Hati-hati, Daging Merah jadi Pemicu Kanker

ilustrasi daging merah

GETPOST.ID, Jakarta- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa daging merah sebagai penyebab kanker (Grup 2a karsinogen) dan daging olahan sebagai penyebab ‘pasti’ kanker (kelompok 1 karsinogen).

Istilah ‘daging merah’ termasuk daging sapi, daging sapi muda, babi, domba, dan kambing. Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP menyatakan bahwa daging merah dipanaskan dan dibakar sampai menghitam bisa berubah menjadi karsinogen (zat memicu timbulnya kanker).

“Daging merah kalau dipanaskan terlalu tinggi terutama grill bisa mengubah jadi sel- sel pemicu kanker. Ada mitos jangan makan yang bakar-bakaran, mitos itu salah. Bukan gosongnya yang menjadi pemicu kanker. Jika sate ayam atau sate kulit ayam dibakar gak ada masalah. Tapi kalau daging merah yang dibakar dengan jumlah yang banyak menjadi masalah,” kata Aru dalam webinar webinar Waspada Kanker Usus Besar: Pahami Resikonya dengan #PERIKSA (Peduli Risiko Kanker Kolorektal Sejak Awal)” Rabu 30 November 2022.

– Ini Opsi Pengobatan Kanker Kolorektal
– Kanker Tertinggi Kedua pada Pria, Kanker Kolorektal harus Diwaspadai

Aru mencotohkan gaya hidup pada pola makan keluarga jaman dulu dan sekarang berbeda. Sekerat empal, katanya, bisa dimakan oleh satu keluarga. Tapi sekarang ini, makan satu steak seberat 200 gram dimakan seorang diri. “Bukan menyalahkan daging merahnya tapi jika makan terlalu banyak itu yang jadi masalah,” ucapnya.

Kanker masuk dalam 10 besar dalam melakukan gaya hidup, cara kita makan dan prilaku. Aru mengatakan banyak pasien yang usia masih muda datang dengan keluhan kanker kolorektal. Fenomena ini sangat memprihatinkan dan selama ini kurang diperhatikan.

Baca:
 Mudah Diakses, Buku Digital Panduan Navigasi bagi Pasien Kanker Payudara Resmi Diluncurkan
– Imunoterapi Menjadi Harapan Baru untuk Penderita Kanker Payudara dan Serviks
– #HarapanBaru untuk Penderita Kanker dengan Pengobatan Imunoterapi

Kanker kolorektal merupakan keganasan yang menyerang jaringan usus besar (kolon) dan rektum (bagian usus paling bawah sampai anus/dubur). Di Indonesia, salah satu kanker tertinggi kedua pada pria adalah kanker kolorektal dengan jumlah kasus baru kanker kolorektal kenaikan mencapai 12 persen, menurut Globocan 2020. Kejadian kanker kolorektal menempati urutan keempat tertinggi di Indonesia dengan lebih dari 34 ribu kejadian baru sepanjang tahun 2020 di Indonesia.

Related posts