GETPOST.ID, Jakarta- ISOPLUS Run Jakarta 2026 sukses digelar di kawasan Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, ajang lari ini melibatkan hampir 8.000 pelari dari berbagai kalangan.
Para peserta datang dari beragam latar belakang, mulai dari pelari pemula, komunitas lari, pekerja profesional hingga keluarga muda. Tahun ini, ISOPLUS Run Jakarta menghadirkan sejumlah kategori, yakni 5K, 10K, serta Kids Dash.
Meski aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan sebaran abu vulkanik telah mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jakarta tapi gelaran ini tetap dilaksanakan.
Keputusan untuk tetap menggelar acara tersebut menjadi perhatian karena pada waktu yang sama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Badan Geologi mencatat Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga, sementara erupsi menerus telah terjadi sejak 5 September 2026 malam.
Safrita Aryana, Race Director Isoplus Run Series 2026, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kejadian ini dan menjelaskan bagaimana penyesuaian dilakukan di Isoplus Run Jakarta yang diadakan Minggu subuh agar acara tetap aman untuk dijalankan.
“Kami sudah mendiskusikan dengan tim dokter, kita tadi start dengan suasana yang tidak abu-abu, memang ada butiran halus, tetapi menyikapi hal ini kami memastikan water station tersedia secara rapat yaitu per 1,5 KM, sehingga kebutuhan hidrasi peserta dapat dikelola dengan baik selama berlari. Cut off time pun panjang yaitu 2,5 jam untuk 10K dan 1,5 jam untuk 5K. Suhu pagi ini kita start di suhu 25,9 derajat, dengan kelembaban 71,1%, dan kecepatan angin hanya 5km/jam. Mudah-mudahan kondisi ini cukup kondusif, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Dari pantauan kami tidak ada laporan ISPA dari para pelari,” papar Safrita dalam press conference usai race, Ahad (06/09).
Kondisi tersebut bahkan berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Sejumlah bandara, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, sempat mengalami penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik
Meski situasi tersebut terjadi, pihak ISOPLUS tetap menjalankan agenda lari yang telah dipersiapkan. Salah satu petinggi ISOPLUS menyampaikan bahwa hingga pelaksanaan acara, belum ada larangan dari pemerintah untuk menghentikan kegiatan tersebut.
Safrita menambahkan, Running Doctors yang hadir turut berlari bersama peserta di berbagai kategori dan pace. Dengan prinsip ‘Run. Observe. Handle’, para dokter yang merupakan pelari aktif memantau kondisi peserta secara langsung selama berada di lintasan dan dapat memberikan pertolongan awal apabila menemukan pelari yang membutuhkan bantuan.
Ferdiansyah Hardianto, Senior Brand Manager Isoplus menjelaskan tahun ini Isoplus Run Jakarta menghadirkan Running Doctors untuk membantu menjaga aspek safety, Running DJ untuk menambah energi dan keseruan di lintasan, Sedaap Pit Stop – yaitu finger food atau snack Sedaap bites dan Frosty Sip – yaitu frozen drink cornerdi KM 8,5 – KM 9 yang bisa menjadi refreshment peserta sebelum mencapai garis finish.
“Kami para Running Doctors hadir untuk membaur bersama pelari, mengamati kondisi mereka di sepanjang lintasan, dan memastikan pertolongan dapat diberikan sedini mungkin ketika ditemukan tanda-tanda yang membutuhkan perhatian medis. Pesan kami sederhana: listen to your body. Jangan memaksakan target apabila tubuh sudah memberikan sinyal bahaya, dan manfaatkan titik hidrasi secara teratur. Menyikapi fenomena debu halus abu vulkanik, setelah masyarakat beraktivitas di luar, masyarakat disarankan untuk dapat mencuci hidung,” kata dr. Taufan, perwakilan Running DoctorsIsoplus Run Series 2026.
“Bagi kami di ISOPLUS, UNLOCK YOUR GREATNESS menjadi sebuah spirit untuk terus bergerak dan melampaui batas diri. Kami di ISOPLUS pun terus “unlock the improvement” dengan semangat selalu memberikan yang lebih bagi para audience kami. Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, ISOPLUS Run Jakarta 2026 menghadirkan pengalaman race yang lebih relate dengan kehidupan urban,” ujar Ferdi.
Isoplus Run juga menciptakan Cooling Zone di KM 2 dan KM 8,5 atau jalanan yang dikelilingi dengan misty fan, yang dapat menyejukkan para pelari yang telah berkeringat, serta Digital Motion Installationdi KM 3-4 yang menampilkan karya dari visual artist Isoplus Run Series 2026: Popomangun.
“Kami ingin setiap runner pulang bukan hanya dengan medali, tetapi dengan pengalaman yang membuat mereka semakin ingin terus membuka kunci potensi diri mereka, dan pulang dengan happy karena experience yang mereka alami,” imbuhnya.
Isoplus memastikan aspek teknis dan kenyamanan peserta menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan tahun ini. Rute yang digunakan telah dikalibrasi dengan lebih presisi untuk memastikan jarak yang ditempuh peserta sesuai dengan kategori yang diikuti, sementara ketersediaan water station ditempatkan secara memadai di sepanjang lintasan.
ISOPLUS Run Series Hadirkan Complete Running Experience
Tidak hanya menyediakan perlombaan lari, ISOPLUS dikenal selalu menghadirkan program pendampingan terstruktur bagi peserta melalui menu latihan dan edukasi nutrisi. Menu-menunya diberikan langsung oleh Professional Running Coach Andy Soegiyanto dan Dokter Spesialis Gizi dr. Angela Dalimarta, Sp.GK. Program pendampingan ini dirancang agar peserta dapat mempersiapkan diri secara lebih terarah, baik mereka yang baru mulai berlari maupun pelari yang ingin meningkatkan performanya.
Pengalaman tersebut turut dirasakan oleh Diego Takaredase, anggota baru ISOPLUS Squad “Menurut saya, ISOPLUS Run ini tidak setengah-setengah dalam mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan aktif. Karena untuk menjaga performa, sehat itu bukan hanya soal latihan, tapi juga bagaimana kita memenuhi kebutuhan nutrisi, menjaga hidrasi, dan memberikan tubuh waktu untuk beristirahat. Saya sendiri merasakan manfaat dari program 21 Weeks Training yang diberikan ISOPLUS. Latihannya sudah terstruktur, jadi kita tahu kapan harus latihan ringan, intensitas sedang, intensitas tinggi, dan kapan harus istirahat. Kita tidak perlu kira-kira sendiri karena benar-benar ada guidance dari coach dan ahli nutrisi. Walaupun saya sering latihan dari jauh, saya tetap merasa dirangkul dan dibimbing secara menyeluruh,” ujar Diego Takaredase, ISOPLUS Squad asal Tomohon, Sulawesi Utara.
Semangat dan antusiasme para pelari pun turut tercermin dari persaingan di lintasan, dengan sejumlah pelari berhasil menunjukkan performa terbaiknya dan menjadi yang tercepat di masing-masing kategori. Pada kategori umum 10K Putera, Syamsuddin Massa tampil sebagai juara pertama dengan catatan waktu 31:27., sementara pada kategori 10K Putri diraih Novia Nur dengan waktu 37:09. Pada kategori 5K Putra, Irsan menjadi juara pertama dengan catatan waktu 15:20, sementara pada kategori 5K Puteri diraih oleh Nefry dengan catatan waktu 18:09.
ISOPLUS sendiri menjadwalkan seri berikutnya, yakni Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, pada 4 Oktober 2026



