GETPOST.ID, Singapura- Gushcloud International resmi mengumumkan perannya sebagai pemilik tim gabungan Singapura–Malaysia dalam ajang X The League (XTL), sebuah kompetisi live commerce berskala global yang menghadirkan 32 tim dari delapan negara.
Kompetisi ini menjadi salah satu inovasi terbaru dalam industri digital, menggabungkan hiburan, pemasaran, dan e-commerce dalam satu panggung internasional. Kehadiran Gushcloud sebagai pemilik tim menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas pengaruhnya di sektor live commerce yang tengah berkembang pesat di kawasan Asia dan global.
Ronde perdana X The League resmi dimulai pada 23 Maret 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 11 April 2026. Acara ini dipandu oleh dua figur ternama di industri hiburan Asia, yakni BamBam dan Tiffany Young, yang turut menambah daya tarik kompetisi bagi penonton internasional.
“Singapura mungkin menjadi pasar terkecil dalam kompetisi ini, namun itu juga merupakan keuntungan kami,” ujar Jian Hao Tan, kapten tim Singapura-Malaysia dalam siaran pers baru-baru ini. “Kami selalu dituntut untuk berpikir kreatif, lebih banyak akal, dan melihat peluang di luar batas negara kami. Bergabung dengan Malaysia berarti menyatukan dua komunitas yang sangat aktif, dan saya tidak sabar melihat apa yang bisa kami capai bersama”.
Di kompetisi X The League, kemampuan para kreator akan diuji lewat berbagai tantangan live selling yang terbagi dalam beberapa babak. Pemenangnya ditentukan dari seberapa aktif mereka berinteraksi dengan penonton dan seberapa besar angka penjualan yang berhasil dicapai.
Format unik ini menggabungkan serunya dunia hiburan dengan ketatnya persaingan bisnis secara langsung. Di sini, para kreator tidak lagi sekadar tampil sebagai influencer, tetapi juga diuji kepemimpinannya sebagai kapten tim di panggung dunia untuk memperebutkan total hadiah senilai US$500.000. Bagi ekosistem kreator Singapura, ajang ini menjadi momen pembuktian bahwa pengaruh (influence) yang mereka miliki mampu diubah menjadi kesuksesan bisnis di tingkat global, bukan cuma di pasar regional.
Sebagai pemilik tim, Gushcloud akan mengarahkan strategi live-selling, mengoordinasikan kolaborasi kreator lintas negara, dan mengelola eksekusi kompetisi bagi kontingen Singapura–Malaysia sepanjang turnamen. Kontingen gabungan ini mencerminkan kuatnya infrastruktur operasional regional Gushcloud yang tersebar di 12 pasar di Asia-Pasifik, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.
“Ini adalah pertama kalinya Singapura menerjunkan tim dalam liga live commerce global sebesar ini, dan kami masuk sebagai underdogs yang siap membuktikan diri,” kata Joanne Liew, General Manager Gushcloud Singapore. “Peluangnya sangat besar. Di Singapura saja, social commerce—termasuk live commerce—sudah menyumbang sekitar sepertiga dari pasar e-commerce. Kompetisi seperti X The League menunjukkan bagaimana komunitas yang digerakkan oleh kreator dapat mengubah pengaruh menjadi performa komersial nyata di panggung global”.



