GETPOST.ID, Jakarta – Mudik sambil liburan di hari raya Idul Fitri merupakan momen istimewa keluarga. Momen kebersamaan dengan istri dan anak-anak serta silaturahim keluarga besar, kerabat, dan sahabat.
Nah, di Lebaran tahun ini, kami memutuskan ke Yogyakarta, setelah tahun lalu ke Magelang. Model kendaraan yang kami pilih tidak macam-macam, bukan model mobil listrik (EV) yang masih dilanda kecemasan soal jarak tempuh (range anxiety).
Tapi yang pasti-pasti aja: Daihatsu Rocky. Compact SUV andalan Daihatsu yang mengusung mesin 1.0L Turbo.
Memang sih bukan mobil baru, tapi sebagai urban SUV, Daihatsu Rocky, menarik untuk dieksplorasi: road trip ke Yogyakarta.
Mesin 3 silinder generasi baru berkode 1 KR-VET mampu menghasilkan tenaga maksimum 97,8 ps per 6.000 rpm dengan torsi 14,3 kgm per 2.400-4.000 rpm. Meski hanya 3 silinder, mesin Rocky ajaib terasa tidak berisik.
H+3 Lebaran kami merencanakan start dari kawasan BSD City-Tangerang. Sebelum salat subuh, kami bergegas, supaya perjalanan lebih nyaman kala pagi hari, dan bisa tiba di Yogyakarta pada siang hari, pas dengan waktu check-in hotel. Kami full capacity, 5 orang dewasa dan barang-barang he…he….

Posisi duduk Rocky cukup nyaman, dengan pengaturan jok lengkap termasuk naik-turun, meski masih manual. Busa jok terasa empuk plus desain semibucket, membuat posisi pengemudi mantap terutama saat perlu berakselerasi spontan.
Berdasarkan peta digital, jarak tempuh ke penginapan kami di Maguwaharjo, Sleman, sekitar 600 km. Untunglah, kondisi lalu lintas terutama jalan tol cukup lengang. Meski kami cukup kaget kondisi rest area mayoritas masih ramai.
Meski full capacity, Daihatsu Rocky sanggup dibejek hingga kecepatan 140 km per jam. Tapi, kami jarang mencapai speed itu, rata-rata 100 km per jam. Yang penting safety dan nyaman selama perjalanan.

Performa Daihatsu Rocky
Mesin 3 silinder generasi baru berkode 1 KR-VET cukup bertenaga baik di rpm rendah maupun tinggi. Dengan sistem kemudi cenderung ringan dan transmsi CVT yang halus, mengendarai Daihatsu Rocky terasa menyenangkan.
Namun, bila mau lebih agresif, tinggal pilih mode berkendara Power. Caranya simpel, tinggal menekan tombol PWR yang berada sisi kanan kemudi. Alhasil, mobil lebih gercep saat diinjak gasnya.
Handling-nya juga cukup presisi dan penurut dengan stabilitas cukup oke. Plus ditunjang ban ukuran 250/60 R17 yang membuat traksinya bagus, plus fitur vehicle stability control (VSC).
Menggunakan DNGA (Daihatsu New Global Architecture), Daihatsu Rocky juga tampil modern dan bergaya. Untuk urusan hiburan, ada fitur Android Auto atau Apple Car Play, sehingga dapat mendengarkan lagu-lagu favorit dari Spotify atau YouTube Music. Alhasil perjalanan makin menyenangkan.
Beberapa fitur safety-nya seperti Lane Departure Warning fungsional, yang membuat kami lebih waspada bila keluar jalan. Begitu juga dengan Lane Departure Pretention (LDP), cukup smooth saat mengoreksi setir bila keluar jalan.

Konsumsi Bahan Bakar
Total jarak yang kami tempuh saat liburan ke Sleman, Yogyakarta, kemarin adalah 1.260 km atau 630 km per trip.
Sejak start di BSD City, kami melaju dengan kecepatan rata-rata 100 km per jam di jalan tol cenderung lengang. Meski full capacity, Daihatsu Rocky tak kesulitan dipacu lebih cepat lagi.
Mode berkendara Power (PWR) di transmisi CVT, membuat Daihatsu Rocky warna putih yang kami kendarai makin agresif. Tak ada halangan, meski membawa 5 orang dewasa plus bagasi ala mudikers.
Saat road trip ke Sleman, Yogyakarta, di MID, sebelum istirahat pertama di rest area Km 57, konsumsi bensin menunjukkan angka 1:19 km. Setelah dua kali rehat di rest area hingga tiba di Sleman, konsumsi bensin turun sedikit menjadi 1:16 km.
Setelah mengunjungi beberapa destinasi wisata di Yogyakarta, seperti Alun-alun Kidul, Gunung Merapi, Malioboro, dan Stadiun Maguharjo, kami kembali ke BSD City.
Berkendara pulang saat malam hari, konsumsi bensin Rocky tembus 1:19 km. Wow!
Secara umum, cukup menyenangkan road trip ke Yogyakarta dengan Daihatsu Rocky. Kesan sporty dan modern benar-benar menjadi citra kuat SUV kompak andalan PT Astra Daihatsu Motor.

Yang menjadi catatan sedikit dari road trip ini, setir perlu material lebih lembut. Alhasil, bila menyetir lama, tangan agak ‘kebal’.



