Film Superman (2025), Apakah Otak bisa Mengalahkan Otot? Pertarungan Seru Antara Superman dan Lex Luthor

David Corenswet menjadi Superman (2025)

GETPOST.ID, Hollywood– Film Superman (2025) ini menjadi penanda dimulainya era baru bagi DC Universe (DCU) di bawah arahan James Gunn dan Peter Safran (produser). Secara ambisius berusaha menghadirkan perspektif yang lebih segar dan menyentuh hati untuk pahlawan super paling ikonik ini. Selama ini film Superman digambarkan sebagai sosok yang kaku dan superior. Di tangan Gunn, superhero yang dikenal sejak 1948 ini menjadi berbeda dan lebih manusiawi.

Superman (2025) fokus pada perjalanan Clark Kent (diperankan oleh David Corenswet) dalam mendamaikan dua identitasnya: seorang jurnalis biasa yang bekerja di Koran Daily Planet, dan seorang pahlawan super dari planet Krypton yang bertanggung jawab melindungi Bumi. Film ini mengeksplorasi perjuangan internalnya, warisan Kryptonian, serta hubungan emosional dengan keluarga angkatnya di Smallville, Kansas.

Read More

Sosok Superman di sini terlihat lebih cepat emosional, ketika dia bergulat dengan keraguan apakah misinya untuk berbuat baik dan melindungi umat manusia didasarkan pada kebohongan. Niatnya untuk melindungi umat manusia -sesuai permintaan mendiang kedua orang tuanya –  membuatnya putus asa terlebih lagi ketika Luthor mengakali hologram terakhir kedua orang tuanya yang ditemukan di Crypton.  Melalui hologram orang tuanya, mereka mengirimkannya pesan – yang ia yakini sebagai – “harapan”, yang menginspirasinya untuk peduli terhadap dunia tempat ia datang.

Dari sini terlihat bagaimana Superman juga bisa sedih, putus asa, lemah, berdarah-darah layaknya manusia pada umumnya. Gunn memperlihatkan jika superhore juga manusia, tidak melulu membawa kemenangan. Terlebih melawan Lex Luthor yang sangat membenci Superman sehingga dengan kejeniusan otaknya bisa menciptakan berbagai macam senjata dan alat untuk mengalahkan Superman.

Namun, saat pembukaan film ini adalah Gunn seolah ingin menumbangkan pikiran kita tentang siapa Superman. Kita tidak melihatnya melawan penjahat atau menyelamatkan dunia. Kita melihatnya dalam kondisi rentan, terbanting ke tanah, berlumuran darah, dan kalah.

Mungkin ketidakberdayaan inilah yang Gunn ingin kita hubungkan dengan: kemanusiaan Superman. Film ini berpusat di sekitar gagasan ini, dan ini merupakan pesan yang ingin disebarkan bahwa rasa kemanusiaan, kebersamaa, perhatian dan saling tolong menolong .

Kita juga bertemu Rachel Brosnahan sebagai Lois Lane untuk pertama kalinya, bersama dengan Skyler Gisondo sebagai Jimmy Olsen. Penonton bisa melihat bagaimana dunia Clark Kent sebagai jurnalis. Di bagian ini Gunn tidak menggali terlalu dalam kehidupan Jurnalis dari Kent.

David Corenswet yang lucu dan kocak dengan Lois Lane yang diperankan Rachel Brosnahan
Read More

Hubungan Corenswet yang lucu dan kocak dengan Lois Lane yang diperankan Rachel Brosnahan, yang cerdas membuat setiap adegan mereka bersama menjadi menyenangkan. Keduanya beradu argumen soal kisruh yang sedang terjadi, tapi sayangnya tidak terlihat chemistry mereka sebagai sepasang kekasih.

Nicholas Hoult yang didapuk menjadi penjahat yaitu Lex Luthor didukung dengan wajahnya yang ganteng sehingga mengurangi sifat jahat kartun dari banyak Lex Luthor sebelumnya. Lebih condong ke aspek jenius yang jahat dan berhasil membuat penonton gemas karena menciptakan Enginerr. Luthor yang begitu berambisi ingin melenyapkan Superman, memperlihatkan bagaimana ‘otak berhasil mengalahkan otot’.

Siapa Engineer (Maria Gabriela de Faria)? Dalam komik, dia adalah sosok kuat dengan darah yang mengandung nanit yang memungkinkannya mengubah tubuhnya menjadi berbagai senjata.DiIa dikenal sebagai anggota tim superhero The Authority, tetapi juga bisa berperan sebagai penjahat.

Luthor membuatnya karakter tersebut perpaduan kecangghihan teknologi dengan keberanian manusia sehingga membuat penonton seakan putus asa bagaimana pertarungan Engineer vs superhero itu bisa keluar sebagai pemenang. Penonton seperti hopeless kalau Superman bisa menang, melihat dirinya berdarah dan terus tersungkur seperti tak berdaya. Di tengah ketidak berdayaan itu muncullah Justice Gank dengan personel Guy Gardner (Nathan Fillion), Hawkgirl (Isabela Marced) dan Mr Terrific (EDi Gathegi). Kehadiran mereka membuat vibes film menjadi menyenangkan, Gunn menyelipkan joke dan celetukan lucu, mengingatkan akan film Guardians of The Galaxy

James Gunn, yang dikenal dengan karyanya di “Guardians of the Galaxy”, membawa sentuhan uniknya ke dalam semesta Superman. Film ini tidak hanya menampilkan aksi superhero yang spektakuler, tetapi juga menekankan kedalaman emosional dan narasi yang kuat. Gunn berhasil menghadirkan nuansa yang menyegarkan, dengan adegan aksi yang dinamis dan visual yang memukau. Banyak kritikus memuji pendekatannya yang berani dan mampu memberikan harapan baru bagi franchise DC. Satu lagi, soundtrack musiknya yang pas sesuai scene yang ditampilkan, pada momen heroik hingga adegan yang menyentuh hati.

Related posts