrik bersih dan nyaman.
Proses Monitoring Sel 10 Hari
“Waktu produksi satu sel baterai sebenarnya hanya 2 hari. Namun, kami punya proses monitoring selama 10 hari untuk setiap sel baerai yang diproduksi, untuk mencegah kebocoran dan cek voltasenya. Alhasil total waktu produksinya jadi 12 hari,” kata Ubai.
Menurutnya, dengan proses monitoring selama 10 hari, kami menjamin sel baterai yang dipakai sebagai sistem baterai di mobil listrik Hyundai sudah aman. Dampaknya baterai mobil listrik Hyudai punya tingkat keamanan tinggi.
Sel baterai produksi HLI antara lain dipakai untek All New Hyundai Kona Electric yang dirakit di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Satu baterai lokal Kona Electric terdiri dari 216 sel atau setara 27 modul. Total berat baterainya sekitar 200 kg.
Setiap tahun HLI memproduksi sekitar 32,6 juta sel baterai, baik untuk memasok mobil listrik Hyundai Indonesia maupun ekspor (Hyundai dan KIA Korea Selatan).
Terakhir, Ubai mengatakan, pabrik HLI sudah berstandar dunia, sehingga sel baterai produksinya sebagian besar diekspor ke Korea Selatan (untuk Hyundai dan KIA). Untuk produk domestik (All New Kona Electric) baru mencapai 2 persen saja.



