GETPOST.ID, Jakarta – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, anak usaha Salim Group, dipastikan melepas brand KIA dari bisnis otomotifnya. Brand otomotif asal Korea ini resmi masuk keluarga besar Indomobil pada medio 2019, dengan mendirikan usaha patungan PT Kreta Indo Artha.
Sumber Getpost.id di Indomobil Group tidak membantah kabar tersebut.
“Secara bisnis normal saja, ada brand yang keluar Indomobil, tapi banyak juga brand baru yang masuk ke Indomobil,” ujarnya, baru-baru ini.
Menurutnya, belakangan ini Indomobil banyak merekrut brand baru terurama brand otomotif asal China. Saat ini Indomobil telah memasarkan brand otomotif China: GWM, Aion, Maxus, dan yang terbaru: Changan.
Selain itu, Indomobil juga punya kemitraan baru untuk brand Eropa: Mercedes-Benz, Jeep, Citroen, Jaguar-Land Rover, dan Harley-Davidson.
“Jadi ada yang keluar (KIA), tapi Indomobil juga banyak bawa masuk brand baru, wajarlah,” tegas dia.
Di kalangan industri otomotif, kabar ini sudah santer. Namun, bos Indomobil masih mencoba mengelaknya.
Seperti yang diutarakan Jusak Kertowidjojo, Presiden Direktur Indomobil Group, saat menghadiri acara ID.Buzz Worlld Tour di Jakarta, akhir bulan lalu.
“Belum-belum, belum ada, nanti tunggu pengumumannya saja,” katanya singkat.
KIA Indonesia Beroperasi 2026
Kabar KIA hengkang dari Indomobil Group menguat, setelah prinsipal brand Korea ini memutuskan mendirikan anak usaha sendiri untuk bisnisnya di Indonesia.
Saat ini proses tersebut sudah berjalan cukup jauh, sebab prinsipal KIA sudah merekrut para profesional otomotif ternama untuk mengisi berbagai posisi di perusahaan baru kelak.
Kabar yang dihimpun, perusahaan baru KIA Indonesia ini sedang disusun personelnya mulai bulan ini. Mereka juga akan sowan ke Indomobil untuk memuluskan rencana ini.
“Mulai tahun depan perusaaan ini baru beroperasi resmi di Tanah Air,” ujar sumber Getpost.id yang mengetahui proses ini.
Berdasarkan data penjualan GAIKINDO periode Januari-September 2025, volume wholesales KIA adalah 75 unit, berada di peringkat 43 pasar mobil penumpang Indonesia.
Sedangkan retail sales lebih baik: volumenya 246 unit dan berada di peringkat 38.
Berdasarkan kinerja keuangan Indomobil Tbk kuartal III tahun ini, sebenarnya kinerja perseroan sedang bagus-bagusnya. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 257,59 miliar, tumbuh 216,06% secara tahunan.
Pendapatan bersihnya juga naik 4,62% menjadi Rp 22,72 triliun. Tentu saja pendapat terbesar datang dari bisnis otomotif, yakni Rp 9,97 triliun.
Jadi kenapa KIA hengkang dari Indomobil?



