GETPOST.ID, Jakarta – Perusahaan internet, PT Indointernet Tbk (Indonet), memperkuat jaringan fiber optik nasional yang digarap sejak 2024.
Kini, Indonet resmi mengoperasikan jalur fiber strategis Jakarta, yang terhubung dengan kawasan industri lebih dari 100 km, menggunakan infrastruktur 100% jalur kabel tanam (underground fiber) berkapasitas Nx576 core untuk mendukung konektivitas lebih andal dan berkelanjutan.
Agus Ariyanto, Direktur Operasional Indonet, menjelaskan hasil ini menjadikan Indonet sebagai perusahaan penyedia layanan infrastruktur digital pertama di Indonesia, yang menerapkan rute underground fiber berkapasitas besar di jalur strategis yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan industri dan data center area.
“Saat ini koneksi antar-data center menjadi aspek sangat kritikal dan menuntut tingkat high-availability tinggi. Dengan growth traffic terus meningkat antar-data center, dibutuhkan jaringan andal dan siap menjawab kebutuhan tersebut. Karena itu, sebagai pionir infrastruktur digital di Indonesia, Indonet melakukan ekspansi jaringan untuk memastikan konektivitas antar-data center berjalan dengan stabilitas tinggi dan performa terbaik,” ujar Agus dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/12).
Menurut Agus, infrastruktur baru ini dirancang menghadirkan konektivitas lebih kuat, stabil, dan tahan gangguan, serta mendukung high-availability bagi interkoneksi antar-data center besar di Jakarta hingga area Bekasi–Karawang.
Jaringan ini juga menjawab kebutuhan industri terhadap latensi rendah dan kapasitas tinggi, serta memperkuat konektivitas di kawasan industri dan data center area.
Dengan kedalaman pemasangan 1,5–2 meter di bawah tanah, fiber tertanam jauh lebih terlindungi dari risiko putus akibat aktivitas konstruksi, cuaca ekstrem, dan faktor eksternal lainnya. Alhasil, operasi jaringan tetap stabil, meski terjadi aktivitas di atas permukaan.
Proyek konstruksi jaringan fiber ini dimulai pada 2024, dan Indonet kini tengah membangun dua rute tambahan yang ditargetkan selesai pada akhir 2025. Sehingga secara keseluruhan, Indonet akan memiliki tiga jalur jaringan fiber.
Proses pembangunan infrastruktur Indonet mengikuti aturan dan arahan pemerintah pusat dan daerah. Setelah rampung, jaringan Indonet akan makin tangguh dan siap menjawab kebutuhan bandwidth, reliability, dan komputasi data berskala besar di era AI dan cloud.
Saat ini mayoritas, sekitar 70%, pelanggan Indonet berasal dari segmen korporasi termasuk perbankan, OTT, small medium enterprise, dan sebagainya.
Branding Baru Indonet
Didirikan pada 1994 dan pelopor perusahaan jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) pertama di Tanah Air, Indonet kini memulai babak baru dengan meluncurkan logo, identitas visual, visi-misi, dan nilai perusahaan terbaru. Langkah ini menjadi simbol dari transformasi besar yang memperkuat posisi Indonet sebagai penyedia infrastruktur digital terdepan di Indonesia.
Yudie Haryanto, Direktur Sales & Marketing Indonet, menjelaskan identitas baru ini mencerminkan semangat visioner, tangkas, dan tangguh, sejalan percepatan ekonomi berbasis data dan meningkatnya kebutuhan terhadap solusi digital andal di Indonesia. Peluncuran logo baru Indonet ini menegaskan komitmennya mendukung percepatan transformasi digital nasional, dengan memperluas jangkauan layanan hingga cloud.
“Kami percaya identitas baru yang lebih kuat dan menyatu ini akan memperkuat posisi kami, serta menegaskan komitmen Indonet menyediakan solusi infrastruktur digital berdampak di seluruh Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi kami To be the leading provider of sustainable, next-generation digital infrastructure in Indonesia, serta mendukung misi Digital Edge, parent company Indonet, dalam mendorong transformasi digital di kawasan Asia,” ujarnya.
Secara filosofis, identitas visual baru Indonet mengandung makna yang kuat. Warna oranye dipilih untuk merepresentasikan energi, optimisme, dan semangat muda, menggambarkan karakter perusahaan yang terus bergerak dinamis di tengah perubahan teknologi. Logo baru Indonet menampilkan pola visual terinspirasi dari kode biner (binary), yang tumbuh dari bentuk kecil ke besar sebagai simbol proses transformasi digital yang progresif dan berkelanjutan. Elemen ini juga melambangkan perjalanan Indonet dari penyedia layanan konektivitas sederhana menuju fondasi infrastruktur digital nasional yang berdaya saing global.
Transformasi ini semakin bermakna karena didukung oleh generasi muda yang kreatif dan inovatif. Saat ini, mayoritas tim Indonet terdiri dari talenta muda dengan semangat kolaboratif dan jiwa eksploratif tinggi, yang menjadi kekuatan utama dalam mendorong budaya kerja agile, eksperimental, dan berorientasi solusi.



